NTT Berduka: Gempa Magnitudo 7,7 Hancurkan Ribuan Rumah, Teknologi BRIN Terbukti Selamatkan Bangunan

NTT Berduka: Gempa Magnitudo 7,7 Hancurkan Ribuan Rumah, Teknologi BRIN Terbukti Selamatkan Bangunan

Sekolapedia – 20 Agustus 2026 | Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah menghadapi situasi darurat pasca rentetan bencana alam yang melanda wilayah tersebut. Kabar mengenai gempa terkini yang mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya telah memicu kekhawatiran mendalam bagi warga. Setelah gempa dahsyat bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026, aktivitas seismik di wilayah ini masih terus terpantau aktif dengan guncangan susulan yang terus terjadi.

Salah satu guncangan gempa terkini yang tercatat oleh BMKG terjadi pada Rabu, 19 Agustus 2026, pukul 02:03 WIB. Gempa berkekuatan 4,8 magnitudo ini berpusat di laut, sekitar 39 kilometer utara Mbay, Kabupaten Nagekeo. Meskipun skalanya lebih kecil dibandingkan gempa utama, getaran ini dirasakan dengan skala MMI III di wilayah Nagekeo, di mana benda-benda ringan bergoyang namun tidak dilaporkan menyebabkan kerusakan struktural yang signifikan.

Dampak Kerusakan dan Korban Jiwa

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT menunjukkan peningkatan angka kerusakan yang sangat signifikan. Berdasarkan verifikasi terbaru hingga Senin (17/8), jumlah bangunan yang terdampak telah melonjak tajam dibandingkan laporan awal. Berikut adalah ringkasan data kerusakan bangunan:

Jenis Kerusakan Jumlah Unit
Rumah Warga (Rusak Ringan – Berat) 7.968 unit
Fasilitas Umum & Infrastruktur 744 unit

Selain kerugian materiil, korban jiwa juga telah dilaporkan mencapai angka yang memprihatinkan. Hingga Senin (17/8), tercatat sebanyak 68 orang meninggal dunia dengan rincian lokasi sebagai berikut:

  • Kabupaten Manggarai: 26 jiwa
  • Kabupaten Manggarai Timur: 24 jiwa
  • Kabupaten Nagekeo: 8 jiwa
  • Kabupaten Sikka: 4 jiwa
  • Kabupaten Ende: 2 jiwa
  • Kabupaten Manggarai Barat: 2 jiwa
  • Kabupaten Ngada: 2 jiwa

Saat ini, lebih dari 5.000 orang tengah mengungsi, baik secara mandiri maupun di posko pengungsian, akibat rumah mereka yang rusak atau tidak lagi aman untuk ditinggali.

Upaya Evakuasi dan Penanganan Darurat

Basarnas terus bekerja keras melakukan evakuasi medis, terutama di wilayah dengan akses darat yang sulit. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menggunakan helikopter Dauphin untuk mengevakuasi tujuh korban luka berat dari Manggarai Timur menuju RSUD Pratama Komodo di Labuan Bajo. Para korban mengalami cedera serius seperti patah tulang, dislokasi, hingga trauma vertebralis akibat tertimpa reruntuhan.

Selain bantuan udara, tim SAR juga telah mengerahkan KN SAR Antareja untuk menyisir kawasan pesisir. Di sisi lain, untuk memastikan warga tetap bisa berkomunikasi, TelkomGroup melalui Telkomsat telah menyiapkan konektivitas berbasis satelit di 17 titik terdampak, termasuk di Maumere, Ruteng, dan Larantuka, guna mengatasi gangguan jaringan terestrial selama masa pemulihan.

Teknologi Tahan Gempa BRIN Menjadi Bukti Nyata

Di tengah kehancuran yang melanda, sebuah kabar positif datang dari Desa Tanjung Boleng, Kabupaten Manggarai Barat. Tiga unit purwarupa rumah modular tahan gempa hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dilaporkan tetap berdiri kokoh meski diguncang gempa bermagnitudo 7,7. Rumah-rumah yang dibangun pada periode 2021-2022 ini menggunakan teknologi rubber bearing seismic yang memanfaatkan karet alam untuk meredam getaran.

Perekayasa BRIN, Vian Marantha Haryanto, menjelaskan bahwa teknologi ini bekerja dengan memisahkan struktur bagian atas dan bawah bangunan, sehingga gaya geser akibat gempa dapat diredam. Meskipun tidak ditemukan retak struktural pada dinding atau fondasi, BRIN tetap akan melakukan pengujian laboratorium lanjutan untuk memvalidasi ketahanan bangunan tersebut secara teknis.

Situasi di NTT saat ini masih dalam tahap penanganan intensif. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa terkini dan selalu mematuhi jalur evakuasi yang telah ditetapkan oleh Badan Geologi ESDM guna menghindari jatuhnya korban lebih lanjut.

Post Comment