Ketua DPR Puan Maharani Soroti Darurat Bullying dan Perjuangkan Hak Anak di Parlemen

Ketua DPR Puan Maharani Soroti Darurat Bullying dan Perjuangkan Hak Anak di Parlemen

Sekolapedia – 23 Juli 2026 | Jakarta — Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini diwarnai oleh berbagai sorotan penting dari pucuk pimpinan legislatif. Ketua DPR Puan Maharani menegaskan bahwa setiap anak di tanah air memiliki hak fundamental yang sama untuk tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari segala bentuk ancaman kekerasan maupun diskriminasi. Dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen, ia menekankan pentingnya peran negara dalam menjamin masa depan generasi penerus bangsa.

Puan Maharani mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi anak-anak masa kini semakin kompleks, mulai dari isu stunting, angka putus sekolah, eksploitasi, hingga maraknya perundungan atau bullying. Menurutnya, persoalan perundungan tidak boleh lagi dianggap sebagai kenakalan biasa karena dampaknya yang sangat merusak mental korban, bahkan hingga memicu trauma mendalam dan tindakan ekstrem. Oleh karena itu, pemerintah bersama satuan pendidikan didorong untuk segera merumuskan strategi khusus yang komprehensif.

Selain isu perlindungan anak, dinamika di parlemen juga diwarnai oleh berbagai agenda strategis lainnya. Belum lama ini, pimpinan dewan yang dipimpin oleh Puan Maharani turut mengesahkan persetujuan atas usulan hibah alutsista strategis berupa kapal induk pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi, dari pemerintah Italia. Langkah modernisasi pertahanan maritim ini diharapkan mampu memperkuat kedaulatan nasional sekaligus menjadi sarana alih teknologi militer yang nyata bagi industri pertahanan dalam negeri.

Di sisi lain, mekanisme tata kelola kelembagaan negara juga tak luput dari perhatian publik. Komisi II DPR RI baru-baru ini menegaskan bahwa tidak ada aturan baku yang mewajibkan mekanisme Penggantian Antarwaktu (PAW) Anggota Ombudsman Republik Indonesia harus berdasarkan nomor urut hasil seleksi sebelumnya. Kebijakan ini sempat memicu perdebatan di tengah masyarakat terkait prinsip meritokrasi, namun pihak dewan memastikan setiap penunjukan telah melalui pertimbangan kelayakan yang matang.

Melalui berbagai agenda krusial tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat terus berupaya menyeimbangkan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran. Kepemimpinan Puan Maharani dinilai memegang peranan penting dalam menjaga efektivitas jalannya sidang-sidang paripurna, baik dalam merespons isu-isu kemanusiaan dan perlindungan anak maupun dalam mengawal kebijakan strategis nasional demi kemajuan bangsa.

🔖 Baca juga:
UAW Election Looms: President Shawn Fain Faces Scrutiny Amidst Federal Monitor’s Allegations

Post Comment