Sekolapedia – 21 Juli 2026 | Jakarta – PT Pos Indonesia (Persero) resmi menunjuk M. Iskandar Kunaefi sebagai Direktur Utama baru. Penunjukan ini mengakhiri spekulasi dan menandai babak baru bagi perusahaan logistik pelat merah tersebut. Nama Iskandar Kunaefi memang tidak asing lagi, terutama bagi para penggemar sepak bola, mengingat kiprahnya sebelumnya sebagai petinggi di PT Persib Bandung Bermartabat (PBB). Kini, Iskandar Kunaefi siap membawa pengalamannya di berbagai sektor untuk memimpin transformasi PT Pos Indonesia.
Keputusan penunjukan M. Iskandar Kunaefi sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia tertuang dalam Keputusan Para Pemegang Saham Nomor 343 Tahun 2026 dan SK.120/DI-DAM/DO/2026, yang efektif berlaku sejak 15 Juli 2026. Beliau menggantikan Daud Joseph yang telah mengajukan pengunduran diri pada 30 Juni 2026. Pengunduran diri Daud Joseph terjadi setelah sekitar tiga bulan menjabat, menyusul agenda transformasi korporasi yang sedang berjalan di PT Pos Indonesia.
Penunjukan Iskandar Kunaefi sebagai Dirut Pos Indonesia ini merupakan langkah strategis Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) untuk menyegarkan jajaran direksi. Sosok yang juga dikenal sebagai mantan petinggi Persib ini membawa rekam jejak yang kaya di bidang logistik, investasi, pengelolaan aset, dan pengembangan bisnis. Pengalaman lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat daya saing perusahaan di tengah dinamika industri logistik nasional yang terus berkembang.
Perjalanan karier Iskandar Kunaefi dimulai sebagai Analis Riset di Schiphol Airport Consulting & Management Services pada periode 1994-1995. Setelah itu, beliau merambah ke sektor industri makanan dengan bergabung di Indofood Group. Puncak kariernya di sektor ini terjadi ketika beliau didapuk sebagai Presiden Direktur/CEO PT Nestlé Indofood pada tahun 2012. Selama 16 tahun, sejak 1996, beliau berkontribusi besar di perusahaan patungan Grup Salim dengan Nestle tersebut.
Tidak berhenti di situ, Iskandar Kunaefi juga memiliki pengalaman mendalam di sektor pengelolaan aset dan investasi. Pada tahun 2012, beliau bergabung dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) sebagai Kepala Divisi Penasihat Bisnis sekaligus Kepala Divisi Manajemen Aset dan Investasi hingga April 2014. Pengalamannya di bidang logistik nasional semakin terasah melalui perannya sebagai anggota Sistem Logistik Nasional (Sislognas) hingga tahun 2016.
Lebih lanjut, rekam jejak beliau juga mencakup keterlibatan di berbagai perusahaan dan lembaga strategis. Iskandar Kunaefi pernah menjadi anggota Komite Investasi PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (Jakpro) pada periode 2021-2025. Di luar perusahaan negara, beliau juga mendirikan TOP Group dan menjabat sebagai Presiden Direktur. Tak ketinggalan, peranannya sebagai Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) sebelum mengundurkan diri pada akhir 2024, semakin memperkaya profilnya. Keterlibatannya dalam Komite Nominasi dan Remunerasi Jakpro juga menambah pengalamannya dalam tata kelola perusahaan dan pengembangan investasi.
Bersamaan dengan penunjukan M. Iskandar Kunaefi sebagai Direktur Utama, pemegang saham PT Pos Indonesia juga melakukan penataan organisasi direksi. Jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko dipecah menjadi dua posisi terpisah: Direktur Keuangan dan Direktur Manajemen Risiko. Fathul Anwar dialihkan menjadi Direktur Keuangan, sementara Rosmanidar Zulkifli dipercaya mengisi posisi Direktur Manajemen Risiko. Perubahan nomenklatur ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan.
Masa jabatan Direktur Utama dan Direktur Manajemen Risiko yang baru ditetapkan akan berlangsung paling lama hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan kelima sejak tanggal pengangkatan. Hal ini dilakukan tanpa mengurangi hak pemegang saham untuk memberhentikan sewaktu-waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan latar belakang yang beragam dan pengalaman yang luas, penunjukan Iskandar Kunaefi diharapkan membawa angin segar dan mendorong PT Pos Indonesia menuju kinerja yang lebih optimal.
Iskandar Kunaefi, yang pernah menjadi bagian dari tim manajemen Persib Bandung, kini diharapkan mampu mentransformasi PT Pos Indonesia menjadi perusahaan yang lebih adaptif dan kompetitif di era digital ini. Kepemimpinannya diharapkan dapat memperkuat layanan logistik dan berbagai lini bisnis lainnya yang dikelola oleh perusahaan BUMN tersebut.
Post Comment