Tes masuk BUMN (Badan Usaha Milik Negara) kini semakin kompetitif, terutama dengan banyaknya pelamar yang mengikuti seleksi secara online. Salah satu tipe soal yang sering muncul adalah soal gambar BUMN, yang menguji kemampuan logika visual, analisis pola, dan ketelitian. Agar sukses dalam tes online, calon pelamar perlu mempersiapkan diri dengan latihan soal gambar BUMN secara rutin. Artikel ini menghadirkan kumpulan contoh soal BUMN gambar lengkap dengan strategi dan pembahasan, sehingga dapat digunakan untuk latihan tes online BUMN.
Baca juga:Kumpulan Contoh Soal Komunikasi Antar Budaya untuk Mahasiswa dan Siswa
Pengertian Soal Gambar BUMN
Soal gambar BUMN adalah soal yang menggunakan bentuk visual atau gambar untuk menguji kemampuan berpikir logis dan analitis. Soal ini biasanya muncul dalam berbagai bentuk:
- Urutan atau seri gambar – menentukan gambar berikutnya dalam pola.
- Rotasi atau refleksi gambar – memilih gambar yang berubah posisi.
- Hubungan antar gambar – menentukan hubungan sebab-akibat atau fungsi antar gambar.
- Pola ukuran atau bentuk – menemukan gambar yang berbeda dari pola.
Tes gambar menguji kemampuan mengenali pola, simetri, perbedaan, dan hubungan visual, yang berbeda dari soal angka biasa.
Strategi Mengerjakan Soal Gambar BUMN Online
Mengerjakan soal gambar BUMN dalam tes online membutuhkan kecepatan dan ketelitian, karena biasanya ada batas waktu yang ketat. Beberapa strategi efektif adalah:
- Perhatikan pola utama – fokus pada bentuk, ukuran, arah, atau jumlah elemen.
- Identifikasi urutan perubahan – periksa apakah pola bergantian, bertambah, atau berkurang.
- Gunakan eliminasi – hilangkan jawaban yang jelas salah untuk mempercepat keputusan.
- Latihan rutin – semakin banyak latihan, semakin cepat mengenali pola yang umum muncul.
- Kombinasi bentuk dan rotasi – soal sering menggabungkan ukuran, bentuk, dan arah dalam satu soal.
Dengan strategi ini, pelamar dapat mengerjakan soal dengan cepat dan meningkatkan peluang lolos seleksi.
Contoh Soal BUMN Gambar Tipe Seri
Soal 1: Pilih gambar berikutnya dalam seri:
Gambar 1: Kotak kecil di kiri atas, lingkaran kecil di kanan bawah
Gambar 2: Kotak kecil di kiri bawah, lingkaran kecil di kanan atas
Gambar 3: Kotak kecil di kiri atas, lingkaran kecil di kanan bawah
Pilihan: A, B, C, D
Pembahasan:
Perhatikan posisi kotak dan lingkaran yang bergantian diagonal. Maka gambar berikutnya adalah kotak di kiri bawah dan lingkaran di kanan atas, jawaban yang tepat adalah B.
Soal 2: Urutan bentuk: segitiga → kotak → lingkaran → segitiga → kotak → ?
Pembahasan:
Pola bentuk berulang: segitiga, kotak, lingkaran. Setelah segitiga → kotak → lingkaran → segitiga → kotak, berikutnya adalah lingkaran.
Latihan tipe seri melatih kemampuan logika urutan dan konsistensi pola, yang paling sering muncul dalam tes online.
Contoh Soal BUMN Gambar Tipe Rotasi
Soal 3: Pilih gambar yang merupakan rotasi 90° searah jarum jam dari gambar awal.
Gambar awal: panah mengarah ke atas
Pilihan: A (kanan), B (bawah), C (kiri), D (tetap atas)
Pembahasan:
Rotasi 90° searah jarum jam dari arah atas akan mengarah ke kanan, jadi jawaban yang benar adalah A.
Soal 4: Bentuk segi enam diputar 180°, pilih gambar yang sesuai.
Pembahasan:
Rotasi 180° membalik posisi bentuk, sehingga gambar yang simetris di balik sumbu rotasi adalah jawaban yang tepat.
Soal rotasi menguji kemampuan spasial visual dan ketelitian, yang penting dalam tes online.
Contoh Soal BUMN Gambar Tipe Hubungan
Soal 5: Pilih gambar yang memiliki hubungan sama seperti gambar contoh:
Gambar contoh: kunci → gembok
Pilihan gambar B-D: pena → buku, obeng → mur, pensil → penghapus
Pembahasan:
Kunci dan gembok memiliki hubungan fungsi. Gambar yang memiliki hubungan fungsi serupa adalah obeng → mur.
Soal 6: Pilih gambar berbeda dari kelompok: bola, kotak, segitiga, lingkaran, persegi panjang
Pembahasan:
Semua gambar adalah poligon kecuali bola, jadi jawaban yang benar adalah bola.
Tipe hubungan menguji kemampuan analisis logika visual dan kategori.
Contoh Soal BUMN Gambar Tipe Pola Ukuran
Soal 7: Urutan lingkaran: kecil → sedang → besar → kecil → sedang → ?
Pembahasan:
Pola ukuran berulang: kecil → sedang → besar, jadi berikutnya adalah besar.
Soal 8: Panah kecil → tengah → besar mengarah ke atas → kanan → bawah. Tentukan gambar berikutnya.
Pembahasan:
Gabungkan pola ukuran dan arah: setelah besar mengarah ke bawah, pola berulang, sehingga ukuran kecil dan arah atas.
Latihan tipe ukuran membantu menyiapkan soal kombinasi bentuk dan ukuran yang umum di tes online.
Contoh Soal BUMN Gambar Tipe Kompleks
Soal 9: Pilih gambar yang melengkapi seri:
Gambar 1: lingkaran kecil di kiri atas, segitiga kecil di kanan bawah
Gambar 2: lingkaran sedang di kiri bawah, segitiga sedang di kanan atas
Gambar 3: lingkaran besar di kiri atas, segitiga besar di kanan bawah
Pembahasan:
Perhatikan pola posisi + ukuran + bentuk. Jawaban yang benar mengikuti pola diagonal dan ukuran, misalnya lingkaran sedang di kiri bawah, segitiga sedang di kanan atas.
Soal 10: Pola rotasi dan bentuk: kotak → segitiga → lingkaran dengan rotasi 90° per gambar. Tentukan gambar berikutnya.
Pembahasan:
Langkah-langkah:
- Tentukan bentuk berikutnya dalam urutan (kotak → segitiga → lingkaran → kotak)
- Tentukan arah rotasi sesuai pola (90° searah jarum jam)
Hasilnya adalah gambar yang tepat sesuai kombinasi urutan bentuk dan rotasi.
Soal kompleks menguji kemampuan analisis, konsentrasi, dan kombinasi logika visual, yang sering muncul dalam tes BUMN online.
Tips Efektif Latihan Soal Gambar BUMN
- Fokus pada pola utama – jangan terganggu oleh detail yang tidak relevan.
- Gunakan eliminasi jawaban – mempercepat menemukan jawaban yang benar.
- Latih kemampuan visual dan spasial – mempercepat pengenalan pola dalam soal rotasi dan seri.
- Perhatikan kombinasi ukuran, bentuk, dan arah – soal sering menggabungkan ketiga elemen.
- Latihan rutin – semakin banyak latihan, semakin cepat dan tepat mengenali pola umum.
- Tetap tenang dalam tes online – jangan terpaku pada satu soal terlalu lama, alokasikan waktu sesuai jumlah soal.
Dengan strategi ini, calon pelamar dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam menjawab soal gambar, yang menjadi salah satu kunci sukses tes online BUMN.
baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Raih Anugerah Diktisaintek 2025
Kesimpulan
Kumpulan contoh soal BUMN gambar untuk latihan tes online sangat penting bagi pelamar yang ingin lolos seleksi. Soal seri, rotasi, hubungan, pola ukuran, hingga soal kompleks semuanya dapat dilatih dengan strategi yang tepat: fokus pada pola utama, eliminasi jawaban, latihan rutin, dan analisis kombinasi bentuk, ukuran, dan arah. Dengan latihan yang konsisten, pelamar akan lebih cepat mengenali pola soal, lebih percaya diri, dan peluang lolos seleksi BUMN meningkat.
Penulis: Maharani Noeralifa
![Dalam materi statistika, simpangan baku dan varian data tunggal menjadi salah satu topik penting yang perlu dipahami. Keduanya digunakan untuk mengetahui seberapa besar penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Jika data memiliki penyebaran yang kecil, nilai simpangan baku dan variannya juga cenderung kecil. Sebaliknya, semakin jauh data tersebar dari rata-rata, semakin besar pula nilai simpangan baku dan varian. Materi ini sering muncul dalam pembelajaran matematika, terutama ketika membahas statistika dasar. Untuk menguasainya, tidak cukup hanya menghafalkan rumus. Kita juga perlu memahami langkah-langkah menghitung mean, selisih setiap data dengan rata-rata, kuadrat selisih, varian, hingga simpangan baku. Artikel ini akan membahas pengertian, rumus, perbedaan, serta beberapa contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal lengkap dengan cara mengerjakannya secara bertahap. Apa Itu Varian? Varian adalah ukuran statistik yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Varian dihitung dengan mencari rata-rata dari kuadrat selisih setiap data terhadap mean. Dalam data tunggal, terdapat dua jenis rumus varian yang umum digunakan, yaitu varian populasi dan varian sampel. Untuk populasi, rumusnya adalah: σ² = Σ(xᵢ − μ)² / N Keterangan: σ² = varian populasi xᵢ = nilai setiap data μ = rata-rata populasi N = banyak data Σ = jumlah keseluruhan Sementara itu, untuk sampel, rumus varian adalah: s² = Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1) Keterangan: s² = varian sampel xᵢ = nilai setiap data x̄ = rata-rata sampel n = banyak data Dalam soal matematika sekolah, apabila soal menyebutkan sekumpulan data sebagai keseluruhan data yang sedang dianalisis, biasanya digunakan rumus varian populasi. Apa Itu Simpangan Baku? Simpangan baku atau standard deviation adalah akar kuadrat dari varian. Simpangan baku digunakan untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran data dari nilai rata-ratanya. Rumus simpangan baku populasi adalah: σ = √[Σ(xᵢ − μ)² / N] Sedangkan untuk sampel: s = √[Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1)] Karena simpangan baku merupakan akar dari varian, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Jika diketahui: Varian = 16 maka: Simpangan baku = √16 = 4 Jadi, semakin besar nilai varian, biasanya semakin besar pula simpangan bakunya. Perbedaan Varian dan Simpangan Baku Meskipun saling berkaitan, varian dan simpangan baku bukanlah hal yang sama. Varian merupakan rata-rata kuadrat penyimpangan data dari mean. Sementara itu, simpangan baku merupakan akar kuadrat dari varian. Contohnya, jika suatu kumpulan data memiliki varian sebesar 25, maka simpangan bakunya adalah: √25 = 5 Perbedaan lainnya terletak pada satuan. Varian menggunakan satuan yang dikuadratkan, sedangkan simpangan baku memiliki satuan yang sama dengan data aslinya. Karena alasan tersebut, simpangan baku sering kali lebih mudah digunakan untuk menginterpretasikan penyebaran data. Langkah-Langkah Menghitung Varian dan Simpangan Baku Data Tunggal Untuk menyelesaikan soal, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. 1. Hitung nilai rata-rata Jumlahkan seluruh data, kemudian bagi dengan banyaknya data. Mean = jumlah seluruh data / banyak data 2. Hitung selisih setiap data dengan mean Setiap nilai data dikurangi dengan rata-rata. xᵢ − x̄ 3. Kuadratkan setiap selisih Hasil pengurangan tadi kemudian dikuadratkan. (xᵢ − x̄)² 4. Jumlahkan seluruh kuadrat selisih Setelah semua data dihitung, jumlahkan hasil kuadrat tersebut. Σ(xᵢ − x̄)² 5. Hitung varian Untuk populasi, jumlah kuadrat selisih dibagi dengan banyak data. 6. Hitung simpangan baku Simpangan baku diperoleh dengan mencari akar kuadrat dari varian. Contoh Soal 1: Menghitung Varian Data Tunggal Soal: Diketahui data nilai ulangan matematika lima siswa sebagai berikut: 6, 7, 8, 9, 10 Tentukan nilai varian dari data tersebut! Pembahasan Langkah pertama adalah menghitung rata-rata. Jumlah data: 6 + 7 + 8 + 9 + 10 = 40 Banyak data: n = 5 Maka: Mean = 40 / 5 = 8 Selanjutnya, hitung selisih setiap data dengan rata-rata. Data (x) x − mean (x − mean)² 6 -2 4 7 -1 1 8 0 0 9 1 1 10 2 4 Jumlah 0 10 Jumlah kuadrat selisih adalah: Σ(x − x̄)² = 10 Karena data tersebut dianggap sebagai populasi, maka: Varian = 10 / 5 Varian = 2 Jadi, varian data tersebut adalah 2. Contoh Soal 2: Menghitung Simpangan Baku Data Tunggal Soal: Tentukan simpangan baku dari data berikut: 5, 6, 7, 8, 9 Pembahasan Pertama, tentukan rata-rata. Jumlah data: 5 + 6 + 7 + 8 + 9 = 35 Banyak data: 5 Maka: Mean = 35 / 5 = 7 Selanjutnya, buat tabel perhitungan. Data x − mean (x − mean)² 5 -2 4 6 -1 1 7 0 0 8 1 1 9 2 4 Jumlah 0 10 Varian: σ² = 10 / 5 = 2 Simpangan baku: σ = √2 Jadi, simpangan bakunya adalah: √2 ≈ 1,41 Dengan demikian, simpangan baku data tersebut sekitar 1,41. Contoh Soal 3: Varian dan Simpangan Baku Sekaligus Soal: Diketahui data tinggi tanaman dalam satu kelompok adalah: 10, 12, 14, 16, 18 Tentukan: Mean Varian Simpangan baku Pembahasan Langkah 1: Menghitung Mean Jumlah seluruh data: 10 + 12 + 14 + 16 + 18 = 70 Banyak data: 5 Maka: Mean = 70 / 5 = 14 Langkah 2: Menghitung Kuadrat Selisih Data x − 14 (x − 14)² 10 -4 16 12 -2 4 14 0 0 16 2 4 18 4 16 Jumlah 0 40 Langkah 3: Menghitung Varian Karena terdapat lima data: σ² = 40 / 5 σ² = 8 Jadi, variannya adalah 8. Langkah 4: Menghitung Simpangan Baku Simpangan baku merupakan akar dari varian. σ = √8 Karena: √8 = √(4 × 2) maka: σ = 2√2 Jika dibulatkan: σ ≈ 2,83 Jadi, hasil akhirnya adalah: Mean = 14 Varian = 8 Simpangan baku ≈ 2,83 Contoh Soal 4: Data dengan Nilai yang Lebih Bervariasi Soal: Perhatikan data berikut: 4, 6, 8, 10, 12, 14 Hitunglah varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Jumlah data: 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 = 54 Banyak data: 6 Mean: 54 / 6 = 9 Selanjutnya: Data x − 9 (x − 9)² 4 -5 25 6 -3 9 8 -1 1 10 1 1 12 3 9 14 5 25 Jumlah 0 70 Maka varian: σ² = 70 / 6 σ² = 11,67 Kemudian simpangan baku: σ = √11,67 σ ≈ 3,42 Jadi, varian data adalah sekitar 11,67, sedangkan simpangan bakunya sekitar 3,42. Contoh Soal 5: Menghitung Simpangan Baku dari Data Nilai Siswa Soal: Nilai lima siswa dalam sebuah tes adalah: 70, 75, 80, 85, 90 Tentukan varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Pertama, hitung rata-rata: Mean = (70 + 75 + 80 + 85 + 90) / 5 Mean = 400 / 5 Mean = 80 Kemudian hitung kuadrat selisih setiap data. Nilai Selisih dari Mean Kuadrat Selisih 70 -10 100 75 -5 25 80 0 0 85 5 25 90 10 100 Jumlah 0 250 Varian: σ² = 250 / 5 σ² = 50 Simpangan baku: σ = √50 σ = 5√2 σ ≈ 7,07 Jadi, varian data adalah 50 dan simpangan bakunya sekitar 7,07. Contoh Soal 6: Menentukan Varian Jika Simpangan Baku Diketahui Soal: Sebuah kumpulan data memiliki simpangan baku sebesar 6. Tentukan nilai variannya! Pembahasan Hubungan antara varian dan simpangan baku adalah: Simpangan baku = √Varian Karena simpangan baku diketahui sebesar 6, maka: Varian = 6² Varian = 36 Jadi, nilai variannya adalah 36. Soal seperti ini relatif lebih mudah karena tidak perlu menghitung mean dan penyimpangan masing-masing data. Contoh Soal 7: Membandingkan Penyebaran Dua Data Soal: Diketahui dua kelompok data berikut. Kelompok A: 7, 8, 9, 10, 11 Kelompok B: 3, 6, 9, 12, 15 Kelompok manakah yang memiliki penyebaran data lebih besar berdasarkan simpangan baku? Pembahasan Kedua kelompok memiliki mean yang sama. Kelompok A: Mean = 9 Kuadrat selisih: 4 + 1 + 0 + 1 + 4 = 10 Varian: 10 / 5 = 2 Simpangan baku: √2 ≈ 1,41 Untuk Kelompok B: Mean = 9 Kuadrat selisih: 36 + 9 + 0 + 9 + 36 = 90 Varian: 90 / 5 = 18 Simpangan baku: √18 ≈ 4,24 Dari hasil tersebut, terlihat bahwa kedua kelompok memiliki rata-rata yang sama, tetapi penyebarannya berbeda. Kelompok A memiliki simpangan baku sekitar 1,41, sedangkan Kelompok B sekitar 4,24. Artinya, nilai-nilai pada Kelompok B tersebar lebih jauh dari rata-ratanya dibandingkan Kelompok A. Tips Cepat Mengerjakan Soal Simpangan Baku dan Varian Agar tidak mudah salah ketika mengerjakan soal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Jangan langsung menggunakan rumus simpangan baku Pastikan nilai rata-rata sudah benar terlebih dahulu. Kesalahan pada mean akan memengaruhi seluruh perhitungan berikutnya. 2. Perhatikan tanda negatif Ketika menghitung selisih data dengan mean, hasilnya bisa negatif. Namun, setelah dikuadratkan, hasilnya selalu positif. Misalnya: (6 − 8)² = (-2)² = 4 Bukan -4. 3. Bedakan varian dengan simpangan baku Varian dan simpangan baku memiliki hubungan, tetapi nilainya berbeda. Jika varian = 9, maka: Simpangan baku = √9 = 3 4. Perhatikan apakah data merupakan populasi atau sampel Jika soal meminta varian atau simpangan baku populasi, pembaginya adalah N. Jika soal meminta ukuran sampel dengan rumus sampel, pembaginya adalah n − 1. 5. Gunakan tabel untuk mengurangi kesalahan Untuk data yang cukup banyak, tabel dengan kolom data, selisih dari mean, dan kuadrat selisih akan membuat proses perhitungan lebih teratur. Kesalahan yang Sering Terjadi Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengerjakan soal simpangan baku dan varian. Pertama, salah menghitung mean. Karena mean menjadi dasar untuk mencari penyimpangan, kesalahan kecil pada tahap ini dapat membuat hasil akhir salah. Kedua, lupa mengkuadratkan selisih. Varian menggunakan kuadrat dari selisih data dengan rata-rata, bukan selisih biasa. Ketiga, salah menentukan pembagi. Untuk populasi digunakan N, sedangkan pada rumus sampel digunakan n − 1. Keempat, menganggap varian sama dengan simpangan baku. Padahal, simpangan baku adalah akar kuadrat dari varian. Kelima, terburu-buru melakukan pembulatan. Sebaiknya gunakan nilai yang lebih presisi selama proses perhitungan dan lakukan pembulatan pada hasil akhir. Kesimpulan Simpangan baku dan varian data tunggal merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran suatu kumpulan data terhadap nilai rata-ratanya. Varian diperoleh dengan menghitung rata-rata kuadrat selisih setiap data terhadap mean, sedangkan simpangan baku diperoleh dengan mengambil akar kuadrat dari varian. Untuk mengerjakan soal, langkah yang paling aman adalah menghitung mean terlebih dahulu, kemudian mencari selisih setiap data dengan mean, mengkuadratkan selisih tersebut, menjumlahkannya, dan membaginya sesuai jenis data yang digunakan. Setelah mendapatkan varian, simpangan baku dapat diperoleh dengan cara mengambil akar kuadratnya. Dengan memahami alur tersebut, berbagai contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal dapat dikerjakan secara lebih mudah dan sistematis. Kunci utamanya bukan hanya menghafal rumus, tetapi memahami hubungan antara rata-rata, penyebaran data, varian, dan simpangan baku.](https://daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Gemini_Generated_Image_stezgqstezgqstez.jpeg)


Post Comment