Sinergi Budaya: Prabowo dan PM Modi Resmikan Restorasi Candi Prambanan Menuju 2029

Sinergi Budaya: Prabowo dan PM Modi Resmikan Restorasi Candi Prambanan Menuju 2029

Sekolapedia – 09 Juli 2026 | Yogyakarta menjadi saksi sejarah pertemuan hangat antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi pada Rabu, 8 Juli 2026. Kunjungan kenegaraan yang bertajuk World Leaders Journey ini menandai dimulainya kolaborasi besar dalam proyek konservasi situs warisan dunia UNESCO, Candi Prambanan. Kehadiran kedua pemimpin negara ini tidak hanya mempererat hubungan bilateral Indonesia-India, tetapi juga menegaskan komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya global yang bernilai tinggi.

Kedatangan delegasi India disambut dengan kemegahan budaya Jawa melalui pertunjukan tari tradisional Rama Sinta yang diiringi alunan gamelan di area kompleks candi. Prabowo dan Modi kemudian menyusuri kawasan candi menggunakan kendaraan boogie car, menyambangi Candi Nandi dan Candi Siwa untuk mendengarkan penjelasan mendalam terkait sejarah serta nilai arkeologis situs tersebut. Bagi PM Modi, kunjungan ini memiliki makna spiritual yang sangat mendalam. Ia mengaku terhormat dapat memanjatkan doa secara tradisional di kompleks kuil Hindu terbesar kedua di Asia Tenggara tersebut, menyebutnya sebagai salah satu momen paling sakral dalam hidupnya.

Kerja sama yang disepakati, yang diberi tajuk ‘Indonesia-India Collaborative Cultural Heritage Conservation’, berfokus pada pemugaran lebih dari 200 candi perwara di halaman kedua yang saat ini sebagian besar masih dalam kondisi reruntuhan. Proyek restorasi ini dijadwalkan menjadi program jangka panjang yang berlangsung selama satu dekade, yakni mulai 2026 hingga 2036. Namun, dalam pidatonya, PM Modi dengan optimis menyatakan bahwa pekerjaan ini dapat diselesaikan lebih cepat dari target, yakni sebelum tahun 2029.

“Di hadapan Anda semua, izinkan saya menegaskan kembali janji saya, dengan upaya bersama kita, kita akan menyelesaikan pekerjaan ini sebelum tahun 2029, dan bersama-sama kita akan merayakan restorasi dan peresmian ini sebagai sebuah festival besar,” ujar Modi di hadapan para hadirin. Modi juga memberikan apresiasi khusus kepada Presiden Prabowo. Ia memuji kemampuan strategis Presiden RI yang dinilai memiliki perencanaan matang, layaknya seorang prajurit yang disiplin, sehingga diyakini mampu mendorong efektivitas pelaksanaan proyek restorasi ini.

Di sisi lain, nuansa pelestarian budaya juga terasa di wilayah lain di Indonesia. Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, masyarakat keturunan Tionghoa merayakan Shejit Dewa Bumi di Klenteng Ngo Kok Ong. Perayaan yang telah berlangsung selama 342 tahun ini dimeriahkan dengan tradisi Tahwee, yakni berjalan di atas bara api. Ritual ini dimaknai sebagai simbol penyucian diri, keteguhan iman, serta doa untuk menolak bala dan memohon keselamatan bagi masyarakat. Fenomena ini menunjukkan bahwa Indonesia, melalui berbagai lapisan masyarakatnya, terus memelihara tradisi leluhur sebagai bagian dari identitas bangsa yang majemuk.

🔖 Baca juga:
Derby Rhein Bergolak: Penutupan Jalur Kereta Mengguncang Persaingan 1. FC Köln vs Borussia Mönchengladbach

Kembali ke Yogyakarta, kolaborasi antara Indonesia dan India dalam proyek Candi Prambanan diharapkan tidak hanya berhenti pada pemugaran fisik. Kerja sama ini juga mencakup penguatan dokumentasi ilmiah, perbaikan tata kelola kawasan cagar budaya, serta pertukaran pengetahuan arkeologi antar kedua negara. Sinergi ini menjadi bukti nyata bagaimana diplomasi budaya dapat mempererat persahabatan antar bangsa sekaligus memastikan bahwa warisan sejarah tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Pertemuan Prabowo dan Modi di Prambanan bukan sekadar kunjungan kenegaraan biasa, melainkan simbol kuat dari penghormatan terhadap nilai-nilai sejarah yang melampaui batas negara. Dengan tekad yang telah dicanangkan, publik kini menantikan wajah baru Candi Prambanan pada tahun 2029, di mana situs bersejarah ini diharapkan akan berdiri lebih megah sebagai bukti nyata keberhasilan kolaborasi internasional dalam melestarikan warisan peradaban dunia.

Post Comment