D-8 Halal Expo 2026: Indonesia Pacu Ekonomi Halal Dunia dengan Target Transaksi Rp9.048 Triliun

D-8 Halal Expo 2026: Indonesia Pacu Ekonomi Halal Dunia dengan Target Transaksi Rp9.048 Triliun

Sekolapedia – 09 Juli 2026 | Jakarta menjadi pusat perhatian dunia ekonomi Islam saat ajang D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 resmi dibuka di Senayan Tennis Indoor Stadium, Jakarta, pada Rabu (8/7/2026). Perhelatan berskala internasional yang berlangsung hingga 12 Juli 2026 ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk mengukuhkan posisinya sebagai kiblat ekonomi halal global. Acara ini merupakan rangkaian dari Keketuaan Indonesia di organisasi Developing-8 (D-8) periode 2026–2027.

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta, dalam sambutannya menegaskan bahwa negara-negara anggota D-8 telah menetapkan target ambisius, yakni peningkatan nilai perdagangan antarnegara hingga mencapai 500 miliar dolar AS atau setara dengan Rp9.048 triliun pada tahun 2030. Di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis, integrasi ekonomi dengan dunia Islam dipandang sebagai langkah krusial untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi Indonesia.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menyatakan bahwa tahun 2026 adalah Tahun Halal Indonesia. Menurutnya, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menaruh perhatian besar pada penguatan ekosistem halal. Kebijakan kewajiban sertifikasi halal yang mulai diberlakukan secara luas pada 18 Oktober 2026 mencakup berbagai sektor, mulai dari makanan, minuman, kosmetik, hingga produk farmasi, baik untuk konsumsi domestik maupun ekspor.

Transformasi Halal sebagai Standar Kualitas Global

Lebih dari sekadar pemenuhan kewajiban agama, konsep halal kini telah bertransformasi menjadi simbol kualitas, transparansi, kesehatan, dan ketertelusuran produk yang diakui secara internasional. Haikal Hasan menekankan bahwa visi Indonesia adalah ‘Halal Indonesia untuk Masyarakat Dunia’, di mana standar halal yang terintegrasi diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi seluruh anggota D-8.

Forum ini tidak hanya diisi dengan pameran produk unggulan, tetapi juga menjadi wadah strategis bagi pelaku bisnis untuk melakukan business matching. Beberapa sektor yang menjadi fokus utama dalam pameran ini meliputi:

🔖 Baca juga:
Ivy League Ousted: How UNC and Virginia Tech Scored the Ultimate Military Fellowship Makeover!
  • Industri makanan dan minuman halal
  • Sektor fesyen dan kecantikan
  • Layanan keuangan dan ekonomi syariah
  • Produk farmasi dan obat-obatan
  • Pariwisata ramah muslim dan jasa digital

Kegiatan ini diikuti oleh delapan negara anggota D-8, yakni Azerbaijan, Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Selain itu, partisipasi aktif juga datang dari berbagai negara mitra global seperti Belanda, India, Prancis, Palestina, serta beberapa negara lain yang tertarik memperkuat rantai nilai halal global.

Sinergi Multisektoral untuk Pertumbuhan Ekonomi

Keberhasilan target perdagangan 500 miliar dolar AS sangat bergantung pada kolaborasi lintas negara dan integrasi kebijakan. Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sholahudin Al Aiyub, menambahkan bahwa pertemuan ini dirancang agar menghasilkan kerja sama konkret antara eksportir dan importir. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan investor diharapkan mampu memperkuat rantai nilai halal yang inklusif.

Sebagai penutup, penyelenggaraan D-8 Halal Expo 2026 ini bukan sekadar pameran dagang biasa, melainkan langkah nyata Indonesia dalam menata masa depan ekonomi syariah yang lebih kompetitif. Dengan komitmen kuat untuk saling mengakui standar halal antarnegara anggota, Indonesia optimistis dapat membawa produk-produk halal nasional menembus pasar dunia secara lebih masif, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui kolaborasi internasional yang berkelanjutan.

Post Comment