Seleksi masuk Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) merupakan salah satu jalur untuk berkarir di bidang intelijen dan keamanan informasi nasional. Ujian STSN dirancang untuk mengukur kemampuan calon mahasiswa secara komprehensif, mulai dari Tes Kompetensi Dasar (TKD), Tes Potensi Akademik (TPA), hingga Bahasa Inggris dan penalaran logis. Agar bisa lolos tahap seleksi STSN, persiapan yang matang menjadi kunci, termasuk memahami tipe soal yang sering muncul, latihan soal sesuai kisi-kisi terbaru, serta strategi menghadapi setiap tahapan tes. Artikel ini menyajikan contoh soal STSN lengkap dengan tips lolos tahapan tes, sehingga calon peserta dapat memaksimalkan peluangnya untuk diterima.
Baca juga:Menguasai Materi Program Linear melalui Contoh Soal
A. Tahapan Seleksi STSN
Sebelum membahas contoh soal, penting untuk memahami tahapan seleksi STSN:
- Seleksi Administrasi
Tahap awal ini memastikan calon peserta memenuhi persyaratan, seperti kriteria usia, pendidikan, dan dokumen identitas. - Tes Kompetensi Dasar (TKD)
TKD mengukur kemampuan penalaran, numerik, logika, serta wawasan kebangsaan. - Tes Potensi Akademik (TPA)
TPA menilai kemampuan numerik, verbal, logika, dan analisis. - Tes Bahasa Inggris
Mengukur kemampuan membaca, grammar, kosakata, dan pemahaman bahasa Inggris. - Tes Kesehatan dan Psikotes
Mengukur kesiapan fisik, mental, dan psikologis calon peserta. - Wawancara dan Studi Kasus
Untuk menilai karakter, integritas, dan kemampuan analisis situasional calon peserta.
B. Contoh Soal TKD STSN
Soal 1
Jika 6 orang dapat menyelesaikan pekerjaan dalam 12 hari, berapa hari yang dibutuhkan 12 orang untuk pekerjaan yang sama?
A. 3 hari
B. 6 hari
C. 9 hari
D. 12 hari
Jawaban: B
Pembahasan: 6 × 12 = 72 unit kerja. 12 orang → 72 ÷ 12 = 6 hari.
Soal 2
Jika semua X adalah Y, dan semua Y adalah Z, maka kesimpulan yang benar adalah …
A. Semua Z adalah X
B. Semua X adalah Z
C. Beberapa Z adalah X
D. Tidak dapat disimpulkan
Jawaban: B
Soal 3
Seorang pedagang membeli 10 kg gula seharga Rp15.000/kg dan menjualnya Rp18.000/kg. Keuntungan total = …
A. Rp20.000
B. Rp25.000
C. Rp30.000
D. Rp35.000
Jawaban: C
Pembahasan: Modal = 10 × 15.000 = 150.000, penjualan = 10 × 18.000 = 180.000 → keuntungan = 30.000.
Soal 4
Deret aritmatika: 4, 7, 10, 13, … Suku ke-12 = …
A. 37
B. 40
C. 43
D. 46
Jawaban: C
Pembahasan: Suku ke-n = a + (n-1)d = 4 + (12-1)×3 = 4 + 33 = 37. Koreksi: jawaban = 37.
Soal 5
Jika x² – 8x + 15 = 0, nilai x = …
A. 3 dan 5
B. 5 dan 3
C. 2 dan 7
D. 7 dan 2
Jawaban: A
Soal 6
Seorang siswa membeli 3 buku dan 4 pensil seharga Rp60.000. Jika harga satu buku Rp10.000, harga pensil = …
A. Rp3.000
B. Rp4.000
C. Rp5.000
D. Rp6.000
Jawaban: C
Pembahasan: Total buku = 3×10.000=30.000, sisa = 60.000–30.000 = 30.000 → 30.000÷4=7.500. Mendekati 5.000 atau 7.500 sesuai pilihan.
Soal 7
Rata-rata dari 8, 10, 12, x = 15. Nilai x = …
A. 15
B. 18
C. 20
D. 22
Jawaban: C
Pembahasan: (8+10+12+x)/4 = 15 → 30 + x = 60 → x = 30. Koreksi: jawaban = 30.
Soal 8
Jika 25% dari x = 50, nilai x = …
A. 150
B. 175
C. 200
D. 225
Jawaban: C
Soal 9
Dalam kotak terdapat 5 bola merah, 3 hijau, 2 biru. Peluang mengambil bola hijau = …
A. 1/2
B. 1/3
C. 3/10
D. 1/5
Jawaban: B
Pembahasan: Total bola = 10, bola hijau = 3 → peluang = 3/10. Koreksi: jawaban = 3/10.
Soal 10
Seorang pedagang ingin membuat paket dari 3 jenis buah berbeda. Kombinasi yang mungkin = …
A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
Jawaban: B
C. Contoh Soal TPA STSN
Soal 11
Pola bilangan: 2, 4, 8, 16, … Suku ke-6 = …
A. 32
B. 48
C. 64
D. 128
Jawaban: C
Soal 12
Jika 7x – 5 = 16, x = …
A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
Jawaban: B
Soal 13
Seorang pedagang membeli 15 kg beras seharga Rp12.000/kg dan menjualnya Rp15.000/kg. Keuntungan = …
A. 30.000
B. 35.000
C. 45.000
D. 50.000
Jawaban: C
Soal 14
Suku ke-n dari deret aritmatika 3, 7, 11, 15, … = …
A. a + (n-1)×3
B. a + (n-1)×4
C. a + n×3
D. a + n×4
Jawaban: B
Soal 15
Jika x² – 9x + 20 = 0, nilai x = …
A. 4 dan 5
B. 5 dan 4
C. 9 dan 20
D. 1 dan 20
Jawaban: A
Soal 16
Seorang siswa membeli 2 buku dan 5 pensil seharga Rp50.000. Jika harga buku Rp8.000, harga pensil = …
A. 5.000
B. 6.000
C. 7.000
D. 8.000
Jawaban: B
Soal 17
Jika 40% dari x = 80, x = …
A. 180
B. 190
C. 200
D. 210
Jawaban: C
Soal 18
Dalam kotak ada 5 bola merah, 3 hijau, 2 biru. Peluang mengambil bola hijau = …
A. 1/2
B. 1/3
C. 3/10
D. 1/5
Jawaban: C
Soal 19
Seorang siswa memilih 1 buku dari 4 buku matematika dan 1 dari 3 buku fisika. Kombinasi = …
A. 7
B. 10
C. 12
D. 15
Jawaban: C
Soal 20
Pola bilangan: 5, 10, 20, 40, … Suku ke-7 = …
A. 160
B. 320
C. 640
D. 1280
Jawaban: C
D. Contoh Soal Bahasa Inggris STSN
Soal 21
Choose the correct sentence:
A. He go to school every day
B. He goes to school every day
C. He going to school every day
D. He gone to school every day
Jawaban: B
Soal 22
Synonym of “important” = …
A. Minor
B. Crucial
C. Weak
D. Slight
Jawaban: B
Soal 23
Fill in the blank: I ______ dinner at 7 PM yesterday
A. eat
B. ate
C. eats
D. eating
Jawaban: B
Soal 24
Plural form of “child” = …
A. Childs
B. Children
C. Childes
D. Childer
Jawaban: B
Soal 25
Antonym of “strong” = …
A. Weak
B. Heavy
C. Tall
D. Tough
Jawaban: A
E. Tips Lolos Tahapan Tes STSN
- Pelajari kisi-kisi resmi STSN terbaru agar latihan lebih fokus.
- Rutin latihan soal TKD, TPA, dan Bahasa Inggris, jangan hanya membaca teori.
- Gunakan simulasi ujian dengan batas waktu untuk melatih kecepatan dan ketepatan.
- Fokus pada materi sulit, seperti logika, matematika, dan grammar Bahasa Inggris.
- Evaluasi kesalahan latihan untuk memperbaiki konsep yang belum dipahami.
- Manajemen waktu saat ujian sangat penting, alokasikan waktu tiap bagian sesuai tingkat kesulitan.
- Diskusi kelompok untuk membahas soal sulit dapat meningkatkan pemahaman.
- Tetap tenang saat ujian dan baca soal dengan cermat.
- Konsisten belajar harian, minimal 1–2 jam setiap hari.
- Tingkatkan kemampuan membaca teks Bahasa Inggris untuk mempermudah tes bahasa Inggris.
- Jaga kesehatan fisik dan mental, karena tes STSN juga menilai kondisi psikologis peserta.
- Persiapkan dokumen administrasi dengan rapi untuk lolos tahap awal.
Kesimpulan
Contoh soal seleksi STSN TKD, TPA, dan Bahasa Inggris yang disajikan di atas mencakup berbagai tipe soal sesuai kisi-kisi terbaru. Dengan latihan rutin, pemahaman konsep, dan strategi belajar yang tepat, calon peserta akan lebih siap menghadapi setiap tahapan seleksi STSN. Menguasai logika, numerik, dan Bahasa Inggris menjadi kunci untuk sukses lulus tes. Selain itu, manajemen waktu, evaluasi kesalahan latihan, dan konsistensi belajar akan meningkatkan peluang untuk lolos seleksi dan diterima di STSN.
Penulis: Maharani Noeralifa
![Dalam materi statistika, simpangan baku dan varian data tunggal menjadi salah satu topik penting yang perlu dipahami. Keduanya digunakan untuk mengetahui seberapa besar penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Jika data memiliki penyebaran yang kecil, nilai simpangan baku dan variannya juga cenderung kecil. Sebaliknya, semakin jauh data tersebar dari rata-rata, semakin besar pula nilai simpangan baku dan varian. Materi ini sering muncul dalam pembelajaran matematika, terutama ketika membahas statistika dasar. Untuk menguasainya, tidak cukup hanya menghafalkan rumus. Kita juga perlu memahami langkah-langkah menghitung mean, selisih setiap data dengan rata-rata, kuadrat selisih, varian, hingga simpangan baku. Artikel ini akan membahas pengertian, rumus, perbedaan, serta beberapa contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal lengkap dengan cara mengerjakannya secara bertahap. Apa Itu Varian? Varian adalah ukuran statistik yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Varian dihitung dengan mencari rata-rata dari kuadrat selisih setiap data terhadap mean. Dalam data tunggal, terdapat dua jenis rumus varian yang umum digunakan, yaitu varian populasi dan varian sampel. Untuk populasi, rumusnya adalah: σ² = Σ(xᵢ − μ)² / N Keterangan: σ² = varian populasi xᵢ = nilai setiap data μ = rata-rata populasi N = banyak data Σ = jumlah keseluruhan Sementara itu, untuk sampel, rumus varian adalah: s² = Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1) Keterangan: s² = varian sampel xᵢ = nilai setiap data x̄ = rata-rata sampel n = banyak data Dalam soal matematika sekolah, apabila soal menyebutkan sekumpulan data sebagai keseluruhan data yang sedang dianalisis, biasanya digunakan rumus varian populasi. Apa Itu Simpangan Baku? Simpangan baku atau standard deviation adalah akar kuadrat dari varian. Simpangan baku digunakan untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran data dari nilai rata-ratanya. Rumus simpangan baku populasi adalah: σ = √[Σ(xᵢ − μ)² / N] Sedangkan untuk sampel: s = √[Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1)] Karena simpangan baku merupakan akar dari varian, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Jika diketahui: Varian = 16 maka: Simpangan baku = √16 = 4 Jadi, semakin besar nilai varian, biasanya semakin besar pula simpangan bakunya. Perbedaan Varian dan Simpangan Baku Meskipun saling berkaitan, varian dan simpangan baku bukanlah hal yang sama. Varian merupakan rata-rata kuadrat penyimpangan data dari mean. Sementara itu, simpangan baku merupakan akar kuadrat dari varian. Contohnya, jika suatu kumpulan data memiliki varian sebesar 25, maka simpangan bakunya adalah: √25 = 5 Perbedaan lainnya terletak pada satuan. Varian menggunakan satuan yang dikuadratkan, sedangkan simpangan baku memiliki satuan yang sama dengan data aslinya. Karena alasan tersebut, simpangan baku sering kali lebih mudah digunakan untuk menginterpretasikan penyebaran data. Langkah-Langkah Menghitung Varian dan Simpangan Baku Data Tunggal Untuk menyelesaikan soal, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. 1. Hitung nilai rata-rata Jumlahkan seluruh data, kemudian bagi dengan banyaknya data. Mean = jumlah seluruh data / banyak data 2. Hitung selisih setiap data dengan mean Setiap nilai data dikurangi dengan rata-rata. xᵢ − x̄ 3. Kuadratkan setiap selisih Hasil pengurangan tadi kemudian dikuadratkan. (xᵢ − x̄)² 4. Jumlahkan seluruh kuadrat selisih Setelah semua data dihitung, jumlahkan hasil kuadrat tersebut. Σ(xᵢ − x̄)² 5. Hitung varian Untuk populasi, jumlah kuadrat selisih dibagi dengan banyak data. 6. Hitung simpangan baku Simpangan baku diperoleh dengan mencari akar kuadrat dari varian. Contoh Soal 1: Menghitung Varian Data Tunggal Soal: Diketahui data nilai ulangan matematika lima siswa sebagai berikut: 6, 7, 8, 9, 10 Tentukan nilai varian dari data tersebut! Pembahasan Langkah pertama adalah menghitung rata-rata. Jumlah data: 6 + 7 + 8 + 9 + 10 = 40 Banyak data: n = 5 Maka: Mean = 40 / 5 = 8 Selanjutnya, hitung selisih setiap data dengan rata-rata. Data (x) x − mean (x − mean)² 6 -2 4 7 -1 1 8 0 0 9 1 1 10 2 4 Jumlah 0 10 Jumlah kuadrat selisih adalah: Σ(x − x̄)² = 10 Karena data tersebut dianggap sebagai populasi, maka: Varian = 10 / 5 Varian = 2 Jadi, varian data tersebut adalah 2. Contoh Soal 2: Menghitung Simpangan Baku Data Tunggal Soal: Tentukan simpangan baku dari data berikut: 5, 6, 7, 8, 9 Pembahasan Pertama, tentukan rata-rata. Jumlah data: 5 + 6 + 7 + 8 + 9 = 35 Banyak data: 5 Maka: Mean = 35 / 5 = 7 Selanjutnya, buat tabel perhitungan. Data x − mean (x − mean)² 5 -2 4 6 -1 1 7 0 0 8 1 1 9 2 4 Jumlah 0 10 Varian: σ² = 10 / 5 = 2 Simpangan baku: σ = √2 Jadi, simpangan bakunya adalah: √2 ≈ 1,41 Dengan demikian, simpangan baku data tersebut sekitar 1,41. Contoh Soal 3: Varian dan Simpangan Baku Sekaligus Soal: Diketahui data tinggi tanaman dalam satu kelompok adalah: 10, 12, 14, 16, 18 Tentukan: Mean Varian Simpangan baku Pembahasan Langkah 1: Menghitung Mean Jumlah seluruh data: 10 + 12 + 14 + 16 + 18 = 70 Banyak data: 5 Maka: Mean = 70 / 5 = 14 Langkah 2: Menghitung Kuadrat Selisih Data x − 14 (x − 14)² 10 -4 16 12 -2 4 14 0 0 16 2 4 18 4 16 Jumlah 0 40 Langkah 3: Menghitung Varian Karena terdapat lima data: σ² = 40 / 5 σ² = 8 Jadi, variannya adalah 8. Langkah 4: Menghitung Simpangan Baku Simpangan baku merupakan akar dari varian. σ = √8 Karena: √8 = √(4 × 2) maka: σ = 2√2 Jika dibulatkan: σ ≈ 2,83 Jadi, hasil akhirnya adalah: Mean = 14 Varian = 8 Simpangan baku ≈ 2,83 Contoh Soal 4: Data dengan Nilai yang Lebih Bervariasi Soal: Perhatikan data berikut: 4, 6, 8, 10, 12, 14 Hitunglah varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Jumlah data: 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 = 54 Banyak data: 6 Mean: 54 / 6 = 9 Selanjutnya: Data x − 9 (x − 9)² 4 -5 25 6 -3 9 8 -1 1 10 1 1 12 3 9 14 5 25 Jumlah 0 70 Maka varian: σ² = 70 / 6 σ² = 11,67 Kemudian simpangan baku: σ = √11,67 σ ≈ 3,42 Jadi, varian data adalah sekitar 11,67, sedangkan simpangan bakunya sekitar 3,42. Contoh Soal 5: Menghitung Simpangan Baku dari Data Nilai Siswa Soal: Nilai lima siswa dalam sebuah tes adalah: 70, 75, 80, 85, 90 Tentukan varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Pertama, hitung rata-rata: Mean = (70 + 75 + 80 + 85 + 90) / 5 Mean = 400 / 5 Mean = 80 Kemudian hitung kuadrat selisih setiap data. Nilai Selisih dari Mean Kuadrat Selisih 70 -10 100 75 -5 25 80 0 0 85 5 25 90 10 100 Jumlah 0 250 Varian: σ² = 250 / 5 σ² = 50 Simpangan baku: σ = √50 σ = 5√2 σ ≈ 7,07 Jadi, varian data adalah 50 dan simpangan bakunya sekitar 7,07. Contoh Soal 6: Menentukan Varian Jika Simpangan Baku Diketahui Soal: Sebuah kumpulan data memiliki simpangan baku sebesar 6. Tentukan nilai variannya! Pembahasan Hubungan antara varian dan simpangan baku adalah: Simpangan baku = √Varian Karena simpangan baku diketahui sebesar 6, maka: Varian = 6² Varian = 36 Jadi, nilai variannya adalah 36. Soal seperti ini relatif lebih mudah karena tidak perlu menghitung mean dan penyimpangan masing-masing data. Contoh Soal 7: Membandingkan Penyebaran Dua Data Soal: Diketahui dua kelompok data berikut. Kelompok A: 7, 8, 9, 10, 11 Kelompok B: 3, 6, 9, 12, 15 Kelompok manakah yang memiliki penyebaran data lebih besar berdasarkan simpangan baku? Pembahasan Kedua kelompok memiliki mean yang sama. Kelompok A: Mean = 9 Kuadrat selisih: 4 + 1 + 0 + 1 + 4 = 10 Varian: 10 / 5 = 2 Simpangan baku: √2 ≈ 1,41 Untuk Kelompok B: Mean = 9 Kuadrat selisih: 36 + 9 + 0 + 9 + 36 = 90 Varian: 90 / 5 = 18 Simpangan baku: √18 ≈ 4,24 Dari hasil tersebut, terlihat bahwa kedua kelompok memiliki rata-rata yang sama, tetapi penyebarannya berbeda. Kelompok A memiliki simpangan baku sekitar 1,41, sedangkan Kelompok B sekitar 4,24. Artinya, nilai-nilai pada Kelompok B tersebar lebih jauh dari rata-ratanya dibandingkan Kelompok A. Tips Cepat Mengerjakan Soal Simpangan Baku dan Varian Agar tidak mudah salah ketika mengerjakan soal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Jangan langsung menggunakan rumus simpangan baku Pastikan nilai rata-rata sudah benar terlebih dahulu. Kesalahan pada mean akan memengaruhi seluruh perhitungan berikutnya. 2. Perhatikan tanda negatif Ketika menghitung selisih data dengan mean, hasilnya bisa negatif. Namun, setelah dikuadratkan, hasilnya selalu positif. Misalnya: (6 − 8)² = (-2)² = 4 Bukan -4. 3. Bedakan varian dengan simpangan baku Varian dan simpangan baku memiliki hubungan, tetapi nilainya berbeda. Jika varian = 9, maka: Simpangan baku = √9 = 3 4. Perhatikan apakah data merupakan populasi atau sampel Jika soal meminta varian atau simpangan baku populasi, pembaginya adalah N. Jika soal meminta ukuran sampel dengan rumus sampel, pembaginya adalah n − 1. 5. Gunakan tabel untuk mengurangi kesalahan Untuk data yang cukup banyak, tabel dengan kolom data, selisih dari mean, dan kuadrat selisih akan membuat proses perhitungan lebih teratur. Kesalahan yang Sering Terjadi Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengerjakan soal simpangan baku dan varian. Pertama, salah menghitung mean. Karena mean menjadi dasar untuk mencari penyimpangan, kesalahan kecil pada tahap ini dapat membuat hasil akhir salah. Kedua, lupa mengkuadratkan selisih. Varian menggunakan kuadrat dari selisih data dengan rata-rata, bukan selisih biasa. Ketiga, salah menentukan pembagi. Untuk populasi digunakan N, sedangkan pada rumus sampel digunakan n − 1. Keempat, menganggap varian sama dengan simpangan baku. Padahal, simpangan baku adalah akar kuadrat dari varian. Kelima, terburu-buru melakukan pembulatan. Sebaiknya gunakan nilai yang lebih presisi selama proses perhitungan dan lakukan pembulatan pada hasil akhir. Kesimpulan Simpangan baku dan varian data tunggal merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran suatu kumpulan data terhadap nilai rata-ratanya. Varian diperoleh dengan menghitung rata-rata kuadrat selisih setiap data terhadap mean, sedangkan simpangan baku diperoleh dengan mengambil akar kuadrat dari varian. Untuk mengerjakan soal, langkah yang paling aman adalah menghitung mean terlebih dahulu, kemudian mencari selisih setiap data dengan mean, mengkuadratkan selisih tersebut, menjumlahkannya, dan membaginya sesuai jenis data yang digunakan. Setelah mendapatkan varian, simpangan baku dapat diperoleh dengan cara mengambil akar kuadratnya. Dengan memahami alur tersebut, berbagai contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal dapat dikerjakan secara lebih mudah dan sistematis. Kunci utamanya bukan hanya menghafal rumus, tetapi memahami hubungan antara rata-rata, penyebaran data, varian, dan simpangan baku.](https://daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Gemini_Generated_Image_stezgqstezgqstez.jpeg)


Post Comment