Haissem Hassan: Permata Baru Mesir yang Mengguncang Panggung Piala Dunia 2026

Haissem Hassan: Permata Baru Mesir yang Mengguncang Panggung Piala Dunia 2026

Sekolapedia – 09 Juli 2026 | Di balik riuhnya kontroversi yang menyelimuti laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Mesir dan Argentina, dunia sepak bola justru menemukan satu sosok yang mencuri perhatian: Haissem Hassan. Meski Pasukan Firaun harus menelan pil pahit kekalahan 2-3 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, penampilan pemain sayap berusia 24 tahun ini menjadi oase di tengah ketegangan yang terjadi di lapangan hijau.

Haissem Hassan bukanlah nama yang asing bagi pengamat sepak bola Eropa, namun bagi publik global, aksinya di Amerika Serikat adalah sebuah perkenalan yang memukau. Lahir di Bagnolet, Prancis, pada 8 Februari 2002, Haissem memiliki latar belakang multikultural yang kaya. Dibesarkan di Prancis, ia sempat menjadi bagian dari tim nasional junior Les Bleus dan turut merasakan atmosfer kompetisi tingkat tinggi, termasuk saat membawa Prancis menempati peringkat ketiga Piala Dunia U-17 2019 di Brasil. Namun, kecintaan pada tanah kelahiran sang ayah membawanya memutuskan untuk beralih kewarganegaraan dan memperkuat tim nasional Mesir pada Maret 2026 lalu.

Dalam duel krusial melawan Argentina, Haissem menunjukkan kelasnya. Meski berhadapan dengan bek-bek kelas dunia, ia tampil tanpa beban, penuh percaya diri, dan memiliki kontrol bola yang luar biasa. Analis sepak bola mencatat bagaimana pergerakannya mampu mengobrak-abrik pertahanan Argentina. Bahkan, ia menjadi target utama pelanggaran keras dari pemain lawan, seperti Nicolas Tagliafico yang dua kali lolos dari hukuman kartu kuning setelah menjatuhkan Haissem. Kontribusi nyata Haissem di laga tersebut ditutup dengan sebuah assist manis yang membuktikan bahwa ia bukan sekadar pemain sayap biasa, melainkan otak serangan yang cerdas.

Ketajaman Haissem di Piala Dunia 2026 tidak luput dari pantauan klub-klub besar Eropa. Kabar terbaru menyebutkan bahwa raksasa Skotlandia, Celtic, telah mengajukan tawaran senilai 3,5 juta poundsterling untuk memboyong pemain milik Real Oviedo tersebut. Meski tawaran awal sempat ditolak karena Real Oviedo mengharapkan nilai transfer yang lebih tinggi, minat besar dari klub-klub top menjadi bukti sahih atas kualitas yang dimiliki sang pemain.

Di luar aksi gemilang Haissem, pertandingan tersebut memang menyisakan luka mendalam bagi kubu Mesir. Pelatih Hossam Hassan secara terbuka meluapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit Francois Letexier. Kontroversi mengenai gol yang dianulir serta pelanggaran yang tidak ditinjau oleh VAR terhadap Mohamed Salah menjadi bumbu panas yang memicu tuduhan keberpihakan FIFA. Namun, di tengah klaim ketidakadilan yang disuarakan oleh pelatih dan pemain, nama Haissem Hassan tetap bersinar sebagai simbol harapan baru bagi masa depan sepak bola Mesir.

🔖 Baca juga:
Tragedi di Zapopan: Marcelo Bielsa Mengamuk dan Akui Kegagalan Total Uruguay di Piala Dunia 2026

Perjalanan karier Haissem Hassan masih sangat panjang. Dengan bakat alami, ketenangan di bawah tekanan, dan kemampuan teknis di atas rata-rata, ia kini menjadi tumpuan harapan bagi negaranya untuk meraih prestasi lebih tinggi di kancah internasional. Kehadirannya tidak hanya sekadar menambah daftar pemain berbakat dalam trah Hassan di Mesir, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi baru Pasukan Firaun siap bersaing di level tertinggi sepak bola dunia. Dunia kini menanti langkah besar selanjutnya dari pemuda berbakat asal Bagnolet ini, baik di level klub maupun panggung internasional mendatang.

Post Comment