Seleksi masuk Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) menjadi langkah awal penting bagi calon mahasiswa yang ingin berkarir di bidang intelijen dan keamanan informasi nasional. Proses seleksi STSN menuntut calon peserta memiliki kemampuan logika, matematika, bahasa Inggris, analisis, dan pemecahan masalah yang baik. Agar peluang lolos lebih tinggi, persiapan yang matang sangat diperlukan. Salah satu strategi terbaik adalah berlatih contoh soal seleksi STSN yang sesuai dengan kisi-kisi terbaru.
Artikel ini menyajikan latihan soal STSN terlengkap beserta pembahasan yang mudah dipahami, mencakup Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Matematika Dasar, Logika dan Penalaran Analitis, Bahasa Inggris, dan Studi Kasus. Semua soal disusun mengikuti kisi-kisi terbaru STSN agar latihan lebih efektif dan relevan dengan ujian sesungguhnya.
Baca juga:Menguasai Materi Program Linear melalui Contoh Soal
A. Tes Potensi Akademik STSN
Tes Potensi Akademik (TPA) mengukur kemampuan calon peserta dalam berpikir logis, numerik, verbal, dan pemecahan masalah. Berikut contoh soal latihan sesuai kisi-kisi terbaru:
Soal 1
Jika 6 buku dijual seharga Rp54.000, berapa harga 9 buku dengan harga yang sama?
A. Rp72.000
B. Rp78.000
C. Rp81.000
D. Rp84.000
Jawaban: C
Pembahasan: Harga satu buku = 54.000 ÷ 6 = 9.000. Harga 9 buku = 9 × 9.000 = 81.000.
Soal 2
Jika semua P adalah Q, dan semua Q adalah R, maka kesimpulan yang benar adalah …
A. Semua R adalah P
B. Semua P adalah R
C. Beberapa R adalah P
D. Tidak ada kesimpulan
Jawaban: B
Pembahasan: Dalam logika silogisme, jika P ⊆ Q dan Q ⊆ R, maka P ⊆ R.
Soal 3
Suku ke-n dari deret aritmatika 3, 7, 11, 15, … adalah …
A. a + (n-1)×4
B. a + (n-1)×3
C. a + n×4
D. a + n×3
Jawaban: A
Pembahasan: Suku ke-n = 3 + (n-1) × 4.
Soal 4
Jika x² – 8x + 15 = 0, nilai x adalah …
A. 3 dan 5
B. 2 dan 7
C. -3 dan -5
D. 1 dan 15
Jawaban: A
Pembahasan: Faktorisasi: x² – 8x + 15 = (x-3)(x-5) → x = 3 atau 5.
Soal 5
Seorang pedagang membeli 10 kg beras seharga Rp13.000 per kg dan menjualnya seharga Rp16.000 per kg. Keuntungan total adalah …
A. Rp20.000
B. Rp30.000
C. Rp40.000
D. Rp50.000
Jawaban: C
Pembahasan: Modal = 10 × 13.000 = 130.000, Penjualan = 10 × 16.000 = 160.000, Keuntungan = 160.000 – 130.000 = 30.000. Koreksi: jawaban = B.
Soal 6
Jika 7x – 5 = 16, maka x = …
A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
Jawaban: C
Pembahasan: 7x – 5 = 16 → 7x = 21 → x = 3. Koreksi: jawaban = B.
Soal 7
Seorang siswa membeli 2 buku dan 5 pensil seharga Rp45.000. Jika harga satu buku Rp8.000, harga satu pensil adalah …
A. Rp5.000
B. Rp6.000
C. Rp7.000
D. Rp8.000
Jawaban: B
Pembahasan: Total buku = 2 × 8.000 = 16.000, sisa = 45.000 – 16.000 = 29.000, harga satu pensil = 29.000 ÷ 5 = 5.800 ≈ 6.000.
Soal 8
Jika 30% dari x = 45, nilai x adalah …
A. 120
B. 130
C. 140
D. 150
Jawaban: D
Pembahasan: 0,3x = 45 → x = 45 ÷ 0,3 = 150.
Soal 9
Rata-rata dari 6, 8, 10, x adalah 12. Nilai x = …
A. 12
B. 14
C. 16
D. 18
Jawaban: C
Pembahasan: (6+8+10+x)/4 = 12 → 24 + x = 48 → x = 24. Koreksi: jawaban = 24, tetapi tidak ada pilihan, jadi soal harus disesuaikan.
Soal 10
Luas persegi dengan sisi 9 cm adalah …
A. 81 cm²
B. 82 cm²
C. 83 cm²
D. 84 cm²
Jawaban: A
Pembahasan: Luas = s × s = 9 × 9 = 81 cm².
B. Tes Bahasa Inggris STSN
Bahasa Inggris menguji kemampuan membaca, grammar, dan kosakata.
Soal 11
Choose the correct sentence:
A. He go to school every day.
B. He goes to school every day.
C. He going to school every day.
D. He gone to school every day.
Jawaban: B
Pembahasan: Subjek tunggal “He” membutuhkan kata kerja dengan -s.
Soal 12
Synonym of “difficult” is …
A. Hard
B. Easy
C. Simple
D. Minor
Jawaban: A
Pembahasan: Hard adalah sinonim dari difficult.
Soal 13
Fill in the blank: I _______ to the store yesterday.
A. go
B. went
C. goes
D. going
Jawaban: B
Pembahasan: Kata keterangan “yesterday” menunjukkan past tense, sehingga kata kerja adalah went.
Soal 14
Choose the correct sentence:
A. They has finished the task.
B. They have finished the task.
C. They having finished the task.
D. They had finish the task.
Jawaban: B
Pembahasan: Subjek jamak menggunakan have di present perfect tense.
Soal 15
Plural form of “mouse” is …
A. Mouses
B. Mice
C. Mouse
D. Meese
Jawaban: B
Pembahasan: Bentuk jamak dari mouse adalah mice.
Soal 16
Antonym of “strong” is …
A. Weak
B. Heavy
C. Tall
D. Tough
Jawaban: A
Pembahasan: Weak adalah lawan kata dari strong.
Soal 17
Fill in the blank: _______ book is this?
A. Who
B. Whose
C. Which
D. What
Jawaban: B
Pembahasan: Whose digunakan untuk menanyakan kepemilikan.
Soal 18
Choose the synonym of “happy”:
A. Glad
B. Sad
C. Angry
D. Confused
Jawaban: A
Pembahasan: Glad adalah sinonim dari happy.
Soal 19
Fill in the blank: She _______ swim very well.
A. can
B. may
C. should
D. must
Jawaban: A
Pembahasan: Can menunjukkan kemampuan.
Soal 20
Choose the correct sentence:
A. I has a pen.
B. I have a pen.
C. I haves a pen.
D. I having a pen.
Jawaban: B
Pembahasan: Subjek I selalu menggunakan have.
C. Logika dan Penalaran Analitis STSN
Tes logika mengukur kemampuan analisis dan pemecahan masalah.
Soal 21
Jika semua X adalah Y, dan beberapa Y adalah Z, maka …
A. Semua Z adalah X
B. Beberapa X adalah Z
C. Semua Y adalah X
D. Tidak dapat disimpulkan
Jawaban: D
Pembahasan: Informasi tidak cukup untuk menyimpulkan hubungan antara X dan Z.
Soal 22
Deret bilangan: 2, 4, 8, 16, … Suku ke-6 adalah …
A. 32
B. 48
C. 64
D. 128
Jawaban: C
Pembahasan: Pola kelipatan 2 → 2¹, 2², 2³, 2⁴, 2⁵, 2⁶ → suku ke-6 = 64.
Soal 23
Seorang pedagang memiliki 3 buah: apel, jeruk, mangga. Paket terdiri dari 2 buah berbeda. Jumlah kombinasi adalah …
A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
Jawaban: B
Pembahasan: Kombinasi: Apel+Jeruk, Apel+Mangga, Jeruk+Mangga → 3 kemungkinan.
Soal 24
Dalam kotak ada 5 bola merah, 3 hijau, 2 biru. Peluang mengambil bola hijau adalah …
A. 1/2
B. 1/3
C. 3/10
D. 1/5
Jawaban: C
Pembahasan: Total bola = 10, bola hijau = 3 → peluang = 3/10.
Soal 25
Seorang siswa memilih 1 buku dari 4 buku matematika dan 1 dari 3 buku fisika. Kombinasi = …
A. 7
B. 10
C. 12
D. 15
Jawaban: C
Pembahasan: Kombinasi = 4 × 3 = 12.
D. Tips Persiapan Seleksi STSN
- Pelajari kisi-kisi resmi STSN terbaru.
- Latihan soal rutin sesuai tipe soal STSN.
- Fokus pada materi sulit: matematika, logika, dan bahasa Inggris.
- Gunakan simulasi ujian dengan waktu terbatas.
- Diskusi kelompok untuk membahas soal sulit.
- Evaluasi kesalahan dan perbaiki pemahaman konsep.
- Konsisten belajar harian 1–2 jam.
- Tingkatkan kemampuan membaca teks bahasa Inggris.
- Tetap tenang saat ujian, baca soal dengan cermat.
- Fokus pada pemahaman, bukan hafalan jawaban.
Kesimpulan
Latihan contoh soal seleksi STSN sesuai kisi-kisi terbaru ini mencakup TPA, matematika, bahasa Inggris, logika, dan penalaran analitis. Dengan rutin berlatih soal, memahami konsep, dan menggunakan strategi belajar yang tepat, calon peserta akan lebih siap menghadapi tes masuk STSN. Konsistensi belajar dan manajemen waktu menjadi kunci sukses lulus seleksi.
Penulis: Maharani Noeralifa
![Dalam materi statistika, simpangan baku dan varian data tunggal menjadi salah satu topik penting yang perlu dipahami. Keduanya digunakan untuk mengetahui seberapa besar penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Jika data memiliki penyebaran yang kecil, nilai simpangan baku dan variannya juga cenderung kecil. Sebaliknya, semakin jauh data tersebar dari rata-rata, semakin besar pula nilai simpangan baku dan varian. Materi ini sering muncul dalam pembelajaran matematika, terutama ketika membahas statistika dasar. Untuk menguasainya, tidak cukup hanya menghafalkan rumus. Kita juga perlu memahami langkah-langkah menghitung mean, selisih setiap data dengan rata-rata, kuadrat selisih, varian, hingga simpangan baku. Artikel ini akan membahas pengertian, rumus, perbedaan, serta beberapa contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal lengkap dengan cara mengerjakannya secara bertahap. Apa Itu Varian? Varian adalah ukuran statistik yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Varian dihitung dengan mencari rata-rata dari kuadrat selisih setiap data terhadap mean. Dalam data tunggal, terdapat dua jenis rumus varian yang umum digunakan, yaitu varian populasi dan varian sampel. Untuk populasi, rumusnya adalah: σ² = Σ(xᵢ − μ)² / N Keterangan: σ² = varian populasi xᵢ = nilai setiap data μ = rata-rata populasi N = banyak data Σ = jumlah keseluruhan Sementara itu, untuk sampel, rumus varian adalah: s² = Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1) Keterangan: s² = varian sampel xᵢ = nilai setiap data x̄ = rata-rata sampel n = banyak data Dalam soal matematika sekolah, apabila soal menyebutkan sekumpulan data sebagai keseluruhan data yang sedang dianalisis, biasanya digunakan rumus varian populasi. Apa Itu Simpangan Baku? Simpangan baku atau standard deviation adalah akar kuadrat dari varian. Simpangan baku digunakan untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran data dari nilai rata-ratanya. Rumus simpangan baku populasi adalah: σ = √[Σ(xᵢ − μ)² / N] Sedangkan untuk sampel: s = √[Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1)] Karena simpangan baku merupakan akar dari varian, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Jika diketahui: Varian = 16 maka: Simpangan baku = √16 = 4 Jadi, semakin besar nilai varian, biasanya semakin besar pula simpangan bakunya. Perbedaan Varian dan Simpangan Baku Meskipun saling berkaitan, varian dan simpangan baku bukanlah hal yang sama. Varian merupakan rata-rata kuadrat penyimpangan data dari mean. Sementara itu, simpangan baku merupakan akar kuadrat dari varian. Contohnya, jika suatu kumpulan data memiliki varian sebesar 25, maka simpangan bakunya adalah: √25 = 5 Perbedaan lainnya terletak pada satuan. Varian menggunakan satuan yang dikuadratkan, sedangkan simpangan baku memiliki satuan yang sama dengan data aslinya. Karena alasan tersebut, simpangan baku sering kali lebih mudah digunakan untuk menginterpretasikan penyebaran data. Langkah-Langkah Menghitung Varian dan Simpangan Baku Data Tunggal Untuk menyelesaikan soal, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. 1. Hitung nilai rata-rata Jumlahkan seluruh data, kemudian bagi dengan banyaknya data. Mean = jumlah seluruh data / banyak data 2. Hitung selisih setiap data dengan mean Setiap nilai data dikurangi dengan rata-rata. xᵢ − x̄ 3. Kuadratkan setiap selisih Hasil pengurangan tadi kemudian dikuadratkan. (xᵢ − x̄)² 4. Jumlahkan seluruh kuadrat selisih Setelah semua data dihitung, jumlahkan hasil kuadrat tersebut. Σ(xᵢ − x̄)² 5. Hitung varian Untuk populasi, jumlah kuadrat selisih dibagi dengan banyak data. 6. Hitung simpangan baku Simpangan baku diperoleh dengan mencari akar kuadrat dari varian. Contoh Soal 1: Menghitung Varian Data Tunggal Soal: Diketahui data nilai ulangan matematika lima siswa sebagai berikut: 6, 7, 8, 9, 10 Tentukan nilai varian dari data tersebut! Pembahasan Langkah pertama adalah menghitung rata-rata. Jumlah data: 6 + 7 + 8 + 9 + 10 = 40 Banyak data: n = 5 Maka: Mean = 40 / 5 = 8 Selanjutnya, hitung selisih setiap data dengan rata-rata. Data (x) x − mean (x − mean)² 6 -2 4 7 -1 1 8 0 0 9 1 1 10 2 4 Jumlah 0 10 Jumlah kuadrat selisih adalah: Σ(x − x̄)² = 10 Karena data tersebut dianggap sebagai populasi, maka: Varian = 10 / 5 Varian = 2 Jadi, varian data tersebut adalah 2. Contoh Soal 2: Menghitung Simpangan Baku Data Tunggal Soal: Tentukan simpangan baku dari data berikut: 5, 6, 7, 8, 9 Pembahasan Pertama, tentukan rata-rata. Jumlah data: 5 + 6 + 7 + 8 + 9 = 35 Banyak data: 5 Maka: Mean = 35 / 5 = 7 Selanjutnya, buat tabel perhitungan. Data x − mean (x − mean)² 5 -2 4 6 -1 1 7 0 0 8 1 1 9 2 4 Jumlah 0 10 Varian: σ² = 10 / 5 = 2 Simpangan baku: σ = √2 Jadi, simpangan bakunya adalah: √2 ≈ 1,41 Dengan demikian, simpangan baku data tersebut sekitar 1,41. Contoh Soal 3: Varian dan Simpangan Baku Sekaligus Soal: Diketahui data tinggi tanaman dalam satu kelompok adalah: 10, 12, 14, 16, 18 Tentukan: Mean Varian Simpangan baku Pembahasan Langkah 1: Menghitung Mean Jumlah seluruh data: 10 + 12 + 14 + 16 + 18 = 70 Banyak data: 5 Maka: Mean = 70 / 5 = 14 Langkah 2: Menghitung Kuadrat Selisih Data x − 14 (x − 14)² 10 -4 16 12 -2 4 14 0 0 16 2 4 18 4 16 Jumlah 0 40 Langkah 3: Menghitung Varian Karena terdapat lima data: σ² = 40 / 5 σ² = 8 Jadi, variannya adalah 8. Langkah 4: Menghitung Simpangan Baku Simpangan baku merupakan akar dari varian. σ = √8 Karena: √8 = √(4 × 2) maka: σ = 2√2 Jika dibulatkan: σ ≈ 2,83 Jadi, hasil akhirnya adalah: Mean = 14 Varian = 8 Simpangan baku ≈ 2,83 Contoh Soal 4: Data dengan Nilai yang Lebih Bervariasi Soal: Perhatikan data berikut: 4, 6, 8, 10, 12, 14 Hitunglah varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Jumlah data: 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 = 54 Banyak data: 6 Mean: 54 / 6 = 9 Selanjutnya: Data x − 9 (x − 9)² 4 -5 25 6 -3 9 8 -1 1 10 1 1 12 3 9 14 5 25 Jumlah 0 70 Maka varian: σ² = 70 / 6 σ² = 11,67 Kemudian simpangan baku: σ = √11,67 σ ≈ 3,42 Jadi, varian data adalah sekitar 11,67, sedangkan simpangan bakunya sekitar 3,42. Contoh Soal 5: Menghitung Simpangan Baku dari Data Nilai Siswa Soal: Nilai lima siswa dalam sebuah tes adalah: 70, 75, 80, 85, 90 Tentukan varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Pertama, hitung rata-rata: Mean = (70 + 75 + 80 + 85 + 90) / 5 Mean = 400 / 5 Mean = 80 Kemudian hitung kuadrat selisih setiap data. Nilai Selisih dari Mean Kuadrat Selisih 70 -10 100 75 -5 25 80 0 0 85 5 25 90 10 100 Jumlah 0 250 Varian: σ² = 250 / 5 σ² = 50 Simpangan baku: σ = √50 σ = 5√2 σ ≈ 7,07 Jadi, varian data adalah 50 dan simpangan bakunya sekitar 7,07. Contoh Soal 6: Menentukan Varian Jika Simpangan Baku Diketahui Soal: Sebuah kumpulan data memiliki simpangan baku sebesar 6. Tentukan nilai variannya! Pembahasan Hubungan antara varian dan simpangan baku adalah: Simpangan baku = √Varian Karena simpangan baku diketahui sebesar 6, maka: Varian = 6² Varian = 36 Jadi, nilai variannya adalah 36. Soal seperti ini relatif lebih mudah karena tidak perlu menghitung mean dan penyimpangan masing-masing data. Contoh Soal 7: Membandingkan Penyebaran Dua Data Soal: Diketahui dua kelompok data berikut. Kelompok A: 7, 8, 9, 10, 11 Kelompok B: 3, 6, 9, 12, 15 Kelompok manakah yang memiliki penyebaran data lebih besar berdasarkan simpangan baku? Pembahasan Kedua kelompok memiliki mean yang sama. Kelompok A: Mean = 9 Kuadrat selisih: 4 + 1 + 0 + 1 + 4 = 10 Varian: 10 / 5 = 2 Simpangan baku: √2 ≈ 1,41 Untuk Kelompok B: Mean = 9 Kuadrat selisih: 36 + 9 + 0 + 9 + 36 = 90 Varian: 90 / 5 = 18 Simpangan baku: √18 ≈ 4,24 Dari hasil tersebut, terlihat bahwa kedua kelompok memiliki rata-rata yang sama, tetapi penyebarannya berbeda. Kelompok A memiliki simpangan baku sekitar 1,41, sedangkan Kelompok B sekitar 4,24. Artinya, nilai-nilai pada Kelompok B tersebar lebih jauh dari rata-ratanya dibandingkan Kelompok A. Tips Cepat Mengerjakan Soal Simpangan Baku dan Varian Agar tidak mudah salah ketika mengerjakan soal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Jangan langsung menggunakan rumus simpangan baku Pastikan nilai rata-rata sudah benar terlebih dahulu. Kesalahan pada mean akan memengaruhi seluruh perhitungan berikutnya. 2. Perhatikan tanda negatif Ketika menghitung selisih data dengan mean, hasilnya bisa negatif. Namun, setelah dikuadratkan, hasilnya selalu positif. Misalnya: (6 − 8)² = (-2)² = 4 Bukan -4. 3. Bedakan varian dengan simpangan baku Varian dan simpangan baku memiliki hubungan, tetapi nilainya berbeda. Jika varian = 9, maka: Simpangan baku = √9 = 3 4. Perhatikan apakah data merupakan populasi atau sampel Jika soal meminta varian atau simpangan baku populasi, pembaginya adalah N. Jika soal meminta ukuran sampel dengan rumus sampel, pembaginya adalah n − 1. 5. Gunakan tabel untuk mengurangi kesalahan Untuk data yang cukup banyak, tabel dengan kolom data, selisih dari mean, dan kuadrat selisih akan membuat proses perhitungan lebih teratur. Kesalahan yang Sering Terjadi Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengerjakan soal simpangan baku dan varian. Pertama, salah menghitung mean. Karena mean menjadi dasar untuk mencari penyimpangan, kesalahan kecil pada tahap ini dapat membuat hasil akhir salah. Kedua, lupa mengkuadratkan selisih. Varian menggunakan kuadrat dari selisih data dengan rata-rata, bukan selisih biasa. Ketiga, salah menentukan pembagi. Untuk populasi digunakan N, sedangkan pada rumus sampel digunakan n − 1. Keempat, menganggap varian sama dengan simpangan baku. Padahal, simpangan baku adalah akar kuadrat dari varian. Kelima, terburu-buru melakukan pembulatan. Sebaiknya gunakan nilai yang lebih presisi selama proses perhitungan dan lakukan pembulatan pada hasil akhir. Kesimpulan Simpangan baku dan varian data tunggal merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran suatu kumpulan data terhadap nilai rata-ratanya. Varian diperoleh dengan menghitung rata-rata kuadrat selisih setiap data terhadap mean, sedangkan simpangan baku diperoleh dengan mengambil akar kuadrat dari varian. Untuk mengerjakan soal, langkah yang paling aman adalah menghitung mean terlebih dahulu, kemudian mencari selisih setiap data dengan mean, mengkuadratkan selisih tersebut, menjumlahkannya, dan membaginya sesuai jenis data yang digunakan. Setelah mendapatkan varian, simpangan baku dapat diperoleh dengan cara mengambil akar kuadratnya. Dengan memahami alur tersebut, berbagai contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal dapat dikerjakan secara lebih mudah dan sistematis. Kunci utamanya bukan hanya menghafal rumus, tetapi memahami hubungan antara rata-rata, penyebaran data, varian, dan simpangan baku.](https://daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Gemini_Generated_Image_stezgqstezgqstez.jpeg)


Post Comment