Sekolapedia – 04 Juli 2026 | Sebuah insiden tragis mengguncang wilayah Papua Pegunungan setelah pesawat perintis milik PT Associated Mission Aviation (AMA) dibakar dan pilotnya ditembak mati oleh kelompok bersenjata di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Yahukimo. Korban bernama Captain Nicholas F. Goselin, seorang warga negara Amerika Serikat berusia 29 tahun, tewas dalam serangan yang terjadi pada Kamis (2/7/2026). Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam berbagai pihak, mengingat peran krusial maskapai tersebut dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan selama puluhan tahun.
Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 yang menangani kasus ini mengungkapkan bahwa penyelidikan awal mengarah pada keterlibatan kelompok baru dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menamakan diri mereka kelompok Bakusip. Kelompok ini dipimpin oleh sosok yang diidentifikasi sebagai M. Mbalingga. Kepala Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol I. G. G. Era Adinata, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah menemukan bukti kuat di lapangan. Foto yang menunjukkan pelaku berdiri di atas bangkai pesawat yang terbakar telah diidentifikasi sebagai M. Mbalingga.
Hingga saat ini, aparat keamanan masih mendalami motif di balik penyerangan tersebut. Meski kelompok Bakusip sempat mengeluarkan ancaman terhadap aktivitas penerbangan di wilayah operasional mereka sebelum insiden terjadi, polisi belum bisa memastikan motif tunggal dari aksi keji ini. Selain itu, terdapat kebingungan terkait klaim tanggung jawab karena kelompok pimpinan Elkius Kobak juga mengeluarkan pernyataan serupa. Pihak kepolisian masih terus menyelidiki apakah terdapat hubungan struktural atau koordinasi antara kelompok Bakusip dengan kelompok Elkius Kobak yang sudah lebih dulu dikenal di wilayah Yahukimo.
Maskapai PT AMA sendiri dikenal luas sebagai penyedia jasa penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di pedalaman Papua selama 67 tahun. Kombes Pol Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, menegaskan bahwa aktivitas maskapai tersebut murni untuk membantu masyarakat dan gereja di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Ia membantah keras narasi yang menyebutkan bahwa maskapai tersebut terlibat dalam aktivitas di luar misi kemanusiaan. Tragedi ini menjadi pukulan berat bagi operasional penerbangan perintis yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat pedalaman.
Tanggapan keras datang dari anggota Komisi XIII DPR RI, Fauqi Hapidekso, yang mengutuk insiden tersebut sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat. Fauqi menekankan bahwa pembunuhan terhadap warga sipil yang menjalankan misi kemanusiaan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Ia mendesak pemerintah untuk segera meningkatkan standar keamanan dan perlindungan bagi seluruh penerbangan perintis di Papua. Menurutnya, jika akses transportasi udara terganggu akibat ancaman bersenjata, maka masyarakat pedalaman akan menjadi pihak yang paling dirugikan karena kehilangan akses terhadap distribusi bahan pangan, tenaga medis, dan pendidikan.
Saat ini, jenazah Captain Nicholas F. Goselin telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Tim Satgas Operasi Damai Cartenz terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan mengidentifikasi persenjataan yang digunakan oleh kelompok tersebut. Insiden di Yahukimo ini menegaskan kembali urgensi penanganan konflik di Papua agar tidak terus menelan korban jiwa, terutama dari kalangan sipil yang berupaya memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
Sebagai langkah lanjut, pemerintah diharapkan dapat segera memulihkan rasa aman di wilayah rawan konflik. Keberadaan penerbangan perintis di Papua bukan sekadar moda transportasi, melainkan simbol harapan dan akses bagi warga di daerah pelosok. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi aparat keamanan untuk memperketat pengawasan di lapangan terbang perintis guna mencegah terulangnya aksi kekerasan serupa di masa depan.



Post Comment