- Skrining administrasi
Soal:
Sebuah resep hanya mencantumkan nama pasien, tanggal, dan nama obat. Resep tidak mencantumkan umur pasien dan tanda tangan dokter.
Pertanyaan: Apakah resep tersebut dapat langsung dilayani?
Jawaban:
Tidak dapat langsung dilayani.
Alasan: Skrining administrasi belum lengkap karena tidak mencantumkan umur pasien dan tanda tangan dokter.
Baca juga:Meneladani Sang Pencerah Zaman:
- Skrining farmasetik
Soal:
Resep berisi:
Amoksisilin 500 mg
S: 3 dd 1
Pasien anak usia 4 tahun
Pertanyaan: Apa masalah yang ditemukan pada skrining farmasetik?
Jawaban:
Dosis tidak sesuai untuk anak.
Alasan: Dosis amoksisilin untuk anak harus disesuaikan dengan berat badan, bukan dosis dewasa.
- Skrining klinis (indikasi)
Soal:
Resep berisi antibiotik, tetapi tidak ada diagnosis atau indikasi yang jelas.
Pertanyaan: Apa yang harus dilakukan oleh tenaga kefarmasian?
Jawaban:
Melakukan klarifikasi kepada dokter.
Alasan: Antibiotik harus diberikan berdasarkan indikasi yang jelas untuk mencegah penggunaan tidak rasional.
Baca juga:Universitas Terbaik di Lampung
- Skrining interaksi obat
Soal:
Resep berisi:
Warfarin
Asam mefenamat
Pertanyaan: Apakah ada potensi masalah?
Jawaban:
Ya, terdapat potensi interaksi obat.
Alasan: Asam mefenamat dapat meningkatkan risiko perdarahan jika digunakan bersama warfarin.
- Skrining stabilitas dan bentuk sediaan
Soal:
Resep berisi sirup yang harus disimpan pada suhu ruang, namun diberi etiket “simpan di lemari es”.
Pertanyaan: Apa kesalahan pada resep tersebut?
Jawaban:
Kesalahan pada cara penyimpanan.
Alasan: Tidak semua sirup harus disimpan di lemari es karena dapat memengaruhi stabilitas obat.
Penulis: Loveytha


Post Comment