×

contoh soal skrining resep

  1. Skrining administrasi
    Soal:
    Sebuah resep hanya mencantumkan nama pasien, tanggal, dan nama obat. Resep tidak mencantumkan umur pasien dan tanda tangan dokter.
    Pertanyaan: Apakah resep tersebut dapat langsung dilayani?

Jawaban:
Tidak dapat langsung dilayani.
Alasan: Skrining administrasi belum lengkap karena tidak mencantumkan umur pasien dan tanda tangan dokter.

Baca juga:Meneladani Sang Pencerah Zaman:

  1. Skrining farmasetik
    Soal:
    Resep berisi:
    Amoksisilin 500 mg
    S: 3 dd 1
    Pasien anak usia 4 tahun
    Pertanyaan: Apa masalah yang ditemukan pada skrining farmasetik?

Jawaban:
Dosis tidak sesuai untuk anak.
Alasan: Dosis amoksisilin untuk anak harus disesuaikan dengan berat badan, bukan dosis dewasa.

  1. Skrining klinis (indikasi)
    Soal:
    Resep berisi antibiotik, tetapi tidak ada diagnosis atau indikasi yang jelas.
    Pertanyaan: Apa yang harus dilakukan oleh tenaga kefarmasian?

Jawaban:
Melakukan klarifikasi kepada dokter.
Alasan: Antibiotik harus diberikan berdasarkan indikasi yang jelas untuk mencegah penggunaan tidak rasional.

Baca juga:Universitas Terbaik di Lampung

🔖 Baca juga:
Cara Memvariasikan Kalimat agar Tulisan Tidak Monoton + Contoh Soal Praktis

FEB Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Kuliah Umum Ekonomi Mikro Bahas Peran Pemerintah dalam Penyediaan Barang Publik

  1. Skrining interaksi obat
    Soal:
    Resep berisi:
    Warfarin
    Asam mefenamat
    Pertanyaan: Apakah ada potensi masalah?

Jawaban:
Ya, terdapat potensi interaksi obat.
Alasan: Asam mefenamat dapat meningkatkan risiko perdarahan jika digunakan bersama warfarin.

  1. Skrining stabilitas dan bentuk sediaan
    Soal:
    Resep berisi sirup yang harus disimpan pada suhu ruang, namun diberi etiket “simpan di lemari es”.
    Pertanyaan: Apa kesalahan pada resep tersebut?

Jawaban:
Kesalahan pada cara penyimpanan.
Alasan: Tidak semua sirup harus disimpan di lemari es karena dapat memengaruhi stabilitas obat.

Penulis: Loveytha

Post Comment