Sekolapedia – 02 November 2026 | Institusi Adhyaksa kini tengah menunjukkan wajah baru yang lebih komprehensif, tidak hanya dalam ranah penegakan hukum tetapi juga dalam penguatan infrastruktur sosial dan pengembangan sumber daya manusia. Langkah strategis ini terlihat dari berbagai lini, mulai dari penyelesaian proyek kesehatan berskala besar, inovasi layanan hukum melalui Adhyaksa Chambers, hingga peningkatan kualitas aparatur melalui sertifikasi kompetensi yang ketat.
Pembangunan RS Adhyaksa Mojokerto: Layanan Kesehatan untuk Semua
Salah satu pencapaian signifikan dalam bidang infrastruktur adalah rampungnya pembangunan Rumah Sakit (RS) Adhyaksa di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Proyek yang dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk ini menelan biaya sebesar Rp214,31 miliar dan berhasil diselesaikan dalam waktu singkat, yakni delapan bulan saja.
Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa kehadiran rumah sakit ini bukan sekadar fasilitas eksklusif bagi internal Kejaksaan. RS Adhyaksa Mojokerto yang merupakan rumah sakit tipe C ini dirancang untuk melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang ekonomi, sosial, maupun agama. Fasilitas yang tersedia pun cukup lengkap, meliputi:
- Ruang Operasi dan Instalasi Gawat Darurat (IGD)
- Teknologi CT Scan dan X-Ray
- Ruang Rawat Inap Umum
- Ruang Rawat Inap Pembantaran untuk kebutuhan yustisial
Menariknya, bangunan ini juga telah meraih Sertifikasi Bangunan Gedung Hijau (BGH) tingkat Madya dari Kementerian PUPR, yang menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
Inovasi Hukum: Adhyaksa Chambers dan Penguatan ADR
Di sektor pelayanan hukum, Kejaksaan Agung tengah menguji gagasan pembentukan Adhyaksa Chambers. Inisiatif ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyelenggaraan Alternative Dispute Resolution (ADR) atau penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, gagasan ini sedang dikaji dari perspektif akademik guna memastikan efektivitas dan legalitasnya dalam sistem hukum nasional.
Kehadiran Adhyaksa Chambers diharapkan dapat memberikan solusi hukum yang lebih cepat dan efisien bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran Jaksa Pengacara Negara dalam menangani perkara-perkara perdata dan tata usaha negara.
Peningkatan Kualitas SDM Melalui Sertifikasi Kompetensi
Untuk mendukung transformasi tersebut, Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI melakukan langkah proaktif dengan membekali para pegawainya. Sebanyak 60 peserta tengah menjalani Pelatihan Asesor Kompetensi untuk memperkuat sistem sertifikasi profesi di lingkungan lembaga.
Kepala Badiklat Kejaksaan RI, Dr. Harli Siregar, menekankan bahwa kualitas dan integritas SDM adalah kunci utama reformasi penegakan hukum. Saat ini, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Badiklat telah menyiapkan tujuh skema sertifikasi strategis, antara lain:
- Pra-penuntutan dan penuntutan tindak pidana terorisme
- Jaksa Pengacara Negara dalam arbitrase dan mediasi perdata
- Penuntut umum perkara disabilitas
- Tindak pidana perdagangan orang (TPPO)
- Mediasi Restorative Justice
- Eksekusi tindak pidana terorisme
Dengan adanya asesor yang kompeten, diharapkan setiap aparatur memiliki standar kemampuan yang terukur dan diakui secara nasional, sehingga mampu menghadapi tantangan kejahatan lintas negara maupun korporasi yang semakin kompleks.
Sisi Lain: Dinamika Adhyaksa FC di Lapangan Hijau
Selain fokus pada layanan hukum dan kesehatan, semangat kompetisi juga terlihat dalam dunia olahraga melalui Adhyaksa FC. Dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027, Adhyaksa FC Bekasi menunjukkan perlawanan sengit saat menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Patriot Candrabhaga. Pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1, sebuah hasil yang menunjukkan determinasi tinggi dari kedua tim di lapangan.
Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil oleh institusi Adhyaksa mencerminkan upaya transformasi menyeluruh. Mulai dari penyediaan fasilitas kesehatan publik, inovasi metode penyelesaian sengketa, hingga standarisasi profesionalisme SDM, semuanya bermuara pada satu tujuan: memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat dan negara.
