Skandal Mahasiswa Gadungan di Bundaran HI: Kapolda Metro Jaya Minta Maaf Terbuka kepada PublikSkandal Mahasiswa Gadungan di Bundaran HI: Kapolda Metro Jaya Minta Maaf Terbuka kepada Publik

Sekolapedia – 03 November 2026 | Polda Metro Jaya akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat menyusul polemik yang terjadi pada acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026. Kegiatan yang dilangsungkan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, tersebut mendadak sorotan publik setelah terungkapnya dugaan keterlibatan massa bayaran dan penggunaan jaket almamater kampus secara tidak sah.

Acara yang mengusung tema ‘Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia’ itu diselenggarakan pada Kamis, 29 Oktober 2026, sehari setelah aksi demonstrasi memperingati Hari Sumpah Pemuda. Dihadiri oleh sekitar 100 peserta dan sejumlah elemen masyarakat, kegiatan ini awalnya berjalan lancar. Namun, perbincangan di media sosial dengan cepat memanas ketika identitas sejumlah peserta yang mengenakan atribut universitas dipertanyakan oleh warganet.

Sejumlah peserta kedapatan tidak mampu menjawab pertanyaan seputar universitas yang mereka wakili. Kasus ini semakin mencuat setelah pengakuan terbuka dari beberapa oknum peserta, seperti Bayu Setiadi alias Dino dan Sari Putri. Keduanya secara blak-blakan mengaku diundang oleh komunitas tertentu dan menerima imbalan finansial, serta dibagikan atribut almamater kampus seperti Universitas Dian Nusantara dan Universitas Bina Sarana Informatika tanpa status kemahasiswaan yang sah.

Menanggapi gelombang kritik yang kian meluas, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa institusinya siap menerima segala masukan dengan lapang dada. Terkait insiden ini, pihak kepolisian menegaskan bahwa pernyataan kapolda metro jaya minta maaf menjadi langkah awal yang tegas untuk meredakan ketegangan publik serta memperbaiki sistem pengawasan internal.

Selain masalah mahasiswa gadungan, sorotan publik juga sempat mengarah kepada kehadiran Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, serta kreator konten Willie Salim. Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian menegaskan bahwa kedua figur publik itu hadir murni sebagai tamu undangan untuk mendukung semangat Sumpah Pemuda, dan sama sekali tidak terlibat dalam kepanitiaan maupun proses perekrutan peserta.

Lebih lanjut, pihak kepolisian memastikan bahwa keputusan kapolda metro jaya minta maaf bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata evaluasi mendalam terhadap tata kelola dan mekanisme verifikasi acara di masa mendatang. Penyelidikan lanjutan terkait dugaan pemalsuan identitas peserta dan pihak yang mengoordinasikannya kini masih terus berjalan di internal kepolisian.

Peristiwa ini memberikan pelajaran berharga bagi berbagai pihak mengenai pentingnya transparansi, koordinasi yang matang, serta verifikasi data yang ketat dalam setiap penyelenggaraan kegiatan publik. Komitmen kapolda metro jaya minta maaf diharapkan mampu memulihkan kepercayaan publik serta menjaga marwah institusi kepolisian agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *