Laga roma vs sassuolo akan tersaji pada pekan ke-11 Serie A Liga Italia 2026-2027 di Stadion Olimpico, Roma. Duel ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/11/2026) pukul 02.45 WIB. Sassuolo datang dengan beban berat setelah enam pertandingan tanpa kemenangan, dengan lima di antaranya berakhir kekalahan.

Posisi I Neroverdi di klasemen semakin terpuruk. Mereka kini menghuni peringkat ke-17, hanya satu tingkat di atas zona degradasi. Kekalahan pada laga roma vs sassuolo berpotensi membuat Sassuolo masuk ke zona merah pada pekan ini.

Performa Sassuolo yang Mengkhawatirkan

Dua kekalahan telak mewarnai perjalanan Sassuolo dalam sepekan terakhir. Tim asuhan Alberto Aquilani takluk 2-6 dari Lazio, lalu menyerah 2-4 melawan Fiorentina. Hasil itu memperpanjang tren negatif dan membuat tekanan pada tim semakin besar.

Kembalinya Jay Idzes dari cedera belum mampu mengangkat performa lini belakang. Aquilani pun mengakui bahwa sektor pertahanan menjadi masalah utama timnya. Menurutnya, kesalahan mendasar dalam bertahan membuat Sassuolo kehilangan banyak poin.

“Kami telah mengubah beberapa hal, tetapi kami kebobolan gol dengan sangat mudah, dan sayangnya itulah yang membuat perbedaan,” ujar Aquilani setelah kekalahan atas Fiorentina.

Aquilani Pertimbangkan Skema Tiga Bek

Selama ini Aquilani setia menerapkan formasi 4-3-3 sebagai bagian dari filosofi permainan Sassuolo. Namun, saat menghadapi Frosinone, ia sempat beralih ke 4-2-3-1 meski hasilnya tetap kurang memuaskan.

Muncul desakan agar Aquilani kembali menggunakan pendekatan yang dulu membawa kesuksesan. Saat menangani Catanzaro, ia memakai skema 3-4-2-1 yang membuat tim tersebut konsisten dan bersaing di babak play-off Serie A musim lalu.

Aquilani tidak menutup kemungkinan menerapkan tiga bek saat menghadapi Roma. Meski begitu, ia menegaskan bahwa sistem itu bukan pilihan utama karena skuad Sassuolo saat ini tidak dibangun untuk bermain dengan tiga pemain bertahan.

Jay Idzes Masih Jadi Andalan

Jay Idzes tetap menjadi tumpuan di lini belakang Sassuolo. Bek asal Indonesia itu diharapkan mampu memberikan stabilitas pertahanan yang selama ini menjadi titik lemah tim. Kembalinya Idzes dari cedera memang belum berdampak besar, tetapi perannya tetap vital.

Aquilani menyadari bahwa perubahan sistem membutuhkan waktu. Menurutnya, tidak ada solusi instan untuk memperbaiki pertahanan, terlebih karena jadwal pertandingan yang padat.

“Pertahanan tiga pemain adalah sebuah pilihan. Skuad saya tidak dibangun untuk bertahan dengan tiga pemain karena ada beberapa pemain sayap yang sangat bagus, beberapa pemain ofensif yang tidak mampu melakukan tugas itu, dan tidak mudah untuk mengubah sistem dalam semalam,” kata Aquilani.

“Pertahanan tiga pemain perlu diperbaiki; tidak ada tongkat ajaib, dan saat ini kami tidak punya waktu untuk itu, tetapi itu adalah sesuatu yang saya ketahui dengan baik; saya melakukannya tahun lalu, tetapi itu bisa menjadi solusi,” tambahnya dalam konferensi pers dikutip dari Sassuolo News.

Prediksi dan Dampak Laga

Laga roma vs sassuolo menjadi ujian berat bagi Aquilani dan pasukannya. Roma yang bermain di kandang tentu diunggulkan, sementara Sassuolo wajib meraih poin untuk menjauh dari zona degradasi.

Jika kembali kalah, posisi Sassuolo di klasemen bisa semakin terpuruk. Sebaliknya, hasil positif di Olimpico akan menjadi modal berharga untuk membangkitkan kepercayaan diri Jay Idzes dan kolega.

Pertanyaan besar jelang laga ini adalah apakah Aquilani berani mengambil risiko dengan skema tiga bek, atau tetap bertahan pada 4-3-3 yang selama ini menjadi identitas timnya. Jawabannya akan terlihat di lapangan pada Minggu dini hari nanti.

Sumber referensi: bola.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *