Revolusi Digital Keagamaan: Muhammadiyah Resmi Luncurkan ChatHPT untuk Akses Ribuan Dokumen FatwaRevolusi Digital Keagamaan: Muhammadiyah Resmi Luncurkan ChatHPT untuk Akses Ribuan Dokumen Fatwa

Sekolapedia – 07 November 2026 | Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kembali membuat terobosan besar di era transformasi digital dengan meluncurkan sebuah asisten cerdas berbasis kecerdasan buatan bernama ChatHPT. Inovasi mutakhir ini diperkenalkan secara resmi dalam rangkaian pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih XXXIII yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Kehadiran teknologi ini dirancang khusus untuk mempermudah masyarakat luas, akademisi, mubaligh, hingga peneliti dalam menelusuri, menemukan, dan memahami khazanah keilmuan Islam serta produk hukum dari Majelis Tarjih dan Tajdid secara cepat dan akurat.

Selama ini, umat Islam kerap menghadapi kendala praktis ketika ingin merujuk fatwa, putusan, maupun tanya jawab agama karena dokumen-dokumen resmi tersebut tersebar di ribuan halaman arsip fisik maupun digital yang tebal. Melalui ChatHPT, hambatan tersebut dapat diatasi dengan cara yang jauh lebih praktis. Pengguna cukup mengetikkan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari, dan sistem canggih ini akan secara otomatis menelusuri dokumen yang relevan, menyusun jawaban yang komprehensif, serta menyertakan tautan rujukan langsung ke naskah aslinya.

Dari sisi teknis, keunggulan utama platform ini terletak pada basis pengetahuan yang sangat ketat dan terverifikasi. Sistem tidak mengambil data secara serampangan dari internet umum guna menghindari risiko halusinasi informasi. Basis data ChatHPT dihimpun dari ribuan dokumen resmi, yang mencakup:

  • 1.153 naskah putusan, fatwa, dan tanya jawab agama
  • 2.742 konsep fikih dan usul fikih
  • 3.855 entitas penting yang meliputi tokoh, perawi, kitab, dan lembaga

Berdasarkan data uji coba yang dimulai sejak Agustus hingga November 2026, platform ini telah mencatat puluhan ribu interaksi. Topik seputar ibadah salat tercatat menjadi persoalan yang paling sering ditanyakan oleh masyarakat, mendominasi sekitar 19,3 persen dari total keseluruhan pertanyaan yang masuk ke dalam sistem.

Kolaborasi strategis dalam pengembangan teknologi ini melibatkan berbagai unsur penting di internal Muhammadiyah. Majelis Tarjih dan Tajdid memegang kendali penuh dalam menjaga otoritas keilmuan dan substansi syariat, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) mengelola dokumentasi serta kanal digital, sementara LabMu bertanggung jawab penuh atas pengembangan arsitektur kecerdasan buatan dan integrasi sistem pencarian.

Kendati ditenagai oleh teknologi kecerdasan buatan mutakhir, PP Muhammadiyah secara tegas menekankan bahwa ChatHPT bukanlah sosok mufti digital yang berwenang menetapkan hukum atau fatwa keagamaan baru. Peran utamanya murni sebagai alat bantu navigasi pustaka digital. Apabila pengguna mengajukan pertanyaan mengenai kasus baru yang belum pernah diputuskan oleh para ulama Tarjih, sistem akan dengan jujur menyatakan bahwa belum ada putusan resmi, alih-alih mengarang jawaban sendiri.

Menatap masa depan era digital, kehadiran inovasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan penghubung antara khazanah keilmuan Islam klasik abad modern dengan kebutuhan praktis generasi muda seperti Gen Z dan generasi Alfa, sehingga pemahaman keagamaan umat dapat diakses secara lebih mudah, transparan, dan akuntabel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *