Pemerintah Rusia memberikan tanggapan resmi terkait hasil pemilu sela Amerika Serikat yang berlangsung pada Selasa (3/11). Hasil tersebut membuat Partai Republik yang dipimpin Presiden Donald Trump kehilangan kendali penuh atas dua majelis tertinggi Kongres, yakni Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Kekalahan ini menjadi pukulan politik bagi Partai Republik yang sebelumnya mendominasi legislatif.

Kremlin Berharap Putin Terus Melanjutkan Upaya Perdamaian

Juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa Moskow berharap Presiden Trump akan melanjutkan upaya mengakhiri konflik di Ukraina. Pernyataan ini disampaikan meski Partai Republik mengalami kekalahan dalam pemilu sela. Menurut Peskov, posisi Trump sebagai presiden masih tetap kuat untuk mendorong proses perdamaian.

“Presiden Trump masih menjabat, dan kami sangat berharap dia akan melanjutkan upaya perdamaiannya,” kata Peskov pada Rabu (4/11), sebagaimana dikutip Russia Today. Ia menambahkan bahwa telah ada kemajuan dalam proses tersebut dan putaran perundingan trilateral lainnya akan segera dilaksanakan.

Sikap Rusia Soal Kongres Baru AS

Ketika ditanya apakah Kongres baru yang dikuasai Partai Demokrat dapat menghalangi inisiatif diplomatik Trump, Peskov menolak untuk berspekulasi. Ia menyebut persoalan tersebut sebagai “urusan dalam negeri AS”. Dengan demikian, Kremlin memilih untuk tidak mencampuri dinamika politik internal Amerika Serikat.

Pernyataan ini muncul sehari setelah Partai Demokrat memastikan kendali atas Senat dan DPR dalam pemilu paruh waktu. Hasil tersebut mengakhiri dominasi Partai Republik di Kongres. Badan legislatif baru yang dikuasai Demokrat dijadwalkan mulai berfungsi pada Januari 2027 mendatang.

Perundingan Trilateral di Abu Dhabi

Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat dijadwalkan melanjutkan perundingan perdamaian trilateral di Abu Dhabi pada 10 dan 11 November. Utusan khusus AS, Steve Witkoff, sebelumnya mengatakan bahwa perundingan akan berfokus pada de-eskalasi dan langkah-langkah kemanusiaan. Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari dialog yang telah berjalan sebelumnya.

Posisi Moskow Tidak Berubah

Dalam pernyataan terpisah, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov menegaskan bahwa posisi Moskow terhadap Ukraina dan kebijakan luar negerinya tidak akan berubah. Ia menyatakan hal itu terlepas dari perkembangan politik yang terjadi di Amerika Serikat. Ryabkov juga menggambarkan pendekatan kepemimpinan Partai Demokrat terhadap Rusia sebagai “sangat negatif”.

Dengan demikian, meskipun lanskap politik AS berubah setelah pemilu sela, Rusia mempertahankan sikapnya terhadap Ukraina. Kremlin tetap berharap proses perdamaian yang melibatkan Putin dan Trump dapat terus berjalan. Sementara itu, perundingan trilateral di Abu Dhabi akan menjadi ujian apakah dialog tersebut mampu menghasilkan kemajuan nyata.

Sumber referensi: www.cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *