Sekolapedia – 02 November 2026 | Aksi memukau kembali ditunjukkan oleh talenta muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, dalam ajang balap motor paling bergengsi kelas ringan. Menonton live moto3 di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada Minggu (1/11/2026), menjadi saksi bisu perjuangan luar biasa pebalap Honda Team Asia ini dalam merebut podium kedua. Setelah mengalami kekecewaan mendalam di seri sebelumnya, Veda berhasil membuktikan kualitasnya dengan finis di posisi runner-up tepat di belakang Maximo Quiles.
Perjalanan Veda dalam balapan ini tidaklah mudah. Memulai start dari baris ketiga di posisi ke-8, pebalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul ini langsung menunjukkan agresivitas tinggi. Ia dengan cepat merangsek masuk ke lima besar dan terlibat dalam duel sengit dengan sejumlah pebalap papan atas. Ketegangan memuncak di lap-lap terakhir saat Veda harus beradu taktik dengan Alvaro Carpe, David Almansa, dan Hakim Danish untuk mengamankan posisi podium.
Keberhasilan ini terasa sangat emosional bagi Veda. Ia menyebut hasil di Malaysia ini sebagai ‘obat’ atas kegagalan di GP Australia pekan lalu. Pada seri Phillip Island, Veda sebenarnya telah mengunci posisi pole position, namun balapan terpaksa dibatalkan akibat cuaca buruk yang ekstrem. Melalui tayangan live moto3, terlihat jelas bagaimana ekspresi lega dan syukur terpancar dari wajahnya saat berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di podium Sepang.
Analisis Klasemen Moto3 2026 Usai GP Malaysia
Berkat tambahan 20 poin dari podium kedua ini, posisi Veda Ega Pratama di klasemen umum mengalami kenaikan yang signifikan. Ia kini naik ke peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan total koleksi 131 poin. Selain itu, performa konsistennya juga memperkuat posisinya di urutan kedua klasemen rookie, hanya tertinggal dari Brian Uriarte.
Berikut adalah rincian klasemen sementara Moto3 2026 setelah berakhirnya seri Malaysia:
| Posisi | Pebalap | Tim | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Maximo Quiles | CFMOTO Gaviota Aspar Team | 376 |
| 2 | David Almansa | Liqui Moly Dynavolt Intact GP | 228 |
| 3 | Brian Uriarte | Red Bull KTM Ajo | 205 |
| 4 | Alvaro Carpe | Red Bull KTM Ajo | 205 |
| 5 | Adrian Fernandez | Leopard Racing | 157 |
| 6 | Marco Morelli | CFMOTO Gaviota Aspar Team | 140 |
| 7 | Veda Ega Pratama | Honda Team Asia | 131 |
| 8 | Valentin Perrone | Red Bull KTM Tech3 | 121 |
| 9 | Hakim Danish | AEON Credit – MT Helmets – MSI | 116 |
Bagi para penggemar yang mengikuti perkembangan live moto3, persaingan untuk gelar Rookie of the Year diprediksi akan semakin memanas. Brian Uriarte saat ini masih memimpin klasemen rookie dengan 205 poin, sementara Veda mengejar dengan selisih 74 poin. Namun, dengan tren positif yang ditunjukkan di Sepang, peluang Veda untuk menutup musim dengan manis tetap terbuka lebar.
Dedikasi untuk Indonesia dan Tim
Usai balapan, Veda tidak lupa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kru Honda Team Asia yang telah bekerja keras. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja kolektif tim yang luar biasa sepanjang pekan balap. Lebih dari itu, Veda mempersembahkan podium bersejarah ini untuk seluruh masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan tanpa henti.
Prestasi ini juga mencatatkan sejarah baru, di mana Veda menjadi salah satu pebalap Indonesia yang mampu tampil sangat kompetitif di level Grand Prix dunia. Dengan semangat yang kembali membara setelah insiden di Australia, fokus Veda kini sepenuhnya tertuju pada seri-seri berikutnya untuk terus mengumpulkan poin dan menaikkan peringkat di klasemen umum. Bagi mereka yang tidak sempat menyaksikan momen live moto3 secara langsung, performa Veda di Sepang adalah standar baru bagi kemajuan prestasi otomotif Indonesia di kancah internasional.
Secara keseluruhan, performa Veda Ega Pratama di Sirkuit Sepang menunjukkan kematangan mental yang luar biasa. Kemampuannya mengelola tekanan saat duel di lap terakhir dan kecerdikannya dalam menjaga racing line menjadi kunci utama keberhasilannya. Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Veda akan menjadi ancaman serius dalam perebutan takhta juara di masa depan.
