Sekolapedia – 01 November 2026 | Dunia bola basket kembali diguncang oleh penampilan spektakuler dari sang maestro tembakan tiga angka. Dalam laga panas NBA Cup 2026 yang berlangsung di Chase Center, San Francisco, stephen curry sekali lagi menunjukkan mengapa ia layak disebut sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Tidak hanya memimpin timnya dalam sebuah kebangkitan yang tidak masuk akal, ia juga memberikan momen ikonik yang akan dikenang dalam sejarah NBA saat berhadapan langsung dengan bintang Los Angeles Lakers, Luka Doncic.
Pertandingan ini dimulai dengan skenario yang tampak suram bagi Golden State Warriors. Menghadapi intensitas tinggi dari Los Angeles Lakers, Warriors tertinggal cukup telak dengan skor 15-38 di akhir kuarter pertama. Luka Doncic tampil sangat dominan dengan mencetak 37 poin, memberikan tekanan mental yang luar biasa bagi lini pertahanan Warriors. Namun, apa yang terjadi selanjutnya adalah sebuah narasi kebangkitan yang luar biasa.
Memasuki kuarter kedua, momentum mulai bergeser. Warriors berhasil mencetak 38 poin dan menahan Lakers hanya dengan 15 poin, sebuah respons kolektif yang luar biasa. Di tengah badai tersebut, performa stephen curry menjadi katalisator utama. Ia tidak hanya mencetak poin, tetapi juga memberikan energi dan kegembiraan yang menular ke seluruh rekan setimnya.
Salah satu momen paling viral yang terjadi di tengah pertandingan adalah ketika Curry melakukan manuver yang membuat Luka Doncic terjatuh ke lantai. Melalui kombinasi dribel rendah dan gerakan tipuan ke arah kiri yang tajam, Curry berhasil melewati Doncic yang mencoba menutup ruang. Tak berhenti di situ, Curry langsung melepaskan tembakan tiga angka yang mulus tepat saat Doncic masih berada di lantai. Momen ini diikuti dengan selebrasi khas ‘shimmy’ yang menunjukkan kegembiraan murni sang pemain di atas lapangan.
Berikut adalah rincian performa individu pemain kunci dalam pertandingan tersebut:
| Pemain | Tim | Poin | Statistik Lainnya |
|---|---|---|---|
| Stephen Curry | Golden State Warriors | 31 | 6 Assist, 4 Rebound |
| Luka Doncic | Los Angeles Lakers | 37 | 7 Rebound, 5 Assist |
| Brandin Podziemski | Golden State Warriors | 21 | 6 Assist, 5 Rebound |
| De’Anthony Melton | Golden State Warriors | 16 | Pemain Cadangan |
Kemenangan 112-95 ini bukan sekadar kemenangan biasa. Warriors mencatatkan rekor sejarah sebagai tim yang mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal setidaknya 20 poin di akhir kuarter pertama. Rekor sebelumnya yang dipegang oleh Warriors pada tahun 1976 saat melawan Chicago Bulls akhirnya pecah berkat semangat juang tim di bawah komando stephen curry.
Secara individu, laga ini juga menjadi catatan penting dalam karier panjang sang pemain. Dengan tambahan poin dari pertandingan ini, Curry resmi menyalip rekor poin karier Dominique Wilkins (26.668 poin) dan kini bertengger di peringkat ke-18 daftar pencetak angka terbanyak sepanjang sejarah NBA. Di usia yang memasuki 38 tahun, ia membuktikan bahwa meskipun ia berada di fase akhir kariernya, kualitas dan ‘magis’ yang ia bawa ke lapangan tidak sedikit pun berkurang.
Kemenangan ini sekaligus menjadi pembalasan dendam bagi Warriors setelah kekalahan mereka di laga pembuka musim. Dengan tiga kemenangan beruntun melawan Nuggets, Timberwolves, dan Lakers, Golden State Warriors kini mulai menemukan ritme permainan mereka kembali. Keberhasilan ini didorong oleh kedalaman skuad, di mana pemain cadangan seperti De’Anthony Melton dan Georges Niang memberikan kontribusi signifikan.
Secara keseluruhan, laga ini menjadi bukti nyata bahwa kombinasi antara strategi yang tepat dan kegembiraan bermain dapat meruntuhkan dominasi lawan yang paling tangguh sekalipun. Bagi para penggemar basket, melihat stephen curry bermain dengan penuh kegembiraan dan kepercayaan diri tinggi adalah sebuah hiburan yang tak ternilai harganya.
