Kompetisi liga 2 indonesia kembali menyita perhatian setelah dua tim Championship, Adhyaksa FC Bekasi dan PSGC Ciamis, dilanda gejolak internal. Keduanya sama-sama menelan kekalahan telak dari klub Super League pada ajang I.League Cup tengah pekan lalu. Dampaknya pun langsung terasa, mulai dari pergantian pelatih hingga pengunduran diri sejumlah figur penting di dalam tim.
Adhyaksa FC Bekasi Dipecundangi Java United
Adhyaksa FC Bekasi menjadi sorotan utama setelah dibantai Java United dengan skor telak 0-5. Hasil memalukan tersebut membuat manajemen klub bergerak cepat mengambil keputusan besar terhadap kursi pelatih kepala. Widyantoro, yang selama ini dipercaya menangani tim, resmi diberhentikan dari jabatannya.
Pengumuman pemberhentian tersebut disampaikan melalui akun media sosial resmi Adhyaksa FC Bekasi pada Jumat, 6 November 2026. Manajemen menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan pelatih selama ini.
“Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan kebersamaan yang telah diberikan untuk Adhyaksa FC Bekasi,” tulis pernyataan resmi klub.
Perjalanan Tiga Musim Widyantoro di Adhyaksa FC
Widyantoro bukan sosok sembarangan bagi Adhyaksa FC Bekasi. Ia telah menukangi tim sejak tahun 2023, jauh sebelum klub berganti nama dari FC Bekasi City. Selama tiga musim bersama, banyak cerita dan pengalaman yang telah dilalui bersama skuad.
“Setiap waktu, tenaga, serta komitmen yang tercurah telah menjadi bagian penting dalam perjalanan klub ini,” lanjut pernyataan klub. Manajemen juga menegaskan bahwa setiap kontribusi dan kenangan akan selalu menjadi bagian dari sejarah Adhyaksa FC Bekasi.
PSGC Ciamis Kehilangan Dua Legenda Persib
Di sisi lain, PSGC Ciamis juga mengalami gejolak serupa usai dibantai klub Super League. Dua sosok yang dikenal sebagai legenda Persib Bandung memilih mengundurkan diri dari tim satelit tersebut. Keputusan ini menambah panjang daftar masalah yang dihadapi tim-tim peserta liga 2 indonesia pasca-turnamen pramusim.
Meski demikian, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai alasan pasti pengunduran diri kedua legenda tersebut. Publik sepak bola nasional menilai langkah ini sebagai sinyal ketidakstabilan internal klub menjelang bergulirnya kompetisi resmi.
Dampak bagi Persaingan Liga 2 Indonesia
Gejolak di tubuh Adhyaksa FC Bekasi dan PSGC Ciamis menjadi peringatan bagi klub-klub lain di liga 2 indonesia. Hasil buruk di turnamen pramusim sering kali menjadi cerminan kesiapan tim sebelum menghadapi kompetisi yang sebenarnya.
Pergantian pelatih dan kehilangan figur penting bisa menjadi bumerang, namun juga peluang untuk pembenahan. Manajemen kedua klub dituntut segera mencari solusi agar performa tim kembali stabil. Pasalnya, persaingan di liga 2 indonesia musim ini diprediksi berjalan ketat dengan banyak tim yang memiliki ambisi promosi.
Langkah Selanjutnya bagi Kedua Klub
Pasca pemberhentian Widyantoro, Adhyaksa FC Bekasi belum mengumumkan siapa pelatih pengganti yang akan mengisi kekosongan. Begitu pula dengan PSGC Ciamis yang harus segera menata ulang struktur tim setelah ditinggal dua figur berpengaruhnya. Kedua klub kini berada di bawah tekanan untuk bangkit sebelum kompetisi resmi dimulai.
Bagi para penggemar, dinamika ini menunjukkan bahwa peta kekuatan di liga 2 indonesia masih sangat dinamis. Setiap keputusan manajemen, baik itu pergantian pelatih maupun perombakan skuad, akan sangat menentukan arah perjalanan tim sepanjang musim.
Sumber referensi: www.bolasport.com