Sekolapedia – 03 November 2026 | Klub kebanggaan warga Kota Semarang kembali harus menelan pil pahit setelah gagal mengamankan poin penuh di kandang sendiri. Performa minor ini memperpanjang catatan negatif psis dalam beberapa pertandingan terakhir di kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027. Bermain di hadapan pendukung setia di Stadion Jatidiri, Laskar Mahesa Jenar hanya mampu bermain imbang tanpa gol saat menjamu Persikad Depok pada pekan kedelapan.
Hasil imbang 0-0 ini membuat psis kini telah melewati empat pertandingan beruntun tanpa pernah merasakan kemenangan. Rangkaian hasil buruk tersebut tentu menjadi pukulan telak bagi tim yang sejak awal musim memasang target tinggi untuk bisa bersaing di papan atas klasemen Grup A dan merebut tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional. Dari empat laga terakhir, skuad asuhan Widodo Cahyono Putro hanya mampu meraup dua hasil imbang dan menelan dua kali kekalahan pahit.
Pertandingan melawan Persikad sebenarnya menjadi kesempatan emas bagi psis untuk bangkit. Tuan rumah tampil mendominasi jalannya laga dan menciptakan banyak peluang berbahaya. Salah satu peluang emas terjadi pada babak pertama ketika wasit menunjuk titik putih. Sayangnya, eksekusi penalti yang diambil oleh striker asing Felipe Cadenazzi berhasil dibaca dan ditepis dengan baik oleh kiper lawan, Daffa Al Gasemy.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan terus ditingkatkan. Tercatat, lini serang melepaskan belasan tembakan ke arah pertahanan lawan. Menjelang detik-detik akhir pertandingan, gelandang kreatif Jonathan Bustos melepaskan tendangan keras mendatar yang hanya mampu membentur mistar gawang. Buruknya penyelesaian akhir dan kurangnya ketenangan di depan gawang menjadi faktor utama mengapa lini serang gagal mencatatkan satupun gol hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih kepala Widodo Cahyono Putro tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya yang mendalam. Juru taktik berpengalaman itu mengakui bahwa dirinya adalah orang yang paling kecewa dengan hasil minor di kandang sendiri. Kendati demikian, ia tetap mengapresiasi kerja keras para pemain yang telah menjalankan taktik dengan baik, meski belum beruntung dalam urusan mencetak gol. Terkait desakan evaluasi, pelatih yang akrab disapa WCP ini menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada jajaran manajemen klub.
Kondisi ini turut mengundang perhatian serius dari manajemen klub. Chief Operating Officer (COO) klub menyampaikan rasa malunya atas catatan minor yang diraih tim dalam empat laga terakhir. Manajemen memastikan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran pelatih dan pemain demi mengembalikan marwah tim ke jalur kemenangan. Meski demikian, manajemen tetap menekankan pentingnya menjaga kepercayaan antar elemen tim agar bisa bangkit dari keterpurukan ini.
Dukungan moril juga datang dari jajaran pemerintah daerah. Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, turut memberikan pandangannya dengan mengapresiasi perjuangan pantang menyerah para pemain di lapangan. Pihaknya menyerukan agar seluruh elemen pendukung tetap menjaga semangat dan tidak patah arang, serta berharap evaluasi yang dilakukan mampu membawa perbaikan signifikan bagi performa tim pada laga-laga berikutnya.
Secara keseluruhan, rangkaian hasil kurang memuaskan ini menuntut adanya perombakan strategi yang krusial, khususnya dalam hal ketajaman lini depan. Evaluasi manajemen yang ketat diharapkan mampu menjadi titik balik kebangkitan skuad agar dapat kembali bersaing di jalur perebutan juara Grup A kompetisi musim ini.
