Sekolapedia – 01 November 2026 | Pertandingan pembuka NBA Cup group play di Chase Center pada Jumat malam menyuguhkan drama yang tak terduga. Di tengah tekanan besar setelah tertinggal jauh, performa luar biasa dari brandin podziemski menjadi salah satu faktor kunci yang memicu kebangkitan dramatis Golden State Warriors untuk menundukkan Los Angeles Lakers dengan skor 112-95.
Suasana di Chase Center sempat terasa mencekam dan suram pada kuarter pertama, seolah-olah kemenangan bagi tuan rumah sudah mustahil diraih. Luka Doncic tampil sangat dominan bagi Lakers dengan mencetak 37 poin, yang membawa tim tamu membangun keunggulan hingga 25 poin. Saat jeda kuarter pertama, skor menunjukkan dominasi Lakers yang sangat telak, membuat banyak penggemar merasa pertandingan akan berakhir dengan kekalahan telak bagi Warriors.
Namun, mentalitas juara Golden State mulai terlihat saat memasuki kuarter kedua. De’Anthony Melton memicu momentum dengan mencetak tujuh poin beruntun, sementara Stephen Curry mulai menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Di tengah hiruk-pikuk serangan Curry, peran brandin podziemski sebagai opsi skor sekunder sangat krusial dalam menjaga ritme permainan Golden State.
Berikut adalah statistik performa utama dalam pertandingan tersebut:
| Pemain | Poin | Rebound | Assist | Catatan Lain |
|---|---|---|---|---|
| Stephen Curry | 31 | 4 | 6 | Melampaui Dominique Wilkins dalam skor sepanjang masa |
| Brandin Podziemski | 21 | 5 | 6 | 7-15 FG, 4-9 3Pt |
| Luka Doncic | 37 | – | – | Dominasi di kuarter pertama |
| De’Anthony Melton | 16 | 5 | – | Kunci momentum kuarter kedua |
Brandin Podziemski membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pemain pelapis. Dengan mencatatkan 21 poin—yang merupakan rekor pribadi musim ini—serta 6 assist dan 5 rebound, pemain muda ini mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh beberapa pemain inti yang absen karena cedera. Kemampuannya dalam mengeksekusi tembakan tiga angka dan memberikan kontribusi defensif melalui 2 steal dan 1 block menunjukkan kematangannya di lapangan.
Pelatih Steve Kerr tetap tenang meski timnya sempat berada di ambang kehancuran. Kerr menekankan bahwa dalam NBA modern, keunggulan besar seperti 25 poin bukan lagi hal yang mutlak menjamin kemenangan, sebuah fenomena yang ia sebut sebagai “25 adalah angka 12 yang baru”. Perubahan drastis skor dari tertinggal jauh menjadi unggul 17 poin di akhir laga membuktikan bahwa Warriors mampu membalikkan keadaan dengan koordinasi serangan yang solid.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi catatan manis bagi Golden State Warriors, tetapi juga menjadi pembuktian bagi brandin podziemski bahwa ia siap memikul tanggung jawab lebih besar dalam skuat Warriors. Dengan jadwal yang padat menghadapi Clippers dalam waktu dekat, konsistensi performa pemain seperti Podziemski akan menjadi penentu keberhasilan Warriors di kompetisi NBA Cup musim ini.
Secara keseluruhan, laga ini menjadi pengingat akan kekuatan mentalitas tim. Meskipun Lakers sempat mendominasi melalui performa individu Luka Doncic, kolektivitas Warriors yang dipimpin oleh Curry dan didukung penuh oleh kontribusi efisien dari brandin podziemski berhasil meruntuhkan tembok pertahanan Los Angeles dan mengamankan kemenangan krusial di Chase Center.
