Jadwal F1 untuk seri GP Qatar dan Abu Dhabi dipastikan tetap berjalan sesuai rencana. FIA dan F1 selaku pemilik hak komersial menegaskan kedua balapan itu akan digelar pada akhir November hingga awal Desember, masing-masing pada 27-29 November dan 4-6 Desember.
Kepastian ini disampaikan di tengah situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang masih menjadi perhatian banyak pihak. MotoGP dan F1 berada di bawah naungan pemilik yang sama, Liberty Media, sehingga kebijakan untuk tetap menggelar balapan di wilayah tersebut dinilai sejalan.
Jadwal F1 Tetap Sesuai Kalender
Berbeda dengan MotoGP di Qatar yang sempat menuai perlawanan dari para pembalap dan ramai di media, pengumuman FIA dan F1 berlangsung lebih tenang. Tidak ada gejolak berarti di paddock F1 sejauh ini.
Max Verstappen (Red Bull) dan Carlos Sainz (Williams) yang sebelumnya sempat mempertanyakan aspek keamanan tampak mulai melunak. Tidak diketahui pasti apakah perubahan sikap itu muncul dari kesadaran sendiri atau karena pengaruh FIA dan F1.
Imbauan agar Tim dan Pembalap Tidak Berisik
Seiring pengumuman jadwal F1 tersebut, FIA dan F1 juga mengimbau tim serta pembalap untuk tidak terlalu berisik di media dalam mempersoalkan isu serupa yang sempat mencuat di MotoGP. Imbauan ini menjadi sinyal agar fokus tetap pada persiapan balapan.
Hingga kini tidak ada tim F1 yang menyatakan mundur, berbeda dengan sikap Yamaha menjelang GP Qatar di MotoGP. Situasi di F1 pun terpantau lebih kondusif.
Pandangan Verstappen dan Sainz
Saat GP AS dua pekan sebelumnya, Sainz sudah menyampaikan kekhawatirannya tentang terbang ke Qatar dan Abu Dhabi. Ia menilai masih terlalu dini untuk memastikan keamanan ke sana, lalu mempercayakan persoalan itu kepada FIA dan F1 sebagai pihak yang paling memahami situasi lapangan.
Verstappen punya pandangan serupa. Menurutnya, apa yang terjadi di MotoGP tidak akan otomatis terjadi di F1 karena komunikasi antar pembalap tidak seintens di MotoGP. Ia menegaskan keselamatan tetap prioritas utama, namun jadwal F1 di dua negara Timur Tengah berlangsung beberapa pekan setelah MotoGP Qatar sehingga ada parameter yang bisa dijadikan dasar pertimbangan.
“Saat ini bisa saya katakan siap dan happy ke sana. Tapi, tak ada yang tahu bagaimana situasinya minggu depan, bagaimana stabilitas keamanan di sana,” ujar Verstappen.
Dukungan Toto Wolff
Dukungan juga datang dari prinsipal Mercedes, Toto Wolff. Ia menilai langkah Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem dan CEO F1 Stefano Domenicali sudah tepat, termasuk imbauan agar tim dan pembalap tidak gaduh di media seperti di MotoGP.
Wolff bahkan menyindir pembalap MotoGP yang menolak balapan dan berkoar di media sebagai pihak yang tidak memahami geopolitik. Ia menegaskan komunikasi yang dibangun FIA dan F1 dengan pemerintah setempat seharusnya menjadi pegangan bersama.
Di tubuh timnya, Wolff menyebut belum ada yang keberatan menjalani jadwal F1 di Qatar dan Abu Dhabi. Namun jika ada yang menolak, ia tidak akan melarang karena itu hak setiap orang.
Sumber referensi: www.mobilinanews.com