Sekolapedia – 06 November 2026 | Dunia sepak bola tengah menyaksikan transisi besar yang emosional menyusul pengumuman pensiunnya sang legenda hidup dari kancah internasional. Perjalanan panjang yang penuh perjuangan, air mata, hingga puncak kejayaan di Piala Dunia kini telah mencapai garis finis. Kepergian sang megabintang meninggalkan lubang besar, tidak hanya secara taktis di lapangan, tetapi juga secara simbolis melalui nomor punggung 10 yang kini menjadi pusat perhatian dunia dalam sejarah tim nasional sepak bola argentina.
Lionel Messi secara resmi mengakhiri pengabdiannya untuk negara pada periode Agustus/September 2026, pasca partisipasinya di ajang Piala Dunia FIFA 2026. Momen perpisahan yang sangat emosional terjadi pada Oktober 2026 dalam laga persahabatan melawan Benin di Stadion Mas Monumental, Buenos Aires. Dalam pidato terakhirnya, sang kapten tidak berbicara tentang trofi atau rekor, melainkan tentang rasa terima kasih kepada keluarga, ayah, dan para pendukung yang tetap percaya di saat dunia meragukannya. Ia meninggalkan warisan tentang ketangguhan, membuktikan bahwa kegagalan di masa lalu seperti di final Piala Dunia 2014 hanyalah batu loncatan menuju kejayaan Copa America 2021 dan Piala Dunia 2022.
Menanggapi kekosongan kepemimpinan ini, pelatih Lionel Scaloni telah mengambil langkah strategis untuk menjaga marwah tim. Salah satu keputusan paling kontroversial sekaligus penuh penghormatan adalah membiarkan nomor punggung 10 kosong untuk sementara waktu. Scaloni menegaskan bahwa tidak akan ada pemain yang mengenakan nomor keramat tersebut dalam pertandingan mendatang, termasuk pada jeda internasional November 2026. Hal ini dilakukan untuk memberikan waktu bagi pencarian sosok yang benar-benar layak mewarisi jejak Diego Maradona dan Lionel Messi dalam skuad tim nasional sepak bola argentina.
Namun, upaya untuk memensiunkan nomor 10 secara permanen menghadapi tantangan regulasi yang rumit. Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, menyatakan keinginan untuk mengabadikan nomor tersebut sebagai penghormatan tertinggi. Sayangnya, aturan FIFA mewajibkan seluruh anggota skuad dalam turnamen besar untuk mengenakan nomor punggung berurutan dari 1 hingga 26. Hal ini menciptakan dilema antara penghormatan sejarah dan kepatuhan terhadap regulasi internasional, sebagaimana AFA pernah mengalami hal serupa saat mencoba memensiunkan nomor 10 untuk Diego Maradona.
Di tengah transisi ini, Scaloni tetap fokus pada pembangunan kekuatan baru. Untuk menghadapi laga persahabatan FIFA Matchday melawan Uruguay dan Kosta Rika pada November 2026, ia telah mengumumkan 28 pemain pilihan. Berikut adalah rincian komposisi skuad tim nasional sepak bola argentina yang dipersiapkan:
| Posisi | Pemain yang Dipanggil |
|---|---|
| Penjaga Gawang | Emiliano Martinez, Geronimo Rulli, Juan Musso, Santiago Beltran |
| Pertahanan | Gonzalo Montiel, Agustin Giay, Aaron Anselmino, Mariano Troilo, Leonardo Balerdi, Lisandro Martinez, Facundo Medina, Nicolas Tagliafico, Roman Vega |
| Lini Tengah | Ezequiel Fernandez, Maximo Perrone, Exequiel Palacios, Valentin Barco, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Nico Paz, Matias Soule, Franco Mastantuono, Giuliano Simeone, Gianluca Prestianni, Thiago Almada |
| Lini Serang | Jose Manuel Lopez, Santiago Castro, Julian Alvarez |
Langkah Scaloni dalam menyusun skuad ini menunjukkan bahwa tim nasional sepak bola argentina tidak akan berhenti bergerak meski tanpa sang kapten. Dengan mengandalkan pemain-pemain muda berbakat seperti Enzo Fernandez dan Julian Alvarez, Argentina berusaha menjaga identitas sepak bola mereka yang penuh kreativitas dan kejeniusan. Meskipun nomor 10 masih menjadi teka-teki, semangat juang La Albiceleste diharapkan tetap menyala demi menjaga kehormatan seragam biru-putih di kancah global.
Transisi ini menandai berakhirnya satu babak emas dan dimulainya pencarian identitas baru. Tantangan terbesar bagi generasi penerus bukan sekadar mengenakan nomor 10, melainkan bagaimana mereka dapat membawa nilai-nilai kerja keras dan kekompakan yang telah diletakkan oleh para pendahulu mereka dalam sejarah panjang tim nasional sepak bola argentina.