Sekolapedia – 05 November 2026 | Stadion Molineux menjadi saksi bisu dinamika emosi yang luar biasa bagi para pendukung wolves dalam beberapa pekan terakhir. Tim kebanggaan Wolverhampton ini terus menunjukkan karakter yang sulit ditebak, mulai dari kemenangan dramatis yang menghancurkan harapan lawan hingga kekalahan pahit di kompetisi piala yang menguji mentalitas para pemainnya.
Pada laga pekan ke-29 Premier League musim 2025/2026, Wolverhampton berhasil mencatatkan kemenangan krusial atas Liverpool dengan skor 2-1. Pertandingan yang berlangsung pada Rabu, 4 Maret 2025 dini hari ini berjalan dengan tensi tinggi. Meski Liverpool mendominasi penguasaan bola, efektivitas serangan Wolves di bawah asuhan Rob Edwards menjadi pembeda. Rodrigo Gomes membuka keunggulan, dan meski Mohamed Salah sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-83, gol telat dari Andre di masa tambahan waktu memastikan tiga poin penuh tetap berada di tangan tuan rumah.
Namun, kegembiraan di liga domestik tersebut tidak bertahan lama. Hanya berselang tiga hari, tepatnya pada 7 Maret 2026, Wolves harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Liverpool dalam ajang FA Cup. Dalam laga putaran kelima tersebut, skuad asuhan Rob Edwards gagal memberikan perlawanan berarti. Liverpool tampil dominan sejak babak pertama dan berhasil mencetak tiga gol cepat melalui Andrew Robertson, Mohamed Salah, dan Curtis Jones. Meski Hwang Hee-chan sempat memperkecil ketertinggalan di masa injury time, Wolves harus mengakui keunggulan The Reds dengan skor akhir 3-1 dan tereliminasi dari kompetisi.
Menariknya, jika menilik catatan performa klub, terdapat fluktuasi yang cukup tajam. Berikut adalah ringkasan hasil pertandingan Wolves dalam periode kompetisi terakhir:
| Kompetisi | Lawan | Skor | Status |
|---|---|---|---|
| Premier League | Liverpool | 2-1 | Menang |
| FA Cup | Liverpool | 1-3 | Kalah |
| Carabao Cup | Everton | 2-0 | Menang |
Kondisi tim ini sebelumnya sempat berada di titik nadir. Di bawah kepemimpinan Vitor Pereira pada musim sebelumnya, tim sempat mengalami awal musim terburuk dalam sejarah klub dengan lima kekalahan beruntun di liga utama. Saat itu, Pereira menekankan bahwa fase adaptasi pemain telah berakhir dan menuntut performa maksimal untuk menyelamatkan tim dari papan bawah. Meskipun demikian, semangat juang para pemain wolves terbukti mampu membuahkan hasil positif di ajang piala, seperti kemenangan 2-0 atas Everton lewat gol Marshall Munetsi dan Tolu Arokodare.
Kini, fokus tim beralih pada upaya konsistensi di berbagai lini. Selain perjuangan di liga, Wolves juga memiliki agenda penting di kompetisi lain seperti Championship, di mana mereka dijadwalkan menghadapi Bristol City. Dengan performa yang cukup stabil di divisi tersebut, tim asuhan Cesar Peixato terus berambisi mengejar posisi promosi setelah hanya mencatatkan satu kekalahan dalam empat pertandingan terakhir mereka.
Secara keseluruhan, perjalanan wolves musim ini merupakan representasi dari kerasnya kompetisi sepak bola modern. Antara kemenangan dramatis yang membangkitkan harapan dan kekalahan telak yang menguji ketahanan mental, klub ini terus berjuang untuk menemukan stabilitas demi meraih prestasi yang lebih tinggi di musim mendatang.
