Drama di Perairan Keakwa: Delapan Awak KM Sinar SGP Berhasil Selamatkan Diri dari MautDrama di Perairan Keakwa: Delapan Awak KM Sinar SGP Berhasil Selamatkan Diri dari Maut

Sekolapedia – 05 November 2026 | Ketegangan menyelimuti perairan Keakwa, Distrik Mimika Barat, setelah sebuah insiden kecelakaan laut yang melibatkan KM Sinar SGP mengancam nyawa delapan orang awak kapal. Di tengah cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, perjuangan para nelayan ini untuk bertahan hidup menjadi sorotan utama setelah mereka berhasil dievakuasi dengan selamat oleh Tim SAR gabungan di Kabupaten Mimika, Papua.

Peristiwa nahas ini bermula pada Rabu (27/3) petang, saat KM Sinar SGP yang tengah menjalankan aktivitas mencari ikan tiba-tiba mengalami kebocoran pada bagian lambung kapal. Kapal yang dikelola oleh Ny Siti Butar Butar tersebut dilaporkan mulai tenggelam di tengah laut, memaksa para awak kapal untuk segera menyelamatkan diri dari ancaman tenggelamnya kapal di perairan yang ganas.

Upaya penyelamatan dimulai segera setelah laporan diterima oleh Kantor SAR Timika pada Rabu malam. Namun, misi pencarian perdana menghadapi kendala yang sangat berat. Tim SAR yang mengerahkan KN 217 dan tiga perahu karet harus berhadapan dengan kabut tebal yang membatasi jarak pandang serta hujan lebat yang mengguyur lokasi kejadian. Kondisi cuaca yang tidak memungkinkan memaksa tim untuk menunda operasi pencarian hingga keesokan harinya.

Pada Kamis (28/3) pagi, tim SAR yang terdiri dari 22 personel ditambah empat personel Kepolisian Perairan Mimika kembali bergerak menuju koordinat terakhir KM Sinar SGP. Meski kondisi laut sangat ekstrem dengan tinggi gelombang mencapai 2 hingga 3 meter, tim akhirnya berhasil menembus area lokasi. Dalam operasi tersebut, tim sempat mengalami kerusakan peralatan akibat hantaman ombak besar, namun semangat pencarian tetap berlanjut menggunakan perahu karet untuk menyisir area laut.

Keajaiban terjadi ketika tim yang menggunakan perahu fiber dengan mesin rangkap berhasil menemukan kedelapan awak kapal dalam kondisi masih hidup. Berikut adalah identitas delapan awak kapal yang berhasil diselamatkan:

  • Melki Massu
  • Amaludin
  • Abi
  • Galir
  • Natanael
  • Beni
  • Melnan
  • Nelson

Saat ditemukan, para korban sedang berjuang bertahan hidup dengan menggunakan peralatan pelampung stereoform di tengah lautan luas. Meskipun seluruh korban dinyatakan selamat tanpa cedera fisik yang serius, mereka dilaporkan dalam kondisi tubuh yang sangat lemas akibat terombang-ambing di laut selama satu malam penuh. Saat ini, seluruh korban telah dievakuasi ke Kantor Kepolisian Sektor Perairan Mimika di kawasan Pelabuhan Paumako, Timika, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kasubsi Operasi Kantor SAR Timika, Syahril, memberikan catatan penting terkait insiden ini. Ia menekankan bahwa kondisi perairan Arafura saat ini memang sedang dalam status berbahaya bagi pelayaran kapal-kapal berukuran kecil, termasuk perahu motor penumpang maupun kapal pencari ikan. Meskipun BMKG telah mengeluarkan peringatan dini mengenai cuaca ekstrem, seringkali peringatan tersebut tidak diindahkan oleh pemilik atau operator kapal.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pelaku industri maritim untuk selalu mematuhi protokol keselamatan dan memantau prakiraan cuaca sebelum melakukan pelayaran. Keselamatan nyawa harus selalu menjadi prioritas utama di atas segala kepentingan ekonomi saat berada di tengah laut yang tidak terduga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *