Duel chennaiyin vs east bengal tersaji di Jawaharlal Nehru Stadium, Chennai, malam ini dengan kick-off pukul 19.30 IST. Pertandingan ini menjadi laga terakhir sebelum jeda internasional, dan di atas kertas mempertemukan dua tim dengan kondisi yang bertolak belakang.
Chennaiyin FC baru mencetak satu gol dalam empat laga ISL musim ini. East Bengal? Sembilan gol dalam dua pertandingan pertama mereka. Angka itu cukup menggambarkan jurang antara kedua kubu.
Catatan Buruk Tuan Rumah
Sejauh ini, Chennaiyin belum meraih kemenangan dan baru mengumpulkan dua poin. Satu-satunya gol mereka lahir lewat Irfan Yadwad pada pekan pembuka melawan FC Goa. Namun, balasan Chiki 11 menit kemudian membuat laga berakhir 1-1.
Setelah itu, pasukan asuhan Clifford Miranda menelan kekalahan 2-0 di markas Bengaluru FC dan 1-0 di kandang Mohun Bagan. Gol kemenangan Manvir Singh pada menit ke-85 menghukum tim yang membuang banyak peluang.
Laga terbaru, 31 Oktober lalu, berakhir 0-0 di kandang melawan Kerala Blasters. Adrian Luna membentur mistar dari titik penalti pada babak kedua, sementara Yadwad juga menghantam mistar. Emmanuel Imanishimwe menerima kartu merah di masa tambahan waktu akibat keributan, sehingga ia absen malam ini. Maheson Singh juga tidak tersedia.
Masalah utama Chennaiyin bukan soal menciptakan peluang, melainkan menyelesaikannya. Kebiasaan itu berbahaya menjelang pertemuan dengan East Bengal.
Rekor Asia yang Kurang Menyenangkan
Juara bertahan datang dengan bekas luka di kompetisi Asia. Kampanye AFC Champions League Two mereka berjalan buruk: imbang 2-2 di Amman, kalah 3-2 di kandang dari Al Shorta, imbang 0-0 di Oman, lalu takluk 2-0 di rumah dari Al Seeb pada 3 November, dengan kedua gol tercipta di enam menit terakhir.
Hasil itu menempatkan mereka di dasar Grup D tanpa kemenangan dalam empat laga. Anwar Ali mengalami cedera hamstring saat melawan Al Seeb dan kemungkinan besar absen.
Pelatih Antonio López Habas diminta membandingkan ISL dan Asia. “Secara logika, keduanya kompetisi berbeda, tetapi ini sepak bola,” ujarnya. Ia menyebut Chennaiyin sebagai “tim bagus, organisasi bagus, dan pemain bagus”, serta menegaskan fokusnya adalah meraih kemenangan, bukan berapa banyak gol yang bisa dicetak.
Habas juga membela Edmund Lalrindika yang belum mencetak gol sejak laga melawan Churchill Brothers. “Tidak mungkin mencetak gol setiap hari,” katanya. Aké Loba, yang mencetak dua gol ke gawang Inter Kashi, belum selalu menjadi starter belakangan ini, tetapi Habas menilai ia berkembang dalam sebulan terakhir.
Sejarah di Chennai
East Bengal menang 3-1 di stadion ini pada 11 April, bagian dari musim 2025-26 yang berakhir dengan gelar ISL pertama mereka. Chennaiyin belum mencetak gol sejak gol Yadwad ke gawang Goa empat pekan silam.
Di atas kertas, East Bengal jelas favorit dalam laga chennaiyin vs east bengal kali ini. Namun, jika mereka kehilangan poin malam ini, penyebabnya lebih mungkin kelelahan usai perjalanan panjang di Asia ketimbang kualitas yang ditunjukkan Chennaiyin sejauh ini.
Poin Kunci
- Chennaiyin: 1 gol dalam 4 laga, 2 poin, tanpa kemenangan.
- East Bengal: 9 gol dalam 2 laga, selalu menang, kebobolan hanya lewat gol bunuh diri.
- Imanishimwe absen karena kartu merah; Anwar Ali diragukan tampil.
Sumber referensi: www.sportsadda.asia