Claire Liu memastikan gelar tunggal pertamanya di WTA Tour setelah mengalahkan unggulan kedua, Alex Eala, dalam dua set langsung pada partai final Prudential Hong Kong Open, Minggu. Petenis Amerika Serikat itu menutup pertandingan dengan kemenangan 6-3, 6-0 hanya dalam waktu satu jam 33 menit.
Alex Eala Bertahan Sebelum Liu Mengambil Alih
Babak final dibuka dengan permainan yang seimbang. Kedua petenis saling mematahkan servis satu kali pada enam gim pertama sehingga kedudukan set pertama sama kuat 3-3.
Sejak titik itu, Liu mengendalikan jalannya pertandingan. Ia menyapu sembilan gim secara beruntun, sebuah rentetan yang mengunci kemenangan dua set dan memastikan trofi bergengsi itu berpindah ke tangannya.
Jalan Mulus Claire Liu Menuju Gelar
Liu, yang menempati peringkat 102 dunia, tampil konsisten sepanjang pekan tanpa kehilangan satu set pun. Ia menyingkirkan Tatiana Prozorova, Katie Boulter, Zeynep Sonmez, dan Alexandra Shubladze, semuanya dengan kemenangan dua set langsung.
Meski demikian, Liu menilai skor akhir tidak menggambarkan ketatnya pertarungan di lapangan.
“Terasa seperti, meski set kedua berakhir 6-0, setiap gim berjalan bolak-balik. Dia punya peluang di hampir setiap gim. Menurut saya skornya tidak menunjukkan cerita seutuhnya. Setiap poin benar-benar ketat. Rasanya untuk memenangi satu poin, kamu harus memukul winner. Saya rasa kami berdua memainkan tenis yang bagus,” ujarnya.
Rekor Pertemuan Alex Eala dan Claire Liu
Hasil di Hong Kong menjadi kemenangan kedua Liu atas Alex Eala dari dua pertemuan karier keduanya. Sebelumnya, ia juga mengalahkan petenis Filipina itu dalam tiga set pada babak pertama di Guangzhou tahun lalu.
Turnamen Ketujuh dan Lompatan Peringkat Liu
Hong Kong adalah penampilan Liu di main draw ketujuh sepanjang musim ini. Berkat hasil tersebut, ia diproyeksikan kembali ke 70 besar dunia setelah mengawali tahun di peringkat 221, jauh dari peringkat tertinggi kariernya, yakni 52 dunia pada Januari 2023.
“Ini akhir tahun yang tidak bisa lebih baik lagi. Saya ingin berterima kasih kepada tim saya yang terus bertahan dan bekerja keras, dan saya sangat senang dengan cara kami mengakhiri tahun ini. Musim ini sangat berat dan saya sangat menantikan tahun depan,” kata Liu dalam sesi penyerahan hadiah di lapangan.
Final Ketiga bagi Alex Eala
Bagi Alex Eala, laga di Hong Kong merupakan final tunggal WTA ketiga dalam kariernya. Dengan demikian, ia kini mencatatkan rekor 1-2 pada partai puncak sepanjang kiprahnya di level tur utama.
Meski harus mengakui keunggulan lawan, petenis muda Filipina itu menyebut musim ini sebagai periode yang mengubah hidupnya.
“Musim ini benar-benar mengubah hidup saya, ke arah yang lebih baik. Saya sangat bangga dengan kerja keras yang kami lakukan tahun ini dan hanya kami yang benar-benar tahu apa yang dibutuhkan untuk sampai ke titik ini dalam perjalanan kami. Ini baru permulaan, dan momen ini, seperti semua momen lainnya, adalah milik kami. Selamat,” tutur Eala.
Kekalahan di Hong Kong menutup perjalanan Alex Eala di final ketiganya, sekaligus mengukuhkan Claire Liu sebagai juara tunggal WTA untuk pertama kalinya.
Sumber referensi: www.wtatennis.com