Sekolapedia – 07 November 2026 | Aksi YouTuber terkenal Ria Ricis kembali memicu kontroversi di media sosial setelah dirinya terjun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Alih-alih mendapatkan apresiasi penuh atas niatnya membantu warga terdampak, unggahan terbarunya justru menuai gelombang kritik tajam dari warganet hingga sejumlah figur publik ternama Tanah Air.
Polemik ini bermula ketika Ria Ricis membagikan momen saat dirinya mengenakan pakaian serba putih dan ikut serta membantu menyiramkan air untuk meminimalkan risiko timbulnya titik api baru di area terdampak. Melalui akun media sosial pribadinya, ia juga tampak membagikan bantuan air bersih serta menyapa warga sekitar. Ibu satu anak ini berargumen bahwa tidak ada kata terlambat untuk menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara yang membutuhkan di lokasi bencana.
Kendati demikian, fokus publik dengan cepat bergeser ke kolom takarir (caption) salah satu unggahannya yang menuliskan frasa “Kidzania 2026”. Istilah tersebut langsung menjadi bahan perbincangan panas karena dinilai nirempati dan menjadikan penderitaan masyarakat korban karhutla sebagai bahan candaan atau permainan belaka. Sejumlah pihak menilai penggunaan istilah taman bermain edukatif anak-anak tersebut sangat tidak pantas disematkan pada situasi bencana alam yang serius.
Kritik pedas pun datang bertubi-tubi dari rekan sesama selebriti dan kreator konten. Kreator Ferry Irwandi menjadi salah satu yang secara terbuka menyayangkan tindakan tersebut dan mengingatkan warganet agar tidak meniru perilaku serupa. Sentimen serupa juga dilontarkan oleh komika Pandji Pragiwaksono, penyanyi Cakra Khan, hingga Nana Mirdad dan Mayang Luciana, yang turut meluapkan kekesalan mereka terhadap kurangnya kehati-hatian figur publik dalam membagikan konten di media sosial.
Selain masalah takarir, penampilan Ria Ricis di lapangan yang mengenakan pakaian serba putih bersih turut dipertanyakan oleh sebagian netizen yang menuding aksi tersebut sekadar bentuk pencitraan. Menanggapi berbagai tudingan miring tersebut, mantan istri Teuku Ryan ini menegaskan bahwa dirinya telah menyalurkan bantuan secara tepat sasaran sebelum akhirnya memutuskan untuk turun langsung memastikan distribusi bantuan air bersih dan oksigen kepada warga berjalan lancar.
Meskipun unggahan kontroversial tersebut kini telah dihapus oleh pemiliknya, jejak digital dari polemik ini kadung memicu perdebatan luas di ruang maya. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pesohor agar senantiasa memiliki empati yang tinggi dan lebih bijak dalam menyikapi situasi sensitif seperti bencana alam ketika berinteraksi di hadapan publik.
