William Saliba menjadi pusat perhatian setelah namanya tidak terlihat dalam foto resmi skuad Arsenal untuk musim 2026-2027. Ketidakhadiran bek asal Perancis itu sempat memunculkan berbagai dugaan, mulai dari masalah cedera yang memburuk hingga kemungkinan perubahan masa depannya di klub.
Misteri tersebut kemudian dijelaskan oleh manajer Arsenal, Mikel Arteta, dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Nottingham Forest pada Jumat, 16 Oktober 2026 WIB. Arteta menegaskan bahwa absennya Saliba dalam foto skuad tidak berkaitan dengan persoalan internal maupun keputusan transfer.
William Saliba tidak hadir karena pemeriksaan medis
Arsenal merilis foto skuad resmi pada Rabu sebelumnya. Dalam foto itu, para pemain berpose bersama Arteta sambil membawa trofi Liga Inggris 2025-2026 dan Community Shield 2026. Hampir seluruh anggota tim ikut serta, termasuk beberapa pemain yang masih mengalami cedera.
Christos Tzolis dan Martin Zubimendi, misalnya, tetap terlihat dalam sesi tersebut. Namun, Saliba tidak hadir karena pada sore hari yang sama ia memiliki agenda pemeriksaan medis. Pihak klub pun menyampaikan bahwa alasan tersebut menjadi penyebab utama namanya tidak masuk dalam foto resmi.
Arteta menjelaskan bahwa Arsenal sebenarnya telah berusaha mengatur sesi pemotretan dalam beberapa kesempatan. Akan tetapi, tiga rencana sebelumnya harus dibatalkan karena alasan yang berbeda. Kewajiban komersial dan kehadiran sejumlah pihak yang datang ke klub turut memengaruhi keputusan untuk tetap mengambil foto skuad pada waktu yang tersedia.
Arteta menyebut Arsenal berencana membuat foto lain dengan seluruh anggota skuad apabila mereka dapat berkumpul pada waktu yang sama.
Spekulasi mengenai kondisi William Saliba
Ketidakhadiran Saliba tetap mengundang pertanyaan dari para pendukung Arsenal. Ia merupakan salah satu pemain penting dalam keberhasilan tim menjuarai liga pada musim sebelumnya. Karena itu, sebagian penggemar menilai klub seharusnya menunggu hingga bek tersebut dapat ikut hadir dalam sesi pemotretan.
Situasi itu kemudian memunculkan dugaan bahwa masalah cedera Saliba mungkin lebih serius daripada yang diketahui publik. Ada pula spekulasi mengenai kemungkinan dirinya meninggalkan Arsenal pada jendela transfer Januari 2027. Dugaan tersebut berkembang karena sang pemain masih menjalani pemulihan dan belum kembali tampil sejak Piala Dunia 2026.
Saliba mengalami cedera punggung yang membuatnya harus menepi selama sedikitnya tiga hingga empat bulan. Proses pemulihannya dilakukan tanpa operasi. Setelah menerima berbagai rekomendasi medis, pemain tersebut memilih tidak menjalani tindakan operasi karena metode itu dinilai memerlukan waktu pemulihan yang lebih panjang.
Arteta berusaha meredakan kekhawatiran para pendukung. Menurutnya, Saliba tidak mempermasalahkan ketidakhadirannya dalam foto skuad. Sang manajer juga menggambarkan pemain berusia 25 tahun itu sebagai sosok yang biasanya tetap ceria dan memahami bahwa dirinya mendapat dukungan besar dari lingkungan Arsenal.
Perkembangan pemulihan William Saliba
Kabar mengenai kondisi Saliba mulai menunjukkan arah positif. Ia telah kembali berlatih di lapangan sejak awal Oktober. Meski demikian, Arsenal tetap mengambil langkah hati-hati dan tidak ingin memaksakan proses pemulihan sebelum sang pemain benar-benar siap.
Arteta menyampaikan bahwa pemeriksaan MRI berikutnya akan dilakukan pada pekan setelah konferensi pers tersebut. Pemeriksaan itu diperlukan untuk melihat perkembangan penyembuhan cedera punggung secara lebih jelas. Sejauh ini, tanda-tanda yang terlihat disebut sangat positif oleh sang manajer.
Sikap hati-hati tim medis Arsenal menjadi hal penting dalam penanganan cedera Saliba. Klub tidak ingin mengambil risiko dengan mempercepat kembalinya pemain tersebut. Apalagi, pemulihan tanpa operasi membutuhkan pemantauan yang cermat agar perkembangan kondisinya dapat dinilai secara berkala.
Arteta berharap proses pemeriksaan berikutnya kembali memberikan hasil baik. Arsenal tentu ingin mendapatkan lagi kontribusi Saliba, tetapi klub juga harus memastikan bahwa sang bek dapat kembali dalam kondisi yang aman dan siap berkompetisi.
Ezri Konsa membantu Arsenal tanpa Saliba
Arsenal sejauh ini mampu mengurangi dampak absennya Saliba. Salah satu faktor utamanya adalah kedatangan Ezri Konsa pada bursa transfer musim panas. Bek tim nasional Inggris itu mampu beradaptasi dengan cepat dan membentuk pasangan yang solid bersama Gabriel Magalhaes.
Konsa telah tampil dalam delapan pertandingan Arsenal. Dari penampilannya tersebut, ia membantu tim mencatatkan lima clean sheet atau pertandingan tanpa kebobolan. Catatan itu menunjukkan bahwa lini belakang Arsenal tetap bekerja secara efektif meskipun belum diperkuat Saliba.
Gabriel menilai kerja sama dengan Konsa terus berkembang. Menurutnya, duet tersebut masih memiliki sejumlah aspek yang dapat diperbaiki, tetapi mereka sudah bergerak ke arah yang tepat. Gabriel juga menyebut Konsa sebagai pemain berkualitas dan pribadi yang mudah diajak bekerja sama.
Persaingan lini belakang setelah William Saliba pulih
Kabar positif mengenai pemulihan Saliba sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi Arsenal. Setelah sang bek kembali, Arteta harus menentukan komposisi terbaik di lini pertahanan. Performa Gabriel dan Konsa yang cukup meyakinkan membuat persaingan untuk posisi utama berpotensi menjadi lebih ketat.
Saliba kemungkinan tidak otomatis kembali ke susunan sebelas pemain pertama. Ia perlu memulihkan kebugaran dan mengembalikan performa terbaik setelah absen cukup lama. Kondisi tersebut membuat proses kembalinya ke tim utama harus dilakukan secara bertahap.
Meski demikian, status Saliba sebagai salah satu pemain penting Arsenal tetap tidak berubah. Penjelasan Arteta menunjukkan bahwa absennya dalam foto skuad hanyalah persoalan jadwal pemeriksaan medis, bukan tanda keretakan hubungan dengan klub. Fokus utama Arsenal saat ini adalah memastikan pemulihannya berjalan baik sebelum ia kembali merumput.
Dengan pemeriksaan MRI yang dijadwalkan pada pekan berikutnya dan perkembangan latihan yang positif, Arsenal mulai memperoleh gambaran lebih jelas mengenai masa depan Saliba di lapangan. Setelah semua proses medis selesai, barulah klub dapat menentukan kapan bek tersebut benar-benar siap kembali memperkuat tim.
Sumber referensi: www.kompas.id