Dunia musik perfilman kehilangan salah satu talenta besarnya. Komposer legendaris Deva, yang wafat pada usia 75 tahun pada Sabtu, 17 Oktober 2026, meninggalkan jejak mendalam dalam industri sinema. Meski namanya sangat dikenal dalam perfilman Tamil, kontribusinya dalam sinema Kannada melalui karya ikonik Amruthavarshini (1997) tetap menjadi salah satu pencapaian musikal terbaik sepanjang masa.
Meskipun banyak penggemar sering membandingkan maestro musik India dengan nama besar seperti ar rahman, Deva memiliki keunikan tersendiri dalam menciptakan melodi yang mampu menyentuh relung jiwa terdalam pendengarnya. Album Amruthavarshini bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah mahakarya yang tetap relevan hingga hari ini.
Keajaiban Melodi dalam Drama Psikologis Amruthavarshini
Film Amruthavarshini sendiri merupakan sebuah drama psikologis romantis yang dibintangi oleh aktor ternama seperti Sharath Babu, Suhasini, dan Ramesh Aravind. Alur ceritanya yang intens mengisahkan tentang hancurnya kebahagiaan sebuah pernikahan akibat kehadiran seorang teman yang sedang berduka.
Sutradara Dinesh Baboo mengungkapkan betapa pentingnya peran musik Deva dalam kesuksesan film ini. Menurutnya, kemampuan Deva dalam meramu lagu-lagu melodi memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi atmosfer film. Deva tidak hanya membuat nada, tetapi ia benar-benar memahami cerita dan lirik, sehingga musik yang dihasilkan sangat efektif dalam mendukung narasi film.
Sisi Lain Deva: Dari Musik Energetik ke Melodi Syahdu
Pada akhir era 90-an, Deva dikenal luas karena kemampuannya menciptakan lagu-lagu penuh energi untuk film-film besar seperti Baashha (1995) dan Arunachalam (1997) yang dibintangi Rajinikanth. Namun, melalui Amruthavarshini, ia menunjukkan sisi artistik yang berbeda.
Ia membuktikan bahwa dirinya mampu menguasai genre melodi yang lembut dan emosional. Kemampuan ini menjadikannya komposer yang sangat serba bisa, mampu berpindah dari ritme cepat yang menghentak ke komposisi yang sangat tenang dan meditatif.
Proses Kreatif di Balik Lagu ‘Tunturu’
Salah satu momen paling menarik dalam proses produksi album ini adalah penciptaan lagu berjudul ‘Tunturu’ yang dinyanyikan oleh K. S. Chithra. Sutradara Dinesh Baboo menceritakan bahwa lagu ini adalah salah satu yang paling menantang untuk diselesaikan.
Untuk mendapatkan nuansa yang diinginkan, Baboo memberikan referensi berupa lagu ghazal dari Jagjit Singh kepada Deva. Dengan kejeniusannya, Deva mampu menerjemahkan permintaan tersebut menjadi komposisi ‘Tunturu’ dalam waktu yang sangat singkat, menciptakan sebuah karya yang sangat kompleks namun indah.
“Masteri Deva dalam lagu-lagu melodi sangat membantu film ini. Ia memahami lirik dan cerita secara utuh, yang membuatnya sangat efektif dalam memberikan skor musik.” – Dinesh Baboo
Sentuhan Puitis dan Kekuatan Lirik
Selain komposisi musik, kekuatan album ini juga terletak pada lirik puitis karya Kalyan. Saat menulis lagu-lagu tersebut, Kalyan yang saat itu baru berusia 21 tahun, merasa lirik tersebut menjadi wadah untuk mencurahkan perasaan emosionalnya yang masih muda.
Perpaduan antara musik ajaib dari Deva dan penempatan lagu yang tepat oleh sutradara menjadikan Amruthavarshini sebuah pengalaman musikal yang utuh. Lagu-lagu dalam album ini mencerminkan kualitas bahasa Kannada yang kaya dan memberikan efek menenangkan bagi siapa pun yang mendengarnya.
Dedikasi Sang Legenda SP Balasubrahmanyam
Penyanyi legendaris SP Balasubrahmanyam memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan album ini. Meskipun telah menyanyikan lebih dari 4.000 lagu sepanjang kariernya, Kalyan mengenang bahwa SP hanya menyimpan sedikit kaset di mobilnya, dan salah satunya adalah album Amruthavarshini.
Ada sebuah momen emosional yang tak terlupakan saat sesi rekaman lagu romantis ‘Manase Baduku Ninagagi’. SP Balasubrahmanyam dilaporkan menjadi sangat emosional saat menyanyikan baris-baris liriknya, bahkan tidak langsung keluar dari studio selama 30 menit setelah sesi mixing selesai karena masih terbawa suasana.
Warisan yang Melintasi Generasi
Keberhasilan sebuah karya musik sering kali diukur dari seberapa lama karya tersebut tetap dicintai. Album Amruthavarshini telah membuktikan ketahanannya terhadap waktu. Bahkan setelah tiga dekade dirilis, musiknya masih mampu memikat hati generasi muda.
Kalyan menceritakan pengalamannya bertemu dengan seorang remaja berusia 19 tahun di sebuah kedai kopi yang menyatakan kekagumannya pada lagu-lagu dari album ini. Hal ini menunjukkan bahwa melodi yang diciptakan Deva memiliki kualitas universal yang melampaui batasan usia dan zaman, serupa dengan daya tarik karya-karya ar rahman yang mendunia.
Deva akan selalu dikenang bukan hanya sebagai komposer yang energetik, tetapi sebagai seniman dengan energi kekanak-kanakan yang penuh cinta terhadap musik, meninggalkan warisan abadi dalam sejarah sinema India.
Sumber referensi: www.thehindu.com



Post Comment