Sekolapedia – 22 Oktober 2026 | Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, menatap seri lanjutan moto3 musim 2026 dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Modal positif baru saja dikantonginya usai mengamankan posisi finis keenam yang membanggakan pada balapan kandang di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Hasil impresif di hadapan publik sendiri tersebut membuat pembalap andalan Honda Team Asia ini semakin termotivasi untuk kembali menunjukkan daya saingnya di level dunia.
Akan tetapi, perjalanan Veda di ajang moto3 musim 2026 tidak sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Menjelang rangkaian seri ke-18 yang dihelat di Sirkuit Phillip Island, Australia, pada 23 hingga 25 Oktober 2026, ia harus menerima kenyataan pahit terkait perolehan poin di klasemen sementara. Poin Veda mengalami sedikit koreksi dari 115 angka menjadi 111 angka, yang membuatnya harus rela turun dari peringkat ketujuh ke posisi kedelapan. Penyesuaian ini terjadi bukan karena performa buruk di lintasan, melainkan akibat keputusan Pengadilan Banding Internasional FIM yang mengabulkan banding pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez, sehingga mengembalikan poin sang rival.
Kendati posisinya di klasemen bergeser, Veda tetap memfokuskan konsentrasinya penuh pada adaptasi sirkuit. Sirkuit Phillip Island dikenal memiliki karakter lintasan yang cepat, mengalir, serta sangat menantang bagi pembalap yang belum pernah menjajalnya. Terlebih lagi, faktor cuaca yang sering kali berubah-ubah di kawasan pesisir Australia menjadi variabel krusial yang menuntut kesiapan fisik dan mental maksimal sejak sesi latihan bebas pertama hingga penentuan grid start.
Puncak perjuangan Veda di seri Australia ini dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, 25 Oktober 2026, pukul 07.00 WIB. Seluruh pencinta balap motor Tanah Air tentu menantikan aksi gemilang pembalap bernomor motor 9 tersebut dalam mengatasi berbagai rintangan baru.
Secara keseluruhan, keikutsertaan Veda Ega Pratama di ajang moto3 musim 2026 membuktikan kapasitas pembalap Indonesia dalam bersaing di panggung balap internasional kelas dunia. Meskipun dihadapkan pada tantangan adaptasi sirkuit baru serta dinamika perolehan poin klasemen, ketangguhan mental dan kerja keras yang ditunjukkan Veda menjadi modal berharga untuk terus mendulang hasil positif hingga akhir musim kompetisi.
