Sekolapedia – 08 Oktober 2026 | Laga pembuka Grup A ASEAN Club Championship (Shopee Cup) 2026/27 menyuguhkan drama intens saat wakil Indonesia, Borneo FC Samarinda, bertandang ke markas juara bertahan, buriram united f.c., pada Rabu (7/10/2026) malam waktu setempat. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Chang Arena, Thailand, tuan rumah memberikan tekanan luar biasa sejak menit awal, namun Pesut Etam justru berhasil membawa pulang satu poin berharga melalui hasil imbang tanpa gol.
Sejak peluit pertama dibunyikan, dominasi buriram united f.c. terlihat sangat nyata. Tim yang mengandalkan kekuatan fisik dan penguasaan bola ini terus menggempur pertahanan Borneo FC. Peluang emas pertama datang pada menit ke-17 melalui aksi Asgal Habib Al Tarik yang melepaskan tembakan tajam dari dalam kotak penalti, namun beruntung kiper tuan rumah, Chatchai Bootprom, mampu menepisnya. Tekanan berlanjut melalui Caju yang mencoba membongkar sisi kiri pertahanan tim tamu, namun serangan tersebut berhasil diblok dengan sigap.
Sosok yang menjadi pahlawan dalam laga ini adalah penjaga gawang asal Angola, Kadu Monteiro. Di tengah gempuran bola-bola udara yang menjadi senjata utama buriram united f.c., Kadu menunjukkan kelasnya. Mengingat mayoritas pemain belakang Borneo FC memiliki postur di bawah 175 sentimeter, kemampuan Kadu dalam membaca arah bola lambung menjadi kunci pertahanan yang solid.
Berikut adalah ringkasan statistik dan jalannya pertandingan krusial tersebut:
| Menit | Peristiwa Penting |
|---|---|
| 17′ | Peluang emas Asgal Habib Al Tarik (Buriram) ditepis Chatchai Bootprom. |
| 75′ | Tembakan spekulasi Eduardo Mancha (Buriram) diamankan oleh Kadu Monteiro. |
| 83′ | Juan Villa (Borneo FC) hampir mencetak gol melalui serangan balik, namun ditepis. |
| Akhir laga | Narubadin Weerawatnodom (Buriram) mendapat kartu merah. |
Memasuki babak kedua, intensitas serangan tidak menurun. Eduardo Mancha sempat mengancam melalui tembakan jarak jauh pada menit ke-75, namun Kadu Monteiro kembali menunjukkan refleks gemilang. Borneo FC sendiri mencoba merespons melalui skema serangan balik yang dipimpin oleh Juan Villa. Meski hampir mencetak gol pada menit ke-83, ketangguhan kiper Chatchai Bootprom membuat skor tetap kacamata.
Situasi pertandingan sempat berubah ketika buriram united f.c. harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Narubadin Weerawatnodom menerima kartu merah di menit-menit akhir. Borneo FC mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain tersebut untuk mencari kemenangan, namun disiplinnya lini belakang tuan rumah membuat skor 0-0 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, memberikan pujian setinggi langit kepada Kadu Monteiro. Menurutnya, strategi untuk mengantisipasi umpan silang, tendangan bebas, dan sepak pojok telah dijalankan dengan sangat baik oleh para pemain. “Kadu tampil sangat bagus, begitu juga dengan pemain lini belakang. Dia sangat tenang dan mampu mengontrol area tiang kedua dengan baik,” ungkap Mauro mengenai performa kiper barunya tersebut.
Di sisi lain, Kadu Monteiro tetap rendah hati atas performa impresifnya. Ia menegaskan bahwa hasil imbang di markas tim sekuat buriram united f.c. adalah buah dari kerja keras kolektif seluruh tim. Hasil ini memberikan modal mental yang sangat penting bagi Borneo FC untuk menatap laga-laga berikutnya di ajang bergengsi tingkat Asia Tenggara ini.
Dengan hasil ini, Borneo FC dan Buriram United sama-sama mengoleksi satu poin di Grup A. Sementara itu, hasil pertandingan lain di grup yang sama mencatat kemenangan tipis Ho Chi Minh City atas Ratchaburi FC dengan skor 1-0.

Post Comment