Sekolapedia – 25 Oktober 2026 | Dunia fotografi dan videografi kembali diguncang dengan inovasi terbaru dari raksasa optik Jepang. Sigma secara resmi memperkenalkan sigma fp2, sebuah kamera hybrid format penuh (full-frame) yang mengusung konsep ultra-kompak namun memiliki spesifikasi kelas atas. Sebagai penerus dari seri fp yang ikonik, kamera ini dirancang untuk menantang batasan antara portabilitas ekstrem dan performa profesional, menjadikannya salah satu perangkat paling menarik di pasar kamera saat ini.
Salah satu daya tarik utama dari sigma fp2 adalah ukurannya yang sangat mungil. Dengan dimensi hanya 112,8 x 69,9 x 41,8 mm dan berat bodi sekitar 376 gram saja, Sigma mengklaim perangkat ini sebagai bodi kamera format penuh terkecil di dunia. Desainnya yang minimalis tanpa bodi pegangan (grip) konvensional memungkinkan pengguna untuk memodifikasi kamera ini sesuai kebutuhan, baik untuk penggunaan jalanan yang santai maupun produksi film profesional menggunakan sistem modul atau cage.
Spesifikasi Sensor dan Performa Fotografi
Meskipun ukurannya kecil, kekuatan utama sigma fp2 terletak pada jantungnya: sensor CMOS partially stacked beresolusi 24,5 megapiksel. Penggunaan sensor tipe ini memberikan kecepatan pembacaan data yang lebih tinggi dibandingkan pendahulunya, yang secara langsung mengurangi distorsi rolling shutter. Kecepatan ini juga mendukung mode pengambilan gambar beruntun (burst mode) hingga 20 foto per detik dalam format JPEG, memberikan fleksibilitas tinggi bagi fotografer aksi.
Berikut adalah ringkasan spesifikasi teknis utama dari kamera ini:
| Fitur | Spesifikasi |
|---|---|
| Sensor | 24,5 MP Full-Frame Partially Stacked CMOS |
| Lensa Mount | L-Mount |
| Kecepatan Burst | Hingga 20 fps |
| Autofokus | Phase Detection (Manusia, Hewan, Burung) |
| Memori Internal | 70 GB |
| Layar | 3,15 inci, Touchscreen, Tiltable (90° up, 45° down) |
Kemampuan Video Profesional: Era 6K OpenGate
Bagi para pembuat konten, sigma fp2 menawarkan fitur yang sangat revolusioner, yaitu perekaman video 6K OpenGate. Fitur ini memungkinkan kamera merekam seluruh area sensor dengan rasio aspek 3:2, bukan sekadar memotong (crop) sensor menjadi format landscape standar. Hal ini memberikan kebebasan luar biasa dalam tahap pascaproduksi; satu rekaman mentah dapat diolah menjadi video horizontal untuk YouTube sekaligus video vertikal untuk TikTok atau Reels tanpa kehilangan kualitas secara signifikan.
Selain itu, kamera ini mendukung format Apple ProRes RAW hingga resolusi 6K pada 29,97 fps melalui koneksi SSD eksternal via USB. Dengan profil warna L-Log, kamera ini mampu menghasilkan rentang dinamis hingga 14,1 stop pada resolusi 4K, memberikan detail yang kaya pada area bayangan dan cahaya terang. Untuk memudahkan alur kerja, Sigma juga menyertakan tuas fisik khusus untuk berpindah antara mode Foto dan mode Sinema, lengkap dengan antarmuka menu yang berbeda untuk masing-masing fungsi.
Fitur Tambahan dan Aksesori
Sigma juga melakukan peningkatan pada sistem fokus otomatis dengan menyertakan deteksi fase yang kini mampu mengenali subjek baru seperti burung, selain manusia, anjing, dan kucing. Layar sentuh yang dapat ditekuk juga menjadi peningkatan besar dibandingkan model tahun 2019, memberikan kemudahan bagi pengambilan gambar dari sudut sulit atau selfie.
Walaupun mengutamakan portabilitas, terdapat beberapa aspek yang menjadi catatan. Kamera ini tidak memiliki stabilizer di dalam bodi (IBIS), sehingga stabilisasi hanya tersedia secara elektronik untuk video (dan tidak aktif pada mode 6K). Selain itu, jendela bidik (EVF) dijual terpisah sebagai aksesori eksternal EVF-21 yang dapat dilepas-pasang. Untuk mendukung kualitas audio profesional, tersedia opsi perekaman 32-bit float yang memerlukan adaptor khusus agar dapat bekerja optimal.
Sebagai kesimpulan, sigma fp2 adalah perpaduan cerdas antara desain minimalis dan teknologi mutakhir. Dengan kemampuan video OpenGate yang kuat dan sensor full-frame yang cepat, kamera ini bukan sekadar kamera saku, melainkan alat produksi konten yang sangat tangguh bagi mereka yang menghargai mobilitas tanpa ingin mengorbankan kualitas gambar profesional.
