Sekolapedia – 20 Oktober 2026 | Awal musim Liga Utama Inggris yang penuh tekanan bagi tottenham akhirnya menemukan titik balik yang dramatis. Setelah melalui enam pertandingan tanpa satupun kemenangan dan terperosok di dasar klasemen sementara, skuad asuhan Roberto De Zerbi bangkit secara gemilang dengan menaklukkan Coventry City dengan skor meyakinkan 3-1 di Stadion Tottenham Hotspur. Kemenangan perdana ini tidak hanya memberikan tiga poin krusial, tetapi juga mengakhiri rentetan hasil negatif yang sempat memanaskan atmosfer klub setelah investasi besar-besaran di bursa transfer musim panas lalu.
Sebelum malam kebangkitan ini, situasi di dalam tim ibu kota tersebut jauh dari kata kondusif. Dengan perolehan hanya tiga poin dari enam laga awal, manajer asal Italia, Roberto De Zerbi, mengambil langkah yang sangat tidak biasa dan drastis selama masa jeda internasional. Dalam sebuah pemusatan latihan kilat di Marbella, Spanyol, De Zerbi memutuskan untuk menyita seluruh telepon genggam para pemainnya saat waktu makan bersama.
Kebijakan tegas tersebut diambil bukan tanpa alasan. Sang pelatih ingin membangun kembali ikatan emosional dan komunikasi antar pemain yang kerap terdistraksi oleh gawai di era modern ini. Dukungan penuh dari CEO Vinai Venkatesham dan direktur olahraga Johan Lange mengiringi keputusan berani tersebut, yang terbukti ampuh merajut kembali kekompakan ruang ganti tottenham di tengah badai kritik publik dan beban ekspektasi tinggi.
Di atas lapangan hijau, laga melawan Coventry City menjadi panggung emosional bagi para pemain kunci yang baru saja pulih dari cedera panjang. Gelandang kreatif James Maddison, yang absen hampir sepanjang musim akibat cedera lutut parah, tampil sebagai bintang lapangan. Hanya butuh waktu empat belas menit bagi Maddison untuk memecah kebuntuan lewat tendangan melengkung spektakuler dari luar kotak penalti, sebuah gol yang langsung menyulut semangat publik tuan rumah.
Meskipun Coventry sempat menyamakan kedudukan di awal babak kedua melalui Jack Rudoni, tottenham menunjukkan mentalitas juara yang selama ini dinantikan. Omar Marmoush membawa tim kembali memimpin lewat gol perdananya untuk klub sebelum bek veteran Ben Davies memastikan kemenangan lewat gol penutup di masa tambahan waktu. Kemenangan 3-1 ini resmi mengatrol posisi tottenham keluar dari zona degradasi terbawah klasemen.
Momen paling mengharukan dalam pertandingan tersebut terjadi pada menit-menit akhir ketika Dejan Kulusevski dimasukkan sebagai pemain pengganti. Gelandang serang asal Swedia itu mendapatkan sambutan luar biasa dari para suporter setelah absen selama 526 hari akibat cedera lutut yang berkepanjangan. Kehadiran kembali para pemain pilar ini memberikan angin segar bagi tottenham yang sebelumnya juga harus kehilangan bek sayap Destiny Udogie akibat masalah lutut usai menghadapi Manchester United.
Transformasi mental yang dibawa oleh Roberto De Zerbi, dipadukan dengan kembalinya para pemain bintang dari ruang perawatan, membuktikan bahwa proyek ambisius klub masih berada di jalur yang benar. Kemenangan atas Coventry City kini menjadi fondasi kokoh bagi tottenham untuk menatap sisa musim Liga Utama Inggris dengan rasa optimisme yang jauh lebih besar.
