Profil Lengkap Luky Alfirman: Birokrat Senior yang Kembali ke Kemenkeu sebagai Wakil Menteri Keuangan

Profil Lengkap Luky Alfirman: Birokrat Senior yang Kembali ke Kemenkeu sebagai Wakil Menteri Keuangan

Sekolapedia – 01 Oktober 2026 | Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah melantik Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam perombakan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026). Penunjukan ini menandai kembalinya sosok berpengalaman tersebut ke jajaran pimpinan tertinggi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran.

Luky Alfirman tidak asing lagi bagi lingkungan Kementerian Keuangan. Ia merupakan birokrat senior yang telah mendedikasikan kariernya di kementerian tersebut selama lebih dari tiga dekade, terhitung sejak ia mulai mengabdi pada 1 Maret 1995. Kehadirannya di jajaran wakil menteri diharapkan dapat memperkuat kinerja Menteri Keuangan Suahasil Nazara, bersama dua Wamenkeu lainnya, yakni Juda Agung dan Nurkholisoh Ibnu Aman.

Rekam Jejak Karier dan Pendidikan yang Mumpuni

Memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, Luky merupakan lulusan Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1994. Ia kemudian memperdalam keilmuan ekonominya di Amerika Serikat, tepatnya di University of Colorado Boulder. Di sana, ia berhasil meraih gelar Master of Arts in Economics pada tahun 2000 dan mencapai gelar Ph.D. dalam bidang ekonomi pada tahun 2004.

Perjalanan karier Luky di Kemenkeu dimulai dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Beberapa posisi strategis yang pernah ia emban antara lain:

  • Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan
  • Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana
  • Kepala Subdirektorat Manajemen Transformasi
  • Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Kebayoran Lama

Setelah sukses di ranah perpajakan, kariernya terus menanjak ke bidang kebijakan fiskal. Pada tahun 2011, ia dipercaya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kebijakan APBN, yang kemudian disusul dengan posisi Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro. Salah satu peran penting lainnya adalah saat ia menjabat sebagai Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan Sekretariat Jenderal Kemenkeu, sebuah posisi yang sering dikenal sebagai chief of staff Menteri Keuangan.

Tantangan Baru dan Dukungan Rekan Sejawat

Penunjukan ini sempat menarik perhatian publik mengingat Luky Alfirman sebelumnya sempat dicopot dari jabatan Dirjen Anggaran oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di tengah polemik terkait motor listrik MBG. Namun, pelantikan ini menunjukkan kepercayaan besar pemerintah terhadap kompetensi teknis yang dimilikinya.

Wakil Menteri Keuangan saat ini, Juda Agung, memberikan sambutan hangat atas kembalinya Luky ke jajaran pimpinan Kemenkeu. Menurut Juda, rekam jejak Luky yang sangat luas mencakup berbagai aspek krusial dalam pengelolaan keuangan negara.

Instansi/Direktorat Peran/Keahlian
Direktorat Jenderal Anggaran Pengelolaan Anggaran Negara
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kebijakan Fiskal Daerah
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Manajemen Risiko & Pembiayaan

Juda menegaskan bahwa kembalinya Luky akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi stabilitas fiskal nasional. Dengan penguasaan mendalam di bidang anggaran, perimbangan keuangan, hingga manajemen risiko, Luky dipandang sebagai aset penting untuk mendampingi Suahasil Nazara dalam mengawal kebijakan ekonomi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Secara keseluruhan, pengangkatan Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan kebijakan fiskal yang kuat. Kombinasi antara pengalaman birokrasi yang panjang, latar belakang pendidikan ekonomi tingkat tinggi, serta pemahaman mendalam terhadap struktur anggaran negara menjadikannya sosok yang sangat kompeten untuk mengisi posisi krusial ini dalam mengawal ekonomi Indonesia ke depan.

Post Comment