×

Pesta Gol di Monumental: Argentina Hancurkan Burkina Faso 7-0 Jelang Perpisahan Emosional Lionel Messi

Pesta Gol di Monumental: Argentina Hancurkan Burkina Faso 7-0 Jelang Perpisahan Emosional Lionel Messi

Sekolapedia – 04 Oktober 2026 | Stadion Monumental di Buenos Aires menjadi saksi bisu dominasi total tim nasional Argentina dalam laga persahabatan internasional melawan Burkina Faso. Dalam pertandingan argentina vs burkina faso yang berlangsung pada Sabtu malam, tim berjuluk La Albiceleste ini tampil sangat beringas dengan kemenangan telak 7-0. Kemenangan besar ini menjadi pemanasan sempurna sebelum momen bersejarah yang dinanti-nantikan, yakni laga perpisahan sang legenda hidup, Lionel Messi, dari skuad Garuda Selatan.

Sejak peluit pertama dibunyikan, perbedaan kualitas antara kedua tim terlihat sangat mencolok. Argentina langsung mengambil kendali permainan dengan penguasaan bola yang mencapai 78%. Ketajaman lini serang Argentina tidak terbendung, di mana mereka berhasil mencetak lima gol hanya dalam babak pertama. Lautaro Martínez membuka keunggulan pada menit ke-4 melalui titik penalti setelah tendangannya sempat ditepis oleh kiper lawan, namun ia berhasil memanfaatkan bola muntah. Tak lama berselang, sebuah gol bunuh diri oleh Moumouni Diallo pada menit ke-8 membuat skor menjadi 2-0.

Dominasi dalam laga argentina vs burkina faso ini berlanjut lewat aksi gemilang Gianluca Prestianni yang mencetak gol pada menit ke-12. Sebelum babak pertama usai, Argentina kembali menggandakan keunggulan melalui gol dari Nicolás Paz (34′) dan Julián Álvarez (36′). Statistik pertandingan menunjukkan betapa pincangnya pertahanan tim tamu, di mana Argentina melepaskan total 23 tembakan ke arah gawang, sementara Burkina Faso hanya mampu melepaskan satu tembakan yang mengarah ke target.

Memasuki babak kedua, pelatih Lionel Scaloni melakukan rotasi besar-besaran untuk memberikan kesempatan bagi pemain muda dan menjaga kebugaran pemain inti. Hal ini terbukti efektif dengan munculnya gol-gol tambahan dari Franco Mastantuono pada menit ke-56 dan gol penutup dari Giuliano Simeone pada masa injury time (90+2′). Meskipun skor akhir terlihat sangat timpang, laga ini menyimpan catatan sejarah penting bagi individu pemain Argentina.

Berikut adalah rincian pencetak gol dalam pertandingan tersebut:

  • Lautaro Martínez (4′)
  • Moumouni Diallo (8′, Gol Bunuh Diri)
  • Gianluca Prestianni (12′)
  • Nicolás Paz (34′)
  • Julián Álvarez (36′)
  • Franco Mastantuono (56′)
  • Giuliano Simeone (90+2′)

Selain hasil skor, Lautaro Martínez mencatatkan pencapaian luar biasa dengan koleksi 42 gol dalam 86 penampilan. Angka ini membuatnya menyamai rekor Sergio Agüero dan kini menempati posisi ketiga pencetak gol terbanyak sepanjang masa Argentina, tepat di bawah Lionel Messi dan Gabriel Batistuta. Di sisi lain, laga argentina vs burkina faso ini juga menjadi panggung debut gol bagi talenta muda seperti Gianluca Prestianni dan Franco Mastantuono.

Kondisi tim Burkina Faso sendiri memang sangat tidak ideal. Mereka baru tiba di Buenos Aires hanya enam jam sebelum pertandingan dimulai setelah mengalami kendala logistik penerbangan dari Casablanca. Selain itu, skuad utama mereka memutuskan untuk tidak berangkat karena alasan kelelahan, sehingga tim yang turun ke lapangan sebagian besar merupakan pemain dari kategori U-23. Meski kalah telak, publik tetap memberikan apresiasi atas semangat juang pemain Burkina Faso yang tetap hadir meski dalam kondisi yang sangat sulit.

Kemenangan dalam laga argentina vs burkina faso ini menjadi sinyal kuat bagi persiapan Argentina menghadapi laga emosional pada hari Selasa mendatang melawan Benin. Pada pertandingan tersebut, dunia sepak bola akan menyaksikan momen terakhir Lionel Messi mengenakan seragam Albiceleste setelah perjalanan karier internasional selama 21 tahun yang penuh dengan kejayaan. Scaloni menyatakan bahwa timnya telah memenuhi target dan sangat puas dengan kontribusi para pemain muda yang membawa kesegaran bagi skuad.

Secara keseluruhan, laga ini menunjukkan kedalaman skuad Argentina yang sangat mengerikan. Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang haus kemenangan, masa depan sepak bola Argentina tampak sangat cerah meskipun mereka harus bersiap menghadapi era pasca-Messi yang akan segera dimulai.

Post Comment