Sekolapedia – 10 Oktober 2026 | Persaingan sengit di kancah BRI Super League musim 2026/2027 semakin memanas setelah pekan keempat berakhir. Salah satu sorotan utama dalam perburuan posisi puncak adalah dinamika antara tim promosi adhyaksa vs persebaya, di mana Isenmulang Kalteng (yang sebelumnya bernama Adhyaksa FC) harus menelan pil pahit dalam laga tandang mereka.
Dalam laga bersejarah yang digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Jumat malam, 9 Oktober 2026, Persebaya Surabaya berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Isenmulang Kalteng. Pertandingan ini menjadi momen krusial karena merupakan bentrokan perdana kedua klub di panggung sepak bola nasional, yang sekaligus menjadi ajang pembuktian kekuatan di arena netral.
Drama Penalti dan Dominasi Bajul Ijo
Persebaya Surabaya menunjukkan kelasnya sebagai salah satu raksasa liga. Kemenangan tersebut dipastikan melalui satu-satunya gol yang dicetak oleh Alex Martins Ferreira pada menit ke-45+3 melalui titik penalti. Gol tersebut menjadi pembeda yang sangat berarti bagi skuad asuhan Bernardo Tavares.
Kemenangan ini membawa Persebaya naik ke posisi empat besar klasemen sementara dengan koleksi delapan poin dari empat pertandingan. Performa solid ini didukung oleh lini belakang yang semakin kokoh di bawah penjagaan Ernando Ari dan Risto Mitrevski. Jika menilik sejarah pertemuan adhyaksa vs persebaya dalam konteks perubahan identitas tim, Isenmulang Kalteng yang kini tampil dengan nama baru tampak masih berjuang beradaptasi dengan kerasnya kompetisi kasta tertinggi.
Isenmulang Kalteng Terjebak di Dasar Klasemen
Berbanding terbalik dengan kegembiraan tim asal Surabaya, Isenmulang Kalteng justru semakin terpuruk. Kekalahan ini merupakan kekalahan keempat yang mereka derita sepanjang musim ini. Tim yang sebelumnya dikenal sebagai Adhyaksa FC tersebut kini tertahan di dasar klasemen dengan raihan minus 2 poin.
Meskipun arsitek tim, Mundari Karya, telah mencoba menginstruksikan duet striker asing Vinicius Baiano dan Sergio Mendonca untuk bermain agresif, pertahanan Persebaya tetap sulit ditembus. Tren negatif yang dialami Isenmulang Kalteng sebelumnya juga mencakup kekalahan beruntun dari Bhayangkara FC, Bali United, dan Arema FC. Kondisi ini membuat laga adhyaksa vs persebaya menjadi momentum yang sangat menyakitkan bagi tim asal Kalimantan tersebut.
Rekapitulasi Posisi Klasemen Sementara
Berikut adalah gambaran singkat posisi beberapa tim setelah jalannya pertandingan pekan keempat:
| Posisi | Klub | Poin | Catatan |
|---|---|---|---|
| 2 | Madura United | 9 | Masih bertahan di posisi kedua |
| 4 | Persebaya Surabaya | 8 | Berhasil menembus empat besar |
| 5 | Persik Kediri | 7 | Menghentikan tren Madura United |
| Dasar | Isenmulang Kalteng | -2 | Masih dalam tren negatif |
Di sisi lain, persaingan di papan tengah juga sangat ketat. Persik Kediri berhasil menghentikan tren positif Madura United dengan kemenangan 2-0 melalui dua gol Eduardo Barbosa. Hasil ini membuat persaingan memperebutkan posisi di papan atas menjadi semakin tidak terprediksi.
Secara keseluruhan, pekan keempat BRI Super League telah memberikan gambaran jelas mengenai peta kekuatan tim. Persebaya Surabaya semakin mantap sebagai penantang gelar, sementara tim-tim seperti Isenmulang Kalteng harus segera melakukan evaluasi besar-besaran agar tidak semakin jauh tertinggal. Fokus pada laga adhyaksa vs persebaya ini membuktikan bahwa transisi nama dan adaptasi pemain asing menjadi kunci utama dalam bertahan di kompetisi yang sangat kompetitif ini.



Post Comment