Sekolapedia – 28 Oktober 2026 | Menjalankan kewajiban ibadah di tengah kesibukan aktivitas harian memerlukan perencanaan yang matang, terutama bagi warga di kota-kota besar. Bagi masyarakat yang berdomisili di Jawa Timur, memahami waktu magrib surabaya menjadi salah satu kunci penting untuk mengatur transisi antara aktivitas siang hari menuju waktu istirahat dan ibadah malam. Ketepatan waktu dalam melaksanakan sholat fardhu bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk ketaatan kepada perintah Allah SWT sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 43.
Berdasarkan data terbaru dari Bimas Islam Kementerian Agama RI, jadwal sholat di wilayah Jawa Timur menunjukkan pola yang cukup stabil. Bagi warga Surabaya, mengetahui jadwal magrib surabaya sangat membantu dalam merencanakan waktu berbuka puasa sunah maupun waktu berkumpul bersama keluarga setelah bekerja. Berikut adalah rincian jadwal sholat lengkap untuk wilayah Surabaya sebagai panduan ibadah Anda:
| Waktu Sholat | Jam (WIB) |
|---|---|
| Imsak | 03.39 |
| Subuh | 03.49 |
| Matahari Terbit | 05.02 |
| Duha | 05.30 |
| Zuhur | 11.18 |
| Asar | 14.24 |
| Magrib | 17.26 |
| Isya | 18.36 |
Penting untuk dicatat bahwa waktu magrib surabaya memiliki karakteristik yang berbeda dengan wilayah lain di Jawa Timur. Sebagai contoh, di Kabupaten Bangkalan, waktu Magrib jatuh pada pukul 17.26 WIB, sementara di Banyuwangi sedikit lebih awal pada pukul 17.20 WIB. Perbedaan geografis ini menyebabkan perbedaan waktu sholat di setiap daerah, sehingga masyarakat dihimbau untuk selalu merujuk pada jadwal spesifik lokasi masing-masing agar ibadah tetap khusyuk dan tepat waktu.
Selain Surabaya, beberapa daerah lain di Jawa Timur juga memiliki jadwal yang bervariasi. Berikut adalah ringkasan waktu Magrib untuk beberapa kabupaten lainnya:
- Kabupaten Blitar: Magrib pukul 17.29 WIB
- Kabupaten Bojonegoro: Magrib pukul 17.29 WIB
- Kabupaten Bondowoso: Magrib pukul 17.23 WIB
Memahami jadwal sholat, termasuk waktu magrib surabaya, juga sangat berguna bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa sunah, seperti puasa Senin dan Kamis. Dengan mengetahui waktu yang pasti, seorang Muslim dapat mempersiapkan menu berbuka dan mengatur jadwal kegiatan agar tidak berbenturan dengan waktu ibadah. Kedisiplinan dalam mengikuti jadwal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas spiritualitas dan membantu mengatur ritme hidup yang lebih teratur.
Sebagai tambahan informasi untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah sekitar Jawa Timur, terdapat laporan mengenai peristiwa kebakaran di gudang penyimpanan ban bekas di Desa Domas, Mojokerto, yang terjadi pada akhir Oktober lalu. Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya kebakaran di area pemukiman maupun tempat penyimpanan barang yang mudah terbakar, terutama saat memasuki waktu senja atau Magrib.
Secara keseluruhan, integrasi antara pengaturan waktu ibadah dan kesadaran akan keselamatan lingkungan merupakan bagian dari pola hidup yang disiplin. Dengan merujuk pada jadwal resmi dari Kementerian Agama, umat Islam dapat menjalankan kewajiban agama dengan lebih tenang, terencana, dan penuh keikhlasan di tengah dinamika kehidupan modern.
