Mungkinkah Takhta Welterweight Runtuh? Analisis Ancaman Carlos Prates Terhadap Islam MakhachevMungkinkah Takhta Welterweight Runtuh? Analisis Ancaman Carlos Prates Terhadap Islam Makhachev

Sekolapedia – 19 Oktober 2026 | Dunia Mixed Martial Arts (MMA) tengah diramaikan oleh rumor pertarungan besar yang diprediksi akan mengguncang peta kekuatan divisi welterweight UFC. Nama islam makhachev kini menjadi pusat perhatian setelah muncul spekulasi kuat bahwa ia akan segera mempertahankan gelar juara kelas 170 pon miliknya melawan penantang berbahaya, Carlos Prates. Meskipun banyak pengamat menganggap Makhachev akan menang dengan mudah, dinamika kekuatan antara sang juara dan sang penantang ternyata jauh lebih kompleks dari yang terlihat di atas kertas.

Carlos Prates, yang dijuluki sebagai ‘boogeyman’ di kelas welterweight, membawa modal yang sangat menakutkan bagi siapa pun. Ia adalah seorang striker yang memiliki presisi luar biasa, kekuatan knockout yang mematikan, serta kemampuan jiu-jitsu tingkat sabuk hitam. Kekuatan utama Prates terletak pada kemampuannya untuk menjaga jarak dan memberikan serangan yang akurat, sebuah faktor yang bisa menjadi masalah besar bagi gaya bertarung Makhachev yang dominan di lantai.

Analisis mendalam mengenai potensi pertarungan ini menunjukkan adanya perbedaan gaya yang sangat kontras:

Aspek Pertarungan Islam Makhachev Carlos Prates
Gaya Utama Wrestling & Grappling (Elite) Striking & Power (Sniper)
Kekuatan Utama Takedown, Judo, Submission Jab, Low Kicks, Knockout Power
Kelemahan Potensial Kesulitan menghadapi petarung jangkung Pertahanan terhadap takedown

Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian adalah bagaimana Ian Machado Garry sebelumnya memberikan ‘cetak biru’ atau pola untuk menghadapi sang juara. Dalam laga di UFC 330, Garry menunjukkan bahwa petarung dengan jangkauan panjang dan teknik pertahanan takedown yang solid dapat memberikan perlawanan sengit. Garry berhasil memberikan tekanan pada wajah Makhachev saat berada di posisi clinch dan memberikan kesulitan saat bertarung di kaki (striking).

Mantan juara dua divisi, Charles Oliveira, memberikan pandangannya mengenai potensi kejutan ini. Menurut Oliveira, jika Prates mampu menerapkan strategi serangan kaki (low kicks) ke arah betis dan tulang rusuk seperti yang dilakukan Garry, ia bisa mengejutkan islam makhachev. Oliveira menekankan bahwa jika sang juara gagal melakukan penyelesaian (finish) di ronde pertama atau kedua, Prates memiliki peluang besar untuk memenangkan laga di ronde-ronde akhir berkat ketenangan dan kemampuan striking-nya yang tajam.

Secara fisik, Prates memiliki keunggulan jangkauan dan postur tubuh yang lebih tinggi dibandingkan Makhachev yang naik kelas dari divisi lightweight. Keunggulan ini sangat penting bagi Prates untuk menjaga jarak agar Makhachev tidak mudah melakukan serangan double-leg atau serangan judo di posisi clinch. Selain itu, status Prates sebagai petarung kidal (southpaw) akan menambah kesulitan bagi Makhachev dalam melakukan hand-fighting dan mengatur ritme serangan.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa islam makhachev tetaplah monster di atas matras. Kemampuannya dalam melakukan variasi takedown, mulai dari serangan bawah hingga penggunaan teknik judo yang kreatif, telah terbukti mampu melumpuhkan lawan-lawan tangguh seperti Dustin Poirier. Jika Prates gagal mempertahankan pertahanan grappling-nya, ia berisiko tinggi terjebak dalam serangan submission yang mematikan.

Pertarungan ini bukan sekadar perebutan sabuk juara, melainkan ujian bagi status islam makhachev sebagai calon Greatest of All Time (GOAT) di dunia MMA. Apakah dominasi wrestling-nya akan tetap tak tertandingi, ataukah kekuatan serangan presisi dari Carlos Prates akan menulis ulang sejarah di kelas welterweight?

Sebagai kesimpulan, meskipun Makhachev tetap menjadi favorit secara statistik, Carlos Prates memiliki semua instrumen untuk menciptakan kejutan besar. Kunci kemenangan Prates terletak pada kemampuannya menjaga jarak, menggunakan tendangan rendah untuk merusak mobilitas lawan, dan mempertahankan pertahanan grappling yang disiplin. Sebaliknya, keberhasilan Makhachev bergantung pada kemampuannya untuk segera menekan Prates ke lantai dan mencegah pertarungan tetap berlangsung di posisi berdiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *