Sekolapedia – 28 Oktober 2026 | Perjalanan 1. FC Union Berlin di ajang DFB-Pokal harus berakhir dengan cara yang sangat menyakitkan. Bertandang ke markas 1. FC Köln di tengah guyuran hujan deras di Müngersdorf, tim asuhan Mauro Lustrinelli tersebut harus menerima kekalahan telak dengan skor mencolok 0-5 pada putaran kedua kompetisi piala bergengsi Jerman tersebut.
Sejak peluit pertama dibunyikan, dominasi tuan rumah sudah terlihat sangat nyata. Meskipun Union Berlin sempat mencoba memberikan perlawanan melalui peluang kepala dari Zeno van den Bosch pada menit ke-30, pertahanan tim tamu tampak rapuh dan mudah ditembus. Ketidakberdayaan lini belakang membuat tekanan yang diberikan oleh pemain Köln semakin sulit dibendung.
Said El Mala dan Linton Maina Jadi Mimpi Buruk Lini Pertahanan
Bintang utama dalam laga ini adalah Said El Mala, talenta muda yang tampil sangat dominan. Pada menit ke-32, El Mala berhasil memecah kebuntuan setelah memanfaatkan skema serangan yang apik, menaklukkan kiper Matheo Raab untuk mengubah skor menjadi 1-0. Gol ini menjadi pukulan telak bagi mentalitas pemain union berlin yang belum mampu merespons serangan balik cepat dari tuan rumah.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Köln tidak menurun sedikit pun. Duet maut Said El Mala dan Linton Maina kembali menunjukkan taringnya. Pada menit ke-52, Maina mencatatkan namanya di papan skor setelah melakukan kerja sama satu-dua dengan El Mala, membuat skor menjadi 2-0. Tidak butuh waktu lama bagi El Mala untuk mencetak gol keduanya pada menit ke-60 melalui tendangan melengkung yang indah dari sudut sempit, memperlebar jarak menjadi 3-0.
Kekalahan ini semakin diperparah dengan masuknya pemain pengganti Köln yang turut menambah penderitaan tim tamu. Isak Johannesson pada menit ke-78 dan Sebastian Sebulonsen pada menit ke-88 masing-masing mencetak gol, menutup laga dengan skor akhir yang sangat memalukan bagi kubu Berliner.
| Pencetak Gol | Menit | Tim |
|---|---|---|
| Said El Mala | 32′, 60′ | 1. FC Köln |
| Linton Maina | 52′ | 1. FC Köln |
| Isak Johannesson | 78′ | 1. FC Köln |
| Sebastian Sebulonsen | 88′ | 1. FC Köln |
Tekanan Besar bagi Mauro Lustrinelli
Hasil ini menjadi tamparan keras bagi pelatih Mauro Lustrinelli. Ekspektasi besar untuk membawa Union Berlin melaju jauh di DFB-Pokal sirna seketika. Selain itu, performa buruk ini menjadi catatan merah menjelang laga Bundesliga di akhir pekan mendatang, di mana mereka harus kembali berhadapan dengan 1. FC Köln di kandang sendiri.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi napas baru bagi pelatih Köln, René Wagner. Setelah sebelumnya menuai kritik tajam dan sorakan “Wagner raus” dari pendukungnya akibat hasil imbang melawan Schalke, kemenangan telak ini berhasil meredam ketegangan di internal klub dan memberikan kepercayaan diri tinggi bagi seluruh skuad.
Bagi union berlin, kekalahan ini bukan sekadar kegagalan di turnamen piala, melainkan sinyal bahaya mengenai kerapuhan lini pertahanan mereka. Jika tidak segera dilakukan evaluasi mendalam, tren negatif ini dikhawatirkan akan berlanjut dan berdampak pada posisi mereka di klasemen Bundesliga. Kini, fokus utama tim adalah memperbaiki koordinasi pertahanan guna menghadapi laga krusial berikutnya.
Kemenangan 5-0 ini juga memberikan dampak finansial yang signifikan bagi 1. FC Köln, dengan potensi pemasukan hampir satu juta Euro dari hasil keberhasilan mereka melaju ke babak 16 besar. Sementara itu, bagi para pendukung union berlin, laga di Müngersdorf ini akan menjadi kenangan pahit yang sulit dilupakan akibat dominasi total lawan sepanjang pertandingan.
