Sekolapedia – 14 Oktober 2026 | Stadion Giuseppe Meazza, Milan, mendadak menjadi panggung magis bagi seorang penyerang belia berdarah italo-tedesco. Dalam laga sengit fase grup Liga Champions yang mempertemukan Inter Milan kontra Club Brugge, nama nicolò tresoldi mendadak menggelegar di seluruh penjuru stadion setelah sukses mencetak hat-trick spektakuler yang membawa timnya menang dengan skor dramatis 4-3.
Pertandingan ini menyita perhatian publik sepak bola Eropa bukan sekadar karena hujan gol yang tercipta, melainkan karena latar belakang sang pencetak gol. Nicolò tresoldi yang kini berusia 22 tahun dikenal luas sebagai seorang pendukung AC Milan garis keras sejak masa kecilnya. Kepulangannya ke ‘Scala del Calcio’ dengan balutan seragam Brugge seakan menjadi misi pembuktian tersendiri untuk meruntuhkan keperkasaan rival sekota klub idola masa kecilnya tersebut.
Perjalanan karier Tresoldi sendiri tergolong unik dan penuh liku. Sebelum mantap memilih dunia si kulit bundar, ia sempat menjadi salah satu talenta tenis paling menjanjikan di Italia, bahkan sempat berlatih bersama petenis profesional Luca Nardi dan menembus tim nasional junior U-12. Namun, takdir berkata lain ketika ia memutuskan fokus sepenuhnya pada sepak bola. Sayangnya, bakat besar tersebut sempat diabaikan oleh sejumlah klub raksasa Italia seperti Juventus, AC Milan, dan Atalanta yang sempat menolaknya pada masa remaja.
Titik balik kariernya terjadi pada tahun 2017 ketika keluarganya pindah ke Jerman karena urusan pekerjaan. Di sana, akademi Hannover memberikannya kepercayaan penuh untuk mengasah kemampuan hingga menjelma menjadi penyerang haus gol. Konsistensi performa tersebut membawanya hijrah ke Liga Belgia bersama Club Brugge, di mana ia terus menunjukkan ketajaman luar biasa dengan mencetak sembilan gol dari 11 penampilan awal musim ini.
Penampilan gemilang di San Siro tidak hanya mengamankan tiga poin krusial bagi klub Belgia, tetapi juga memanaskan persaingan di tingkat internasional. Saat ini, nicolò tresoldi masih dihadapkan pada dilema besar mengenai masa depan karier internasionalnya. Memiliki darah campuran, ia berada di persimpangan jalan antara memperkuat Timnas Italia atau Timnas Jerman, setelah sebelumnya sempat mengakui telah melakukan pembicakan dengan figur-figur penting seperti pelatih Roberto Nazionale dan Jurgen Klopp.
Selepas pertandingan, peraih predikat Man of the Match ini mengaku sangat menikmati malam sempurnanya di hadapan keluarga dan kerabat terdekat. Dengan harga pasaran yang diprediksi melonjak drastis melewati angka 40 juta euro serta ketertarikan dari klub-klub elite Eropa, langkah penyerang berbakat ini dipastikan bakal terus menyita panggung utama sepak bola internasional dalam beberapa musim ke depan.



Post Comment