Sekolapedia – 19 Oktober 2026 | Perjuangan petenis putri andalan Indonesia, janice tjen, di turnamen WTA 250 Japan Open 2026 harus berakhir lebih awal. Menempati posisi unggulan keenam, ia gagal melangkah ke babak berikutnya setelah ditaklukkan oleh petenis asal Amerika Serikat, Ashlyn Krueger, dalam laga babak 32 besar yang berlangsung di Osaka, Jepang, pada Senin (19/10/2026).
Dalam pertandingan yang memakan waktu sekitar satu jam 15 menit tersebut, Janice harus mengakui keunggulan Krueger dengan skor dua set langsung, 4-6 dan 4-6. Meski sempat memberikan perlawanan sengit, terutama saat kedudukan imbang 4-4 di set pertama dan 3-3 di set kedua, ketenangan Krueger dalam mengeksekusi poin-poin krusial menjadi pembeda utama dalam laga ini.
Analisis Statistik: Dominasi Servis dan Efektivitas Poin
Jika menilik statistik pertandingan, terlihat adanya perbedaan signifikan dalam hal konsistensi dan efektivitas servis kedua. Meskipun Janice mampu mencatatkan jumlah ace yang lebih banyak, ia justru tertekan oleh banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukan. Berikut adalah perbandingan statistik antara kedua pemain:
| Statistik | Janice Tjen | Ashlyn Krueger |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 4-6, 4-6 | 6-4, 6-4 |
| Winner | 20 | 23 |
| Ace | 8 | 4 |
| Unforced Error | 13 | 11 |
| Double Fault | 4 | 0 |
| Persentase Servis Pertama | 61% | 78% |
| Persentase Servis Kedua | 50% | 82% |
| Konversi Break Point | 0/1 | 2/6 |
Data di atas menunjukkan bahwa meskipun janice tjen unggul dalam jumlah ace, kegagalannya dalam memanfaatkan satu-satunya peluang break point serta rapuhnya servis kedua menjadi titik lemah yang dimanfaatkan oleh Krueger. Sebaliknya, Krueger tampil sangat klinis dengan tidak melakukan satu pun double fault dan memiliki persentase servis kedua yang sangat tinggi mencapai 82%.
Tantangan Besar Melawan Petenis Amerika Serikat
Kekalahan ini semakin mempertegas statistik kurang menguntungkan bagi Janice saat berhadapan dengan pemain dari Negeri Paman Sam. Sejak memulai debutnya di tur WTA pada ajang Grand Slam US Open 2025, Janice tercatat telah mengalami rentetan 10 kekalahan beruntun melawan petenis Amerika Serikat. Satu-satunya kemenangan yang berhasil ia raih melawan pemain Amerika adalah saat mengalahkan Varvara Lepchenko di babak kualifikasi US Open 2025.
Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pengembangan karier janice tjen di level internasional. Meskipun ia menunjukkan progres yang baik di turnamen lain, seperti saat berhasil mencapai babak 16 besar di WTA 1000 Wuhan Open 2026 sebelum akhirnya kalah dari Ann Li, menghadapi pemain Amerika tetap menjadi tantangan mental dan teknis yang besar baginya.
Harapan di Sektor Ganda dan Agenda Selanjutnya
Meski langkahnya di nomor tunggal terhenti, asa Janice untuk tetap berkompetisi di Japan Open 2026 masih terbuka lebar melalui sektor ganda. Ia dijadwalkan bertanding bersama petenis asal Australia, Storm Hunter. Pasangan unggulan teratas ini akan menghadapi tantangan berat dari duet Ingrid Martins (Brasil) dan Sara Sorribes Tormo (Spanyol) pada babak pertama.
Perjalanan janice tjen dalam rangkaian Asian Swing tahun ini masih akan berlanjut. Setelah menyelesaikan agenda di Osaka, ia akan segera bertolak menuju China untuk mengikuti turnamen WTA 500 Ningbo Open. Konsistensi dan perbaikan pada kualitas servis diharapkan dapat membantu Janice meraih hasil yang lebih positif di sisa musim kompetisi profesional 2026 ini.
Secara keseluruhan, hasil di Osaka ini menjadi pelajaran berharga bagi pemain peringkat 46 dunia tersebut. Fokus pada pengurangan unforced error dan penguatan servis kedua akan menjadi kunci utama jika ia ingin menembus jajaran petenis elit dunia di masa mendatang.
