Sekolapedia – 24 Oktober 2026 | Klub raksasa Skotlandia, celtic, tengah berada dalam tekanan besar setelah mencatatkan awal musim yang sangat mengecewakan di panggung Eropa. Di saat mereka masih mampu menunjukkan performa superior di kompetisi domestik, termasuk kemenangan telak 7-1 atas Hearts, skuad asuhan Martin O’Neill justru tak berdaya ketika menghadapi ketatnya persaingan di level kontinental. Kekalahan 2-1 dari Celta Vigo di Celtic Park memperpanjang tren negatif mereka, menjadikan hasil tersebut sebagai kekalahan keempat beruntun di Eropa musim ini dengan total kebobolan mencapai 14 gol.
Hasil minor ini membuat celtic kini terdampar di peringkat ke-35 dari 36 klub di fase grup Liga Europa. Tekanan pun semakin meningkat dari para pengamat sepak bola, termasuk mantan striker mereka, Chris Sutton, yang menilai bahwa kegagalan di Eropa kini telah menjadi sebuah pola yang dapat diprediksi. Kendati demikian, manajer Martin O’Neill dengan tegas menolak anggapan bahwa timnya menderita sindrom ‘Jekyll and Hyde’. Menurutnya, perbedaan performa yang mencolok lebih disebabkan oleh lonjakan kualitas lawan di kompetisi Eropa dibandingkan masalah mentalitas pemain.
Di ruang ganti, semangat juang pemain tetap menyala di tengah badai kritik. Bek muda celtic, Dane Murray, menegaskan bahwa skuadnya sama sekali belum menyerah dalam perburuan tiket fase knock-out. Meskipun sisa pertandingan menyulitkan dengan menghadapi tim-tim tangguh seperti Besiktas dan Marseille, para pemain tetap memegang keyakinan penuh untuk membalikkan keadaan demi menyelamatkan kampanye Eropa mereka.
Selain masalah di atas lapangan, manajemen celtic juga dihadapkan pada evaluasi mendalam terkait kebutuhan bursa transfer Januari mendatang. O’Neill menyadari bahwa kedalaman skuad lini belakang perlu dijaga, meski prioritas utama seharusnya diberikan pada perekrutan gelandang bertahan murni. Gelandang bertahan sangat dibutuhkan untuk melindungi lini belakang dan meredam transisi cepat lawan yang selama ini menjadi celah eksploitasi di kompetisi Eropa. Sempat muncul rumor ketertarikan pada bek Viking FK, Henrik Heggheim, namun para pengamat menyarankan agar klub lebih selektif dan tidak tergiur statistik domestik semata.
Di sisi lain, otoritas perwasitan sepak bola Skotlandia (SFA) yang dipimpin oleh Willie Collum baru-baru ini turut memberikan klarifikasi terkait sejumlah kontroversi keputusan handball di Liga Utama Skotlandia, yang membedakan insiden di laga Hearts dan celtic demi meredakan perdebatan di kalangan suporter. Tantangan besar kini menanti manajemen dan jajaran pelatih untuk segera menemukan solusi taktik yang tepat agar celtic mampu keluar dari krisis Eropa dan kembali disegani di kancah internasional.
Secara keseluruhan, kontras antara performa domestik yang dominan dan keterpurukan di kompetisi Eropa memperlihatkan bahwa celtic membutuhkan evaluasi menyeluruh, baik dari segi kedalaman skuad maupun pendekatan taktis. Perekrutan pemain yang tepat sasaran pada bursa transfer mendatang serta ketahanan mental di panggung internasional akan menjadi kunci utama bagi klub asal Glasgow tersebut untuk mengembalikan status mereka sebagai kekuatan yang disegani di daratan Eropa.
