Sekolapedia – 23 Oktober 2026 | Dunia olahraga Amerika Serikat tengah diguncang oleh ketegangan politik yang melibatkan bintang NBA, lebron james, dan mantan Presiden Donald Trump. Perseteruan ini memuncak setelah munculnya video yang memperlihatkan sang megabintang melakukan pemanasan saat lagu kebangsaan Amerika Serikat, ‘The Star-Spangled Banner’, dikumandangkan sebelum pertandingan musim pembuka Philadelphia 76ers di Madison Square Garden.
Donald Trump, melalui platform media sosialnya Truth Social, melontarkan kritik tajam dengan menyebut aksi tersebut sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap negara. Trump bahkan menjuluki lebron james sebagai ‘total disgrace’ atau aib total. Dalam pernyataan kerasnya, Trump mendesak agar sang atlet meminta maaf kepada para pahlawan dan prajurit Amerika yang telah gugur demi bendera negara.
Menanggapi serangan personal tersebut, LeBron James memberikan respons yang sangat santai dan cenderung meremehkan. Ia hanya memberikan komentar singkat kepada para jurnalis dengan mengatakan, “Sepertinya hari ini adalah hari berita yang lambat di kantor,” yang mengisyaratkan bahwa ia tidak menganggap serius tuduhan tersebut. Meski demikian, insiden ini kembali membuka luka lama perselisihan antara keduanya, mengingat James pernah menyebut Trump sebagai “bum” pada tahun 2017.
Ketegangan ini tidak berhenti pada individu saja. Dalam sebuah kampanye politik di Iowa, Donald Trump juga memperluas kritiknya ke liga basket wanita, WNBA. Ia menyerukan aksi boikot terhadap liga tersebut karena beberapa tim, seperti Atlanta Dream dan Golden State Valkyries, memiliki tradisi meninggalkan lapangan saat lagu kebangsaan dimainkan. Trump membandingkan situasi ini dengan aksi protes pemain NFL terhadap kebrutalan polisi satu dekade lalu, yang menurutnya menyebabkan penurunan jumlah penonton.
Berikut adalah ringkasan poin utama terkait kontroversi ini:
- Aksi LeBron James: Terlihat melakukan gerakan swing golf dan latihan tembakan saat lagu kebangsaan berlangsung.
- Tuduhan Trump: Menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap simbol negara dan pahlawan Amerika.
- Isu WNBA: Seruan boikot akibat tradisi pemain meninggalkan lapangan sebagai bentuk dukungan terhadap isu keadilan sosial.
- Latar Belakang Aturan: Protokol WNBA yang mewajibkan pemain berdiri tegak telah ditangguhkan sejak 2017 untuk memberi ruang bagi ekspresi sosial.
Jika meninjau dari sisi regulasi, buku panduan WNBA sebenarnya mencantumkan protokol agar pemain berdiri dengan sikap bermartabat selama lagu kebangsaan. Namun, liga telah menangguhkan protokol tersebut sejak musim 2017 sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan sosial pasca kerusuhan di Charlottesville. Pada tahun 2020, tradisi meninggalkan lapangan semakin menguat sebagai bentuk penghormatan terhadap Breonna Taylor. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang dianggap sebagai tindakan tidak hormat oleh kelompok konservatif sebenarnya adalah bagian dari gerakan advokasi sosial yang sudah berlangsung bertahun-tahun di liga tersebut.
Secara keseluruhan, perseteruan antara Donald Trump dan lebron james mencerminkan polarisasi yang semakin dalam di Amerika Serikat, di mana batas antara olahraga dan politik menjadi semakin kabur. Sementara Trump menggunakan isu ini untuk menarik simpati basis pendukungnya, para atlet seperti James cenderung melihatnya sebagai gangguan kecil di tengah kesibukan profesional mereka. Dampak dari seruan boikot ini terhadap popularitas WNBA maupun NBA masih menjadi tanda tanya besar bagi para pengamat industri olahraga.
