Sekolapedia – 20 Oktober 2026 | Kena Penalti Slow Play Carlota Ciganda dan Yealimi Noh Dihukum 2 Pukulan menandai satu insiden paling kontroversial dalam turnamen Buick LPGA Shanghai, menegaskan kembali betapa pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam permainan golf profesional. Carlota Ciganda, pegolf asal Spanyol, dan Yealimi Noh, pemain Amerika Serikat, masing‑masing menerima dua pukulan tambahan sebagai hukuman atas pelanggaran tempo permainan yang dianggap menghambat kelancaran ronde. Hukuman ini tidak hanya menurunkan posisi mereka di papan klasemen, tetapi juga menggeser dinamika kompetisi di lapangan.
Buick LPGA Shanghai, yang diadakan di lapangan bersejarah Shanghai International Golf Club, biasanya menjadi ajang bagi para pemain top dunia untuk menampilkan skill mereka dalam kondisi cuaca yang menantang. Dengan lapangan yang luas dan tantangan bunker yang strategis, setiap detik menjadi sangat berharga. Dalam konteks ini, pelanggaran slow play menjadi isu yang sering diangkat, mengingat dampaknya pada keseluruhan turnamen.
Regulasi slow play di LPGA menuntut setiap pemain menyelesaikan giliran mereka dalam waktu tertentu. Jika pemain gagal, mereka dapat dikenakan penalti dua pukulan. Aturan ini bertujuan untuk menjaga aliran permainan dan menghormati waktu semua pemain serta staf. Dalam kasus ini, kedua pemain tersebut gagal memenuhi batas waktu yang ditetapkan, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi rekan-rekan setim dan menurunkan efisiensi lapangan.
Insiden ini terjadi pada hari kedua turnamen, ketika Ciganda mengalami kebingungan dalam menyesuaikan strategi di lapangan yang bergejolak. Sementara Yealimi Noh, yang dikenal dengan ketelitian dalam putt, ternyata memakan waktu lebih lama dari biasanya pada beberapa hole, menyebabkan timutnya menjadi lebih lambat. Tim penegak aturan menilai bahwa kedua pemain tidak mematuhi batas waktu dan memutuskan untuk memberikan hukuman sesuai ketentuan.
Reaksi dari para pemain dan pelatih mencerminkan campuran rasa frustrasi dan pemahaman. Ciganda mengaku bahwa kondisi lapangan dan tekanan mental turut mempengaruhi kecepatan permainan. Sementara Yealimi Noh mengungkapkan bahwa ia berusaha menyeimbangkan antara ketelitian dan kecepatan, namun akhirnya gagal memenuhi standar. Para pengamat menilai bahwa penalti ini menjadi pelajaran penting bagi semua pemain, bahwa kecepatan dan ketepatan harus berjalan seiring.
Dampak dari dua pukulan tambahan ini sangat signifikan bagi kedua pemain. Ciganda, yang sebelumnya berada di posisi keempat, kini harus menyesuaikan strategi untuk tetap bersaing, sementara Yealimi Noh, yang berada di posisi ketujuh, harus berjuang keras untuk tidak tertinggal. Penilaian ini juga mempengaruhi peringkat akhir turnamen, dimana beberapa pemain yang sebelumnya berada di bawah tekanan kini mendapatkan peluang untuk menduduki posisi lebih tinggi.
Secara keseluruhan, insiden ini menyoroti pentingnya disiplin dan manajemen waktu dalam golf profesional. Kena Penalti Slow Play Carlota Ciganda dan Yealimi Noh Dihukum 2 Pukulan menjadi contoh konkret bagaimana aturan yang ketat dapat memengaruhi hasil kompetisi. Meskipun kontroversial, hukuman ini juga menunjukkan komitmen LPGA untuk menjaga integritas turnamen dan memberikan pengalaman yang adil bagi semua peserta. Para pemain diharapkan dapat belajar dari kejadian ini, memastikan bahwa kecepatan dan ketepatan tetap menjadi prioritas utama di lapangan.
