Sekolapedia – 23 Oktober 2026 | Stadion Maksimir menjadi saksi bisu sebuah drama sepak bola yang tak terduga saat laga pekan ketiga UEFA Europa League berlangsung. Tim tamu, NEC Nijmegen, berhasil mencuri kemenangan krusial dengan skor mencengangkan 4-2 atas tuan rumah dinamo zagreb. Hasil ini bukan sekadar kemenangan biasa bagi tim asal Belanda tersebut, melainkan sebuah pencapaian bersejarah yang mengakhiri puasa kemenangan Eropa mereka sejak tahun 2008.
Pertandingan dimulai dengan tensi yang cenderung terjaga selama 20 menit pertama. Namun, suasana berubah menjadi penuh ledakan gol setelah NEC Nijmegen berhasil memecah kebuntuan. Melalui skema serangan dari sisi kanan, Tobias Storm memberikan umpan matang kepada Clement Bischoff yang kemudian menceploskan bola ke gawang lawan. Gol ini menandai awal dari pesta gol yang akan menghancurkan mental para pemain tuan rumah.
Namun, dinamo zagreb tidak tinggal diam. Sebagai raksasa Kroasia, mereka menunjukkan karakter kuat dengan langsung membalas hanya delapan menit berselang. Kerja sama apik antara Luka Stojkovic dan Matteo Pérez Vinlof membuahkan hasil melalui sundulan maut Dion Drena Beljo. Beljo yang tengah dalam performa puncak bahkan sempat mencetak gol keduanya hanya berselang satu menit setelah gol pertama, membawa tim tuan rumah unggul 2-1 sebelum jeda babak pertama.
Ketangguhan mental NEC Nijmegen teruji saat mereka kembali mengejar ketertinggalan. Menjelang akhir babak pertama, Bryan Linssen berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui sundulan di tiang dekat setelah menerima umpan dari Bischoff. Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. NEC kembali memimpin lewat aksi Bryan Linssen yang memanfaatkan celah di pertahanan lawan, memaksa tuan rumah bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan.
Meskipun dinamo zagreb mencoba menyerang habis-habisan di sisa waktu pertandingan melalui pemain berpengalaman seperti Josip Mišić dan Mislav Oršić, pertahanan NEC yang dipimpin oleh kiper Gonzalo Crettaz tampil sangat disiplin. Upaya serangan balik cepat dari NEC akhirnya dikunci oleh gol indah Tjaronn Chery pada menit ke-80, yang mengukuhkan skor menjadi 4-2 sekaligus memastikan kemenangan bagi tim tamu.
Berikut adalah ringkasan statistik pertandingan utama:
| Statistik | Dinamo Zagreb | NEC Nijmegen |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 2 | 4 |
| Pencetak Gol | D. Beljo (33′, 37′) | C. Bischoff (25′), B. Linssen (45′, 54′), T. Chery (80′) |
| Posisi Klasemen | 18 | 20 |
| Jumlah Penonton | 12.260 | |
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi dinamo zagreb, mengingat ini merupakan kekalahan keempat mereka dalam lima laga kandang terakhir di kompetisi Europa League. Tim asuhan Mario Kovacevic kini harus segera berbenah sebelum menghadapi jadwal berat melawan Sunderland pada awal November mendatang.
Di sisi lain, kemenangan ini memberikan suntikan kepercayaan diri yang luar biasa bagi NEC Nijmegen. Setelah melewati masa sulit dengan rentetan hasil tanpa kemenangan di berbagai kompetisi, kemenangan di Zagreb ini menjadi modal berharga untuk menghadapi laga berikutnya melawan Omonia Nicosia. Bagi NEC, kemenangan ini adalah bukti bahwa keberanian dan efektivitas serangan dapat menumbangkan tim-tim besar di panggung Eropa.
Secara keseluruhan, laga ini menunjukkan betapa krusialnya penyelesaian akhir dan disiplin lini belakang dalam kompetisi tingkat tinggi. Kegagalan dinamo zagreb dalam menjaga konsentrasi di lini pertahanan menjadi pelajaran mahal yang harus mereka evaluasi demi menjaga asa di fase grup Europa League.
