×

Indonesia Terpuruk: Peringkat Internet Menurunkan Posisi di ASEAN

Indonesia Terpuruk: Peringkat Internet Menurunkan Posisi di ASEAN

Sekolapedia – 14 Oktober 2026 | Peringkat Internet Indonesia Kalah dari Mayoritas ASEAN menandai pergeseran posisi Indonesia dalam skala regional, memunculkan pertanyaan tentang kesiapan digital negara ini. Data terbaru menunjukkan bahwa kecepatan internet di Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga, menempatkan Indonesia di urutan ke-70 untuk mobile dan ke-113 untuk fixed broadband di dunia.

Di dunia yang semakin terhubung, posisi ini menjadi indikator penting bagi investor, pelaku industri, dan pemerintah. Peringkat Internet Indonesia Kalah dari Mayoritas ASEAN bukan sekadar angka, melainkan cerminan realitas infrastruktur, kebijakan, dan investasi yang belum optimal. Sementara negara seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia telah meluncurkan jaringan 5G dan fiber-optic yang melampaui standar global, Indonesia masih bergantung pada jaringan 4G dan broadband dengan kapasitas terbatas.

Berikut ini ringkasan posisi Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN terkemuka:

Negara Mobile (World Rank) Fixed Broadband (World Rank)
Indonesia 70 113
Thailand 45 78
Singapore 15 32
Malaysia 52 89

Perbedaan ini disebabkan oleh beberapa faktor utama. Pertama, distribusi jaringan masih tidak merata; kota besar seperti Jakarta dan Surabaya memiliki akses yang lebih baik dibandingkan daerah terpencil. Kedua, investasi swasta dalam infrastruktur broadband masih rendah karena regulasi dan biaya yang tinggi. Ketiga, kebijakan pemerintah belum sepenuhnya mengoptimalkan potensi pasar digital, sehingga pendanaan publik dan swasta tidak tersalurkan secara efisien.

Akibatnya, sektor ekonomi digital Indonesia menghadapi hambatan serius. E-commerce, fintech, dan layanan streaming harus beroperasi dalam batasan kecepatan yang lebih rendah, mempengaruhi produktivitas dan pengalaman pengguna. Di bidang pendidikan, pelajaran online menjadi lebih sulit diakses bagi siswa di daerah kurang terjangkau, memperlebar kesenjangan digital. Pemerintah telah mengumumkan rencana peningkatan jaringan 5G, namun implementasinya masih lambat dan terbatas pada wilayah perkotaan.

Untuk mengatasi masalah ini, beberapa inisiatif telah diprakarsai. Program “Digital Indonesia 2025” menargetkan peningkatan akses broadband hingga 90% populasi, dengan penekanan pada pembangunan infrastruktur fiber-optic. Selain itu, kerja sama antara pemerintah dan operator telekomunikasi bertujuan memperluas jangkauan 5G ke wilayah pedesaan. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada koordinasi lintas sektor dan alokasi dana yang tepat.

Secara keseluruhan, Peringkat Internet Indonesia Kalah dari Mayoritas ASEAN menunjukkan bahwa negara ini masih memiliki jarak panjang untuk menutup celah dengan rekan-rekannya. Kinerja ini menuntut kebijakan yang lebih proaktif, investasi yang lebih besar, dan kolaborasi antara sektor publik dan swasta. Tanpa langkah konkret, Indonesia berisiko terjebak dalam era digital yang semakin kompetitif, menghambat pertumbuhan ekonomi dan inovasi masa depan.

Post Comment