Hajime Moriyasu disebut masuk dalam daftar kandidat pelatih baru Timnas Malaysia. Federasi sepak bola Malaysia atau FAM masih mencari sosok yang dapat mengisi posisi tersebut setelah tim untuk sementara ditangani oleh Tan Cheng Hoe.
Nama Moriyasu menjadi perhatian karena rekam jejaknya bersama Timnas Jepang. Sejak dipercaya menangani Samurai Biru pada 2018, ia mampu membawa Jepang tampil di dua edisi Piala Dunia dan menjaga posisi mereka secara konsisten di 20 besar ranking FIFA.
Hajime Moriyasu Dipertimbangkan FAM
FAM hingga kini belum menetapkan pelatih permanen untuk Timnas Malaysia. Dalam masa pencarian tersebut, nama Hajime Moriyasu ikut disebut sebagai salah satu pilihan yang sedang dipertimbangkan.
Meski demikian, ketertarikan itu belum berlanjut menjadi pendekatan resmi. FAM kabarnya masih menunggu perkembangan kontrak Moriyasu bersama Timnas Jepang sebelum mengambil langkah lebih jauh.
Kontrak pelatih asal Jepang tersebut bersama Samurai Biru berlaku hingga akhir Februari 2027. Karena itu, FAM disebut memilih menanti sampai masa kerja tersebut selesai sebelum mencoba mendekatinya secara langsung.
Perjalanan Moriyasu Bersama Timnas Jepang
Moriyasu mulai menjabat sebagai pelatih Timnas Jepang pada 2018. Dalam periode tersebut, ia menjadi bagian penting dari perjalanan Jepang di level internasional dan membawa tim itu tampil di Piala Dunia sebanyak dua kali.
Pencapaian tersebut turut memperkuat reputasinya sebagai salah satu pelatih Asia dengan pengalaman besar di panggung Piala Dunia. Berdasarkan catatan yang dirangkum dari berbagai sumber, Moriyasu telah mencatat total delapan penampilan di turnamen tersebut.
Jumlah itu menjadikannya pelatih asal Asia dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia. Rekor tersebut menjadi salah satu alasan namanya menarik perhatian ketika Malaysia mencari figur baru untuk memimpin tim nasional.
Menjaga Jepang di 20 Besar Ranking FIFA
Selain pengalaman di Piala Dunia, Moriyasu juga berhasil menjaga Timnas Jepang tetap berada di 20 besar ranking FIFA secara konsisten. Stabilitas posisi tersebut menunjukkan bahwa Jepang mampu mempertahankan daya saingnya selama berada di bawah arahannya.
Bagi FAM, pengalaman menangani tim dengan persaingan internasional yang tinggi tentu menjadi nilai yang menarik. Namun, sejauh ini belum ada informasi mengenai tawaran resmi yang telah diberikan kepada Moriyasu.
Kontrak Hajime Moriyasu Masih Berjalan
Salah satu faktor utama yang membuat proses pendekatan belum dilakukan adalah status kontrak Moriyasu. Ia masih terikat dengan Timnas Jepang hingga akhir Februari 2027, sehingga masa depannya belum dapat dipastikan sebelum periode tersebut berakhir.
Belum ada pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak Moriyasu bersama Jepang. Kondisi ini membuat peluangnya untuk meninggalkan Samurai Biru tetap menjadi perhatian, meskipun belum ada keputusan resmi mengenai langkah berikutnya.
Tugas terakhir yang telah menantinya bersama Jepang adalah mengarungi Piala Asia 2027. Setelah agenda tersebut, situasi mengenai kelanjutan kiprahnya di Timnas Jepang akan menjadi lebih jelas.
FAM Belum Mengajukan Tawaran Resmi
Hingga saat ini, FAM masih berada dalam tahap pencarian dan belum menyampaikan tawaran resmi kepada Moriyasu. Federasi Malaysia kabarnya menunggu kontrak pelatih tersebut berakhir sebelum bergerak untuk membuka komunikasi lebih serius.
Langkah menunggu itu menunjukkan bahwa FAM belum mengambil keputusan final terkait kandidat yang akan dipilih. Nama Moriyasu memang masuk dalam daftar incaran, tetapi belum ada kepastian bahwa ia akan menjadi pelatih berikutnya.
Di sisi lain, Timnas Malaysia masih menjalani masa transisi di bawah kepemimpinan interim Tan Cheng Hoe. Selama belum ada pengumuman mengenai pelatih permanen, spekulasi tentang kandidat baru, termasuk Moriyasu, akan terus menjadi perhatian.
Peluang Moriyasu Menangani Malaysia
Jika FAM benar-benar mengajukan pendekatan setelah kontraknya berakhir, pengalaman Moriyasu di Timnas Jepang akan menjadi bekal penting. Ia telah menjalani masa kerja sejak 2018, membawa Jepang dua kali ke Piala Dunia, serta memiliki total delapan penampilan di turnamen tersebut.
Namun, peluang tersebut masih bergantung pada sejumlah perkembangan. FAM perlu menunggu berakhirnya kontrak pada akhir Februari 2027, sementara Moriyasu juga masih memiliki tugas terakhir bersama Jepang di Piala Asia 2027.
Dengan demikian, kabar mengenai Hajime Moriyasu dan Timnas Malaysia saat ini masih berada pada tahap penjajakan. Belum ada tawaran resmi, belum ada kesepakatan, dan belum ada keputusan bahwa pelatih Jepang itu akan meninggalkan Samurai Biru.
FAM disebut masih menanti kontrak Hajime Moriyasu bersama Timnas Jepang berakhir sebelum mengambil langkah resmi untuk mendekatinya.
Menunggu Keputusan Setelah Piala Asia 2027
Masa depan Moriyasu kemungkinan baru menjadi lebih terang setelah ia menyelesaikan tugas terakhirnya bersama Jepang. Sampai saat itu, posisinya tetap terikat dengan Timnas Jepang dan belum ada pembicaraan perpanjangan kontrak.
Bagi Malaysia, situasi tersebut membuat proses pencarian pelatih harus dilakukan dengan penuh perhitungan. FAM masih memiliki waktu untuk menentukan langkah, sedangkan nama Moriyasu tetap menjadi salah satu kandidat yang menarik perhatian karena prestasinya bersama Jepang.
Untuk sementara, belum ada kepastian apakah FAM akan benar-benar mengajukan tawaran kepada Moriyasu setelah kontraknya berakhir. Yang jelas, pelatih tersebut telah masuk radar federasi Malaysia dalam pencarian sosok baru untuk memimpin Timnas Malaysia.
Sumber referensi: sport.detik.com
Post Comment