Gangwon FC menelan kekalahan 1-2 dari Phnom Penh Crown dalam laga Grup H AFC Champions League Two (ACL2) musim 2026-27. Hasil di Gangneung High1 Arena, Provinsi Gangwon, pada 15 Oktober itu mengejutkan Hong Cheol, bek berusia 36 tahun yang memiliki pengalaman di Piala Dunia, Piala Asia, dan kompetisi antarklub Asia.

Seusai pertandingan, Hong tidak berusaha mencari alasan atas kekalahan di kandang sendiri. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung dan mengakui bahwa seluruh pemain, termasuk dirinya, gagal menunjukkan kemampuan terbaik. Baginya, Phnom Penh Crown pantas mendapat hasil tersebut karena tampil lebih baik pada hari itu.

Gangwon FC gagal mempertahankan kendali pertandingan

Hong menyebut hasil 1-2 itu sulit diterima. Ia berhati-hati saat menjelaskan pertandingan, tetapi menegaskan bahwa kekalahan tersebut tidak bisa dibenarkan. Menurutnya, Gangwon seharusnya tampil lebih kuat, terlebih karena bermain di hadapan pendukung sendiri.

Ia juga menegaskan bahwa pernyataannya bukan bentuk meremehkan klub asal Kamboja. Hong menilai K League memiliki tingkat persaingan yang lebih kuat, tetapi penilaian itu tidak mengubah kenyataan bahwa Gangwon kalah di lapangan. Ia menyebut para pemain tidak menjalankan tugas masing-masing dengan cukup baik.

Salah satu masalah utama, menurut Hong, adalah tekanan Gangwon yang tidak konsisten. Tuan rumah semestinya lebih agresif untuk membatasi ruang gerak lawan dan menghalangi mereka menjalankan rencana permainan. Namun, serangan Phnom Penh Crown tidak berhasil dihentikan dengan baik.

Hong melihat tekanan Gangwon beberapa kali terlepas, termasuk pada fase tengah hingga paruh pertama pertandingan. Setelah momentum itu berpindah, lawan memperoleh kesempatan mengembangkan permainan. Ia memperkirakan Gangwon dapat menjaga kendali lebih lama seandainya tim menekan dengan intensitas lebih tinggi.

Hong Cheol menilai lawan semakin percaya diri

Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, tim-tim Asia Tenggara yang bertandang ke Korea Selatan kerap dipandang lebih mengutamakan pertahanan dan berusaha membawa pulang satu poin. Namun, Hong melihat pendekatan lawan kini dapat berbeda. Phnom Penh Crown, menurutnya, mampu bermain lebih berani setelah tekanan Gangwon tidak cukup kuat.

Jika Gangwon mampu merebut bola lebih sering, Hong memperkirakan lawan akan terdorong untuk bertahan lebih dalam. Sebaliknya, keberhasilan Phnom Penh Crown melewati tekanan memberi mereka kepercayaan diri. Kepercayaan itu kemudian membantu tim tamu tampil lebih baik dan menguasai jalannya pertandingan.

Hong menerima bahwa Phnom Penh Crown tampil lebih unggul dalam laga tersebut. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa masih ada empat pertandingan tersisa di fase grup. Gangwon perlu menjaga kewaspadaan dan berusaha mencapai babak 16 besar, alih-alih membiarkan satu kekalahan menentukan seluruh perjalanan mereka di ACL2.

Kekalahan pertama Hong dari tim Asia Tenggara di ACL

Bagi Hong, pertandingan ini juga memiliki arti khusus. Ia mengatakan bahwa ini pertama kalinya tim yang dibelanya kalah dari klub Asia Tenggara di AFC Champions League. Ia memahami bahwa laga tersebut menjadi pertemuan pertama antara klub K League dan klub Kamboja.

Pengalaman Hong di level internasional membuat hasil itu terasa semakin berat. Ia pernah membela tim nasional Korea Selatan di Piala Dunia dan Piala Asia, serta dua kali meraih trofi AFC Champions League. Namun, rekam jejak tersebut tidak menghapus kekecewaan setelah Gangwon gagal meraih poin di kandang.

Hong menyatakan ingin membalas kekalahan itu ketika Gangwon bertandang ke Phnom Penh. Pernyataan tersebut sejalan dengan harapannya agar tim segera mengalihkan perhatian ke empat laga fase grup yang masih tersisa. Untuk bisa menjaga peluang lolos, Gangwon harus memperbaiki performa, bukan hanya mengandalkan pengalaman para pemainnya.

Pelajaran bagi para pemain muda Gangwon FC

Gangwon menurunkan susunan pemain yang banyak diisi pemain muda dalam pertandingan tersebut. Hong menilai laga itu merupakan kesempatan penting bagi para junior untuk menunjukkan kemampuan. Namun, kesempatan tersebut tidak menghasilkan kemenangan, dan ia mengingatkan bahwa peluang serupa belum tentu datang kembali dalam waktu dekat.

Menurut Hong, pendekatan fisik yang sebelumnya dianggap efektif saat menghadapi tim Asia Tenggara tidak cukup untuk pertandingan ini. Gangwon tidak berhasil menekan lawan dengan keras, sehingga Phnom Penh Crown mendapat ruang untuk membangun kepercayaan diri dan memperlihatkan permainan yang baik.

Ia meminta para pemain muda agar tidak menganggap satu pertandingan hanya sebagai satu dari banyak kesempatan. Setiap laga perlu dijalani dengan persiapan dan keseriusan penuh, seolah-olah itulah kesempatan terakhir mereka. Pesan itu juga berlaku bagi dirinya sendiri dan seluruh anggota tim.

Hong menilai seluruh pemain harus mengambil tanggung jawab atas kekalahan, lalu mempersiapkan diri lebih baik untuk pertandingan berikutnya.

Tantangan jadwal ACL2 bagi klub K League

Hong juga menyinggung tantangan yang muncul dari jadwal ACL2. Pertandingan kompetisi ini digelar pada Kamis, sehingga klub harus segera bersiap menghadapi laga liga domestik pada akhir pekan. Dalam pandangannya, situasi tersebut dapat menyulitkan pelatih ketika mengatur kondisi dan kesiapan tim.

Ia membandingkannya dengan jadwal AFC Champions League Elite (ACLE), yang biasanya dimainkan pada Selasa atau Rabu. Jarak waktu yang lebih panjang sebelum pertandingan akhir pekan memberi klub sedikit tambahan waktu untuk persiapan. Sementara itu, laga ACL2 pada Kamis malam membuat masa pemulihan dan persiapan menjadi lebih singkat.

Hong turut menyebut Jesse mengalami cedera tidak lama setelah masuk sebagai pemain pengganti dalam pertandingan tersebut. Ia memandang kondisi itu sebagai kerugian besar bagi tim. Meski membicarakan kesulitan jadwal, Hong menegaskan bahwa keputusan mengenai pengelolaan skuad merupakan kewenangan pelatih.

Ia mengakui bahwa jawaban mengenai jadwal ini mungkin terdengar berhati-hati karena Gangwon tidak mendapatkan hasil yang diharapkan. Sebagai pemain, Hong merasa tanggung jawabnya adalah mempersiapkan diri lebih baik agar dirinya dan rekan-rekannya mampu membawa hasil positif. Permintaan maaf kepada pendukung menjadi pengakuan atas kekurangan tim, sementara empat laga tersisa memberi Gangwon kesempatan untuk memperbaiki keadaan dan mengejar tiket ke babak 16 besar.

Sumber referensi: www.mk.co.kr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *